Peta pertempuran di teater Laut Hitam kembali mengalami eskalasi taktis yang radikal seiring munculnya bukti-bukti baru mengenai perubahan doktrin penggunaan alutsista oleh militer Rusia. Drone intai dan serang jarak jauh berpemandu, Shahed-136—atau yang dalam dinas militer Rusia dikenal sebagai Geran-2, kini dilaporkan mengemban misi baru yang jauh lebih dinamis. (more…)
Fenomena penggunaan perlindungan tambahan berupa struktur kandang atau jaring besi, yang populer disebut sebagai “cope cage,” kini resmi berpindah medium dari domain darat ke laut. Jika sebelumnya proteksi improvisasi ini hanya lazim terlihat pada atap tank atau kendaraan tempur di darat, laporan terbaru menunjukkan bahwa militer Rusia mulai menerapkan metode serupa pada armada kapal perang mereka. Langkah ini diambil sebagai respons pragmatis atas ancaman drone Ukraina di wilayah Laut Hitam. (more…)
Dinamika pertempuran di Laut Hitam kembali memunculkan kejutan taktis dengan kembalinya aset-aset era Perang Dingin ke garis depan. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Angkatan Laut Rusia kini mulai mengandalkan pesawat amfibi legendaris, Beriev Be-12 “Chayka”, untuk menghadapi ancaman modern berupa drone kapal permukaan (Unmanned Surface Vessels/USV) milik Ukraina. (more…)
Pesawat mata-mata umumnya dioperasikan oleh Angkatan Udara atau Angkatan Laut AS, namun, di Laut Hitam, yang merupakan kawasan rawan konflik, terdapat pesawat mata-mata milik Angkatan Darat AS (US Army). Berwujud pesawat jet eksekutif, pesawat mata-mata yang dimaksud adalah US ARTEMIS Spy Jet. (more…)
Belum lama ini jet tempur Sukhoi Su-35S Angkatan Udara Rusia melakukan intersep (pencegatan) atas sebuah pesawat intai maritim P-8A Poseidon milik Angkatan Laut AS (US Navy) di Laut Hitam. Namun, ada yang unik dari intersepsi tersebut, dari rekaman video yang diambil oleh pilot Su-35S, diketahui bahwa P-8A Poseidon US Navy membawa ‘muatan’ yang terbilang strategis dan spesial karena kemampuannya. (more…)
Selain kabar ditembak jatuhnya jet tempur Sukhoi Su-30 Angkatan Udara Rusia oleh drone laut (USV) MAGURA V5 yang melepaskan rudal udara ke udara R-73 yang dimodifikasi menjadi rudal darat ke udara, maka ada lagi klaim dari Ukraina, namun kali ini tidak didukung oleh rekaman video, yakni ditembak jatuhnya dua unit Su-30 Rusia oleh USV Ukraina, namun yang digunakan adalah rudal buatan AS, yakni AIM-9 Sidewinder. (more…)
Menutup pekan ini ada kabar anomali datang dari Laut Hitam, yakni dikabarkan jet tempur Angkatan Udara Rusia dari jenis Sukhoi Su-30 ditembak jatuh. Disebut anomali, pasalnya yang menjatuhkan adalah drone laut permukaan atau unmanned surface vehicle (USV) kamikaze milik Ukraina yang melepaskan rudal udara ke udara yang dikonversi menjadi rudal darat ke permukaan. (more…)
Bukan oleh serangan rudal dari Rusia, empat negara NATO yang wilayahnya berada di kawasan Laut Baltik, yakni Finlandia, Jerman, Swedia, dan Lithuania, rupanya sedang mengalami pukulan akibat terputusnya kabel koneksi bawah laut. Menjadi kontroversi, putusnya kabel bawah laut diduga akibat sabotase yang dilakukan oleh kapal jenis bulk carrier tipe Panamax, Yi Peng 3 berbendera Cina. (more…)
Jika tidak aral melintang, Armada Laut Hitam Rusia pada tahun depan bakal mendapatkan (lagi) korvet Karakurt class, yakni dengan dimulainya tahapan sea trial korvet Taifun (805) belum lama ini. Sebelumnya, Armada Laut Hitam telah diperkuat korvet Karakurt class – Tucha (804), yang dilalayarkan ke Laut Hitam lewat Kanal Volga-Don. (more…)
Palagan di Laut Hitam telah membuktikan bahwa drone laut permukaan – Unmannned Surface Vehicle (USV) yang dipersenjatai dapat mengambil peran strategis dalam jalannya pertempuran. Meski efektivitasnya masih harus dikaji, namun aksi USV Ukraina yang dipersenjatai rudal hanud, telah membetot perhatian, bahwa sesuatu yang selama ini sebatas dalam tatanan konsep, justru sudah diadaptasi langsung di medan perang yang sebenarnya. (more…)