TNI AL dan PT PAL Indonesia Sukses Uji Penembakan Torpedo dari Kapal Selam Tanpa Awak KSOT

PT PAL Indonesia kembali unjuk kemampuan hasil pengembangan penguasaan teknologi bawah air yakni uji penembakan torpedo 324 mm dari KSOT (Kapal Selam Autonomous) di perairan Koarmada II di Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan ini menandai kemajuan signifikan dalam penguasaan teknologi pertahanan bawah laut karya anak bangsa.
Uji coba strategis ini disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin dari atas geladak heli KRI dr. Soeharso. Menhan didampingi oleh Panglima TNI, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), beserta jajaran tinggi pejabat Kementerian Pertahanan RI dan TNI AL.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan secara keseluruhan uji penembakan torpedo KSOT berjalan dengan baik. Menurutnya keberhasilan ini menjadi langkah baik untuk kemandirian teknologi maritim nasional.
Kaharuddin juga menegaskan nilai strategis dari uji ini tidak hanya diukur dari hasil teknisnya, tetapi dari proses panjang riset, rekayasa, dan kemampuan adaptasi teknologi yang semuanya dilakukan oleh engineer merah-putih. “Seratus persen KSOT ini desain anak bangsa, dan produksi seluruhnya oleh PT PAL dengan TKDN lebih dari lima puluh persen,” ujar Kaharuddin Djenod, usai kegiatan uji penembakan torpedo KSOT.

Sementara itu, Menhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin mengapresiasi pelaksanaan uji penembakan torpedo KSOT. Ia mengatakan tahap research and development (RnD) yang dilakukan oleh PT PAL Indonesia adalah “guru” bagi industri pertahanan nasional. “Hari ini adalah terobosan teknologi industri pertahanan yang kita semua sudah lihat bersama, dan nanti akan diikuti juga oleh terobosan-terobosan,” katanya.
Uji penembakan torpedo KSOT ini juga memperkuat dasar bagi pengembangan sistem bawah laut masa depan, termasuk Underwater Unmanned Vehicle (UUV) dan Autonomous Underwater Vehicle (AUV). Tidak hanya sekedar teknologi bawah air, teknologi Otonom yang telah mampu dihasilkan juga tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan pada kapal atas permukaan.

“Ini memerlukan dukungan dari semua pihak agar supaya teknologi militer kita bangun dengan mendapatkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia dan juga para teknokrat kita, kita ajak untuk ikut serta membangun teknologi militer yang ada di Indonesia,” tambah Menhan.
Pada kesempatan yang sama, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menilai uji coba penembakan torpedo KSOT sudah bagus. “Artinya torpedo sudah berhasil keluar dari peluncur,” ucapnya. Ia juga memastikan KSOT nantinya akan menjaga choke-choke point di perairan Indonesia di bawah satuan Korps Hiu Kencana.
Setiap inovasi besar selalu berawal dari proses belajar, keyakinan dan keberanian untuk mencoba. Keberhasilan tahapan yang telah dilalui hari ini, menunjukkan bahwa anak bangsa memiliki kemampuan, tekad, dan daya juang untuk menaklukkan tantangan teknologi yang sangat kompleks dan terasa mustahil. (Gilang Perdana)
Kapal Selam Tanpa Awak Israel ‘BlueWhale’ Ikut dalam Latihan Militer NATO di Portugal



Kalo ini bisa di kembangkan secara efficient akan jadi game changer…….
saya lihat solar surya kecil banget di tiang perioskop, coba bikin solar surya lebih besar tapi bisa dilipat waktu mau menyelam. tapi engsel ditutup cover pemecah air laut selama menyelam. tujuan solar surya lebih besar adalah menambah daya isi listrik menambah jarak lebih jauh lagi.
“Seratus persen KSOT ini desain anak bangsa, dan produksi seluruhnya oleh PT PAL dengan TKDN lebih dari lima puluh persen,” ujar Kaharuddin Djenod, usai kegiatan uji penembakan torpedo KSOT.
TKDN lebih dari lima puluh persen? Brarti, sisanya masih ada komponen dan/atau sistem yang harus diimpor 🤔 itu artinya KSA/KSOT belum benar-benar buatan anak bangsa. Designnya harus segera dipatenkan 👍
coba mountingnya torpedo ke body kapal selam mini dibikin bisa bergerak naik turun agar bisa diarahkan ke target tanpa memiringkan torpedo ke atas permukaan atau terlalu bawah. coba bikin tank samping nempel di badan kapal selam mini itu mengangkut 2 torpedo agar lebih senyap dan menghindari deteksi oleh sonar. tank bahan bakar samping mirip dipakai F16 viper dan F-15 EX..
td lihat kenapa torpedo dilepaskan malah muncul di atas permukaan laut lalu menyelam kembali? apakah mounting pengarah ks mini ini miring? harusnya kalau kerjanya horizontal siap2 untuk mengarah horizontal agar torpedo tidak perlu nongol di atas permukaan tiba2 berpotensi dideteksi oleh musuh. dan apakah ksot sudah dilapisi anti magnetik itu menghindari deteksi dari ranjau sensor magnet? apakah suara baling2 ksot sudah benar benar senyap?
mantap, gas produksi masal, jangan kayak bonefish USV gitu aja sih