Filipina Jadi Operator Black Hawk Terbesar di Asia Tenggara Usai Terima Batch Kelima S-70i

Angkatan Udara Filipina (PAF) kembali memperkuat tulang punggung mobilitas udaranya dengan menerima batch kelima helikopter multiperan S-70i Black Hawk pada 23 Januari 2026. Upacara penerimaan aset strategis ini dilangsungkan di Pangkalan Udara Villamor, Pasay City, yang menandai tibanya lima unit tambahan dari total pesanan 32 unit pada kontrak tahap kedua.
Dengan pengiriman terbaru ini, PAF kini telah mengoperasikan total 25 unit dari pesanan tambahan tersebut, sementara sisa tujuh unit lainnya dijadwalkan akan dikirimkan oleh pabrikan Sikorsky PZL Mielec dari Polandia secara bertahap di sepanjang tahun 2026. Modernisasi masif ini menegaskan ambisi Manila untuk membangun salah satu armada Black Hawk terbesar di dunia guna menggantikan helikopter Huey yang telah menua.
Armada S-70i Black Hawk milik Filipina tidak hanya unggul dalam kapasitas angkut, tetapi juga telah dibekali dengan daya gempur yang mematikan untuk operasi keamanan internal. Setiap unit dipersenjatai dengan senapan mesin gatling M134D Minigun kaliber 7,62 mm pada pintu sampingnya, yang mampu memberikan perlindungan tembakan udara secara instan bagi pasukan di darat.
The 🇵🇭Philippine Air Force received the 5th batch of Sikorsky S-70i Black Hawk combat utility helicopters on 23 January 2025, bringing total delivered to 25 out of 32. The last 7 units will be delivered by 🇺🇸Sikorsky-🇵🇱PZL Mielec within 2026.
📷PAF, Polish Embassy in PH
1/3 pic.twitter.com/4zoNGOEpSV— Max Montero (@MonteroMax) January 24, 2026
Selain aspek persenjataan, PAF tengah merealisasikan rencana strategis untuk melengkapi armada ini dengan tangki bahan bakar eksternal (auxiliary fuel tanks). Peningkatan ini akan memperluas jangkauan terbang helikopter secara signifikan, memungkinkan Black Hawk melakukan patroli maritim jarak jauh di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) serta mempercepat respons bantuan bencana ke pulau-pulau terpencil yang sulit dijangkau.
Intensitas penggunaan Black Hawk di Filipina memang tergolong sangat tinggi, mencakup berbagai misi mulai dari penumpasan pemberontakan hingga bantuan kemanusiaan pasca-topan.
Minigun Live Fire Training in Gunnery Range in Crow Valley, Tarlac, Philippines
All S-70i Blackhawks of the Philippine Air Force will be armed with two M134D Minigun as door guns to allow them to attack enemy targets on the ground. pic.twitter.com/YSkjVTq8Fu
— Harrier023 (@av8harrier023) January 23, 2026
Namun, perjalanan pengadaan ini sempat diwarnai catatan kelam pada Juni 2021, ketika satu unit dari batch pertama (pesanan 16 unit tahun 2019) mengalami kecelakaan tragis saat latihan terbang malam di Tarlac. Insiden yang menewaskan seluruh kru tersebut sempat membuat seluruh armada dihentikan sementara untuk investigasi, sebelum akhirnya diizinkan kembali mengudara.
Kecelakaan tersebut justru menjadi pendorong bagi pemerintah untuk mempercepat pengadaan 32 unit tambahan ini guna memastikan ketersediaan armada yang selalu siap sedia. Dengan tuntasnya seluruh pengiriman tahun ini, PAF diproyeksikan akan memiliki total 47 unit Black Hawk operasional, menjadikannya kekuatan udara yang sangat dominan di Asia Tenggara. (Bayu Pamungkas)


