Sukhoi Su-35S Rusia Intersep P-8A Poseidon US Navy di Laut Hitam, ‘Terekam’ Bawa Pod AN/APS-154 Advanced Airborne Sensor

Belum lama ini jet tempur Sukhoi Su-35S Angkatan Udara Rusia melakukan intersep (pencegatan) atas sebuah pesawat intai maritim P-8A Poseidon milik Angkatan Laut AS (US Navy) di Laut Hitam. Namun, ada yang unik dari intersepsi tersebut, dari rekaman video yang diambil oleh pilot Su-35S, diketahui bahwa P-8A Poseidon US Navy membawa ‘muatan’ yang terbilang strategis dan spesial karena kemampuannya.
Dari video yang beredar, nampak P-8A Poseidon US Navy dipasangi perangkat (pod) sensor berukuran besar di bawah fuselage-nya. Pod sensor yang dimaksud adalah AN/APS-154 Advanced Airborne Sensor (AAS).
Pod sensor produksi Raytheon (bagian dari RTX Corporation), adalah radar multifungsi yang dirancang untuk misi intelligence, surveillance, reconnaissance, and targeting (ISR&T). AN/APS-154 AAS merupakan kemajuan signifikan dalam teknologi radar udara.
Ini bukan pertama kali, P-8A Poseidon terlihat menggunakan AN/APS-154, sebelumnya kami pernah membuat ulasan saat Poseidon yang tengah terbang mendekat perairan Cina di Pulau Hainan, dilengkapi AN/APS-154.
AN/APS-154 AAS adalah perangkat berupa pod yang dirancang untuk dipasang di bawah fuselage pada pesawat intai yang menggunakan basis pesawat komersial Boeing 737-800ER (Extended Range) ini. Pemasangan pod ini dikenal sebagai Special Mission Pod Deployment Mechanism (SMPDM).
Lantas seperti apakah kemampuan dari AN/APS-154 Advanced Airborne Sensor? Diketahui perangkat intai canggih adalah buatan Raytheon, namun untuk detail dan spesifikasinya, rupanya masih dirahasiakan, yang jelas basis AN/APS-154 mengusung teknologi radar active electronically-scanned array (AESA) yang dibekali moving target indicator (MTI) dan synthetic aperture radar (SAR).
Artinya perangkat sensor ini mampu melacak sasaran yang bergerak di bawah laut dan di darat, serta mengambil citra radar berkualitas tinggi dari objek yang menarik untuk analisis lebih lanjut, termasuk di malam hari atau dalam cuaca buruk sekalipun.
The meeting between a Russian Sukhoi fighter jet and U.S. Navy Boeing P-8A Poseidon maritime patrol aircraft/ASW plane over the Black Sea. Video reportedly from today.
The P-8A is equipped with the AN/APS-154 Advanced Airborne Sensor multifunctional AESA radar, deployed under… pic.twitter.com/F6xo80Hyq4
— Status-6 (Military & Conflict News) (@Archer83Able) August 27, 2025
AN/APS-154 AAS dirancang secara khusus untuk bekerja di wilayah pesisir, dimana mungkin diperlukan upaya memindai wilayah air dan darat secara bersamaan.
Jenis radar pencarian (search radar) permukaan konvensioal biasanya dioptimalkan untuk satu lingkungan, atau memiliki mode khusus untuk masing-masing, yang umumnya mengalami kesulitan mencakup keduanya pada saat yang sama.

Selain AN/APS-154 Advanced Airborne Sensor, pada P-8A Poseidon sudah melekat seabreg perangkat intai canggih organik, sebut saja sensor MX-20HD digital electro-optical/infrared (EO/IR). Poseidon punya bekal radar surveillance AN/APY-10 besutan Raytheon. Radar ini dapat mendeteksi, mengklarifikasi dan memilah berbagai emisi elektronik lawan. Radar yang posisinya disematkan di hidung ini dapat mendeteksi perahu kecil dari ketinggian terbang maksimum (12.500 km).
AN/APS-154 AAS dikembangkan oleh Raytheon sebagai penerus dari sistem AN/APS-149 Littoral Surveillance Radar System (LSRS).
Sensor AN/APS-154 AAS memiliki kemampuan yang sangat maju, di antaranya mengadopsi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) dua sisi yang memungkinkannya memindai, mendeteksi, mengklasifikasi, dan melacak target di darat dan di laut secara bersamaan.

Sensor pada perangkat ini dapat menghasilkan gambar mirip foto dalam segala cuaca, siang atau malam, melalui mode Synthetic Aperture Radar (SAR) dan Inverse Synthetic Aperture Radar (ISAR). Kemampuannya sangat sensitif, bahkan dilaporkan bisa mendeteksi sekelompok orang yang bergerak di darat.
Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuannya untuk mendeteksi periskop kapal selam dan tiang kapal yang sangat kecil di permukaan laut, yang sangat meningkatkan kemampuan pesawat P-8A dalam misi anti kapal selam.Setelah mendeteksi dan mengklasifikasi target, AN/APS-154 AAS dapat mengirimkan informasi penargetan secara langsung melalui datalink ke platform bersenjata lain (seperti kapal perang atau pesawat tempur) untuk serangan yang akurat dan terkoordinasi.
Sensor ini dipasang dalam pod berbentuk tabung di bawah perut pesawat yang dapat diperpanjang saat beroperasi, memberikan cakupan radar hampir 360 derajat tanpa terhalang oleh mesin pesawat. (Bayu Pamungkas)
‘Pangkas’ Peran P-8A Poseidon, Drone MQ-9A Reaper Sukses Uji Coba Misi Anti Kapal Selam



Seharusnya digas agar jatuh seperti cina menggas pesawat intai amerika, biar kapok tdk seenak sendiri mengintai negara lain.