Sea Sultan, Penantang P-8I Poseidon India: Pakistan Mulai 2026 Diperkuat Jet Patroli Maritim Jarak Jauh

Lima unit pesawat patroli maritim RAS 72 Sea Eagle masih dirasakan kurang oleh Angkatan Laut Pakistan (Pakistan Navy). Meski terbilang platform pesawat MPA yang canggih, namun Sea Eagle bukan tandingan P-8I Poseidon yang dioperasikan India. Untuk itu, Angkatan Laut Pakistan mencanangkan proyek pesawat intai maritim tandingan yang diberi nama “Sea Sultan”.

Baca juga: Cina Terdeteksi Operasikan Selusin Drone Bawah Laut di Samudera Hindia, AL India Kerahkan P-8 Poseidon

Sea Sultan adalah nama yang diberikan Angkatan Laut Pakistan untuk program akuisisi pesawat patroli maritim jarak jauh (Long-Range Maritime Patrol Aircraft/LRMPA) yang bertujuan menggantikan armada tua P-3C Orion. Sea Sultan dikembangkan dari pesawat jet komersial Embraer Lineage 1000. Sebagai catatan, Lineage 1000 merupakan versi jet bisnis dari pesawat regional Embraer E190.

Pada Juni 2021, kontrak utama untuk konversi pesawat Embraer Lineage 1000 menjadi pesawat patroli maritim (MPA) Sea Sultan ditandatangani. Laporan menunjukkan bahwa kontrak senilai US$190 juta ditandatangani oleh Kementerian Produksi Pertahanan Pakistan dan Leonardo pada penghujung Juni 2021.

Pakistan awalnya mengakuisisi tiga unit Embraer Lineage 1000 untuk diubah. Namun, terdapat spekulasi bahwa Pakistan Navy berencana meningkatkan total armada hingga sepuluh unit di masa depan.

AL Pakistan Pesan “Sea Sultan” – Pesawat Intai Maritim Jarak Jauh, Lawan Tanding P-8I Poseidon

Kontrak modifikasi melibatkan perusahaan pertahanan internasional, yakni Leonardo (Italia), bertanggung jawab atas desain, integrasi sistem, dan paket Anti-Submarine Warfare (ASW), dan Paramount Group (Afrika Selatan), yang menangani Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pra-konversi dan menyediakan dukungan modifikasi.

Pesawat Sea Sultan pertama yang telah dimodifikasi (sebagai platform patroli) diperkirakan akan dikirimkan ke Pakistan pada tahun 2026.

Sebagai pesawat intai maritim modern, Sea Sultan akan dilengkapi dengan paket sensor canggih untuk menjalankan misi utamanya, yaitu Intelijen, Pengawasan, dan Pengintaian (ISR), Peperangan Anti-Kapal Selam (ASW), dan Peperangan Anti-Kapal Permukaan (ASuW). Sistem kunci yang akan terpasang pada Sea Sultan mencakup radar AESA (Active Electronically Scanned Array) Leonardo Seaspray 7300E, yang digunakan untuk misi pencarian permukaan laut jarak jauh.

Sistem lainnya adalah ESM/ELINT (Electronic Support Measures/Electronic Intelligence) untuk pengumpulan intelijen elektronik, jamming, dan intersepsi sinyal, EO/IRSistem Electro-Optical/Infrared (EO/IR) untuk pengawasan visual dan pelacakan target dalam kondisi minim cahaya atau cuaca buruk, ASW Suite untuk pemrosesan akustik dan mendeteksi kapal selam melalui sonobuoy yang diluncurkan dari pesawat.

Dan yang tak kalah penting, Sea Sultan akan dibekali persenjataan, seperrti memiliki ruang senjata internal (internal weapon bay) dan hardpoint eksternal untuk membawa torpedo, sonobuoy, dan bom laut (depth charges). Menjadikan Sea Sultan sebagai penanding bagi P-8I Poseidon milik Angkatan Laut India, meskipun P-8I memiliki kemampuan jangkauan dan daya angkut senjata yang lebih besar.

Untuk Peperangan Anti-Kapal Selam (ASW), Sea Sultan akan memiliki sistem peluncur Sonobuoy melalui dispenser internal khusus.Beberapa laporan menyebutkan adanya “internal launcher” untuk torpedo dan depth charge, namun ini tidak sebesar dan tidak sefungsional weapon bay P-8I yang dirancang sejak awal. Ruang ini kemungkinan adalah modifikasi pada bagian bawah badan pesawat.

Sebagai LRMPA (Long-Range Maritime Patrol Aircraft), Sea Sultan punya kecepatan dan jangkauan yang hampir dua kali lipat dari RAS 72 Sea Eagle yang berbasis pesawat komersial ATR-72, memungkinkannya beroperasi di Laut Arab (Arabian Sea) dan Samudra Hindia untuk jangka waktu yang lebih lama.

Pakistan Terima Keseluruhan RAS 72 Sea Eagle, Jawara Turboprop ATR-72 di Lautan

Sebagai pesawat jet, Sea Sultan dapat mencapai zona target (misalnya, lokasi kapal selam musuh yang terdeteksi) jauh lebih cepat daripada ATR-72. Dalam Peperangan Anti-Kapal Selam (ASW), kecepatan adalah segalanya.

Sebagai LRMPA, estimasi jangkauan terbang (range) dan ketahanan terbang (endurance) Sea Sultan didasarkan pada platform aslinya, Embraer Lineage 1000. Jangkauan terbang Sea Sultan sekitar 8.500 kilometer (km) atau 4.600 mil laut (nm).

Sementara mengenai endurance atau durasi terbang maksimum Sea Sultan tidak selalu diungkapkan secara publik. Namun, Lineage 1000 umumnya dikenal memiliki ketahanan terbang sekitar 9 hingga 10 jam.

Punya P-8I Poseidon, AL India Resmi Pensiunkan Pesawat Intai Maritim Jarak Jauh Ilyushin Il-38 Sea Dragon

Ketahanan ini memungkinkan pesawat untuk melakukan patroli jangka panjang, termasuk transit ke dan dari area operasi, serta menghabiskan waktu yang signifikan di atas zona patroli yang ditargetkan untuk misi ISR dan ASW.

Meski bakal menjadi tandingan P-8I Poseidon, Sea Sultan tidak memiliki kemampuan Air-to-Air Refueling (AAR) atau pengisian bahan bakar di udara, hal yang menjadi keunggulan utama pada Poseidon. (Gilang Perdana)

‘Standby’ di Bandara Kertajati, Ini Kemampuan Khusus P-8I Poseidon, Pesawat Intai Maritim Angkatan Laut India

5 Comments