Lockheed Martin Uji Coba Terbaru Rudal Patriot PAC-3 MSE, Mampu Atasi Ancaman dari Segala Arah

Berlangsung di White Sands Missile Range, Lockheed Martin pada 18 Agustus 2025, mengumumkan pencapaian penting terkait rudal pencegat PAC-3 MSE, yang selama ini menjadi rudal terbaru dan paling canggih pada sistem pertahanan udara (hanud) MIM-104 Patriot.

Baca juga: AS Kekurangan Stok Rudal Patriot, Jepang Umumkan Pasok Rudal PAC-3 Patriot Produksi Mitsubishi

Dalam siaran pers, Lockheed Martin menyebut, PAC-3 (Patriot Advanced Capability-3) MSE (Missile Segment Enhancement) berhasil dalam demonstrasi kemampuan penetrasi atau pencegatan 360 derajat untuk arsitektur Integrated Air and Missile Defense (IAMD) Angkatan Darat AS (US Army).

Dalam demonstrasi kemampuan penetrasi 360 derajat, PAC-3 MSE disimulasikan menghadapi ancaman udara airborne threat (ABT), yang keberadaanya dideteksi lewat radar “GhostEye” Lower Tier Air and Missile Defense Sensor (LTAMDS).

Selama uji terbang, sebuah PAC-3 MSE berhasil mencegat target menggunakan data dari sektor sekunder LTAMDS, sebuah langkah signifikan menuju penerapan kemampuan penetrasi 360 derajat untuk arsitektur IAMD Angkatan Darat AS yang telah dimodernisasi. Tonggak sejarah ini menunjukkan kemampuan PAC-3 MSE untuk bekerja secara mulus dengan teknologi mutakhir.

Angkatan Darat AS Gelar “GhostEye” di Guam – Radar Pendeteksi Serangan Rudal Balistik Hipersonik

“PAC-3 terus menunjukkan kinerja yang canggih dan andal dalam lingkungan operasional yang semakin kompleks,” kata Brian Kubik, vice president of PAC-3 Programs di Lockheed Martin. “Memberikan kemampuan keterlibatan 360 derajat akan memungkinkan prajurit untuk bertahan melawan ancaman dari segala arah, meningkatkan kemampuan IAMD Angkatan Darat AS.”

Permintaan akan kemampuan canggih PAC-3 terus meningkat seiring dengan kinerjanya dalam operasi dunia nyata. Lockheed Martin mengklaim berada di jalur yang tepat untuk mengirimkan lebih dari 600 PAC-3 MSE ke rekor tertinggi baru pada tahun 2025 dan bekerja sama erat dengan Angkatan Darat AS untuk mengambil langkah proaktif guna mempercepat pengiriman ke pelanggan di seluruh dunia.

PAC-3 MSE memulai uji coba penerbangan berpandu pertamanya pada Maret 2009. Rudal ini mencapai kapabilitas operasional awal (Initial Operational Capability/IOC) pada tahun 2016 setelah disetujui untuk produksi skala rendah pada tahun 2014.

PAC-3 MSE merupakan pengembangan dari PAC-3. Peningkatan utama terletak pada motor roket dua pulsa yang lebih besar dan sirip kendali yang diperbarui. Perbaikan ini secara signifikan memperluas jangkauan, ketinggian operasional, dan kemampuan manuvernya, menjadikannya lebih efektif dalam menghadapi rudal balistik modern dan ancaman lainnya.

PAC-3 MSE menggunakan teknologi “hit-to-kill” (hancurkan dengan benturan), prinsip dasar dari seluruh keluarga rudal PAC-3, termasuk PAC-3 standar dan varian yang lebih baru seperti PAC-3 MSE, adalah menghancurkan target secara langsung melalui tabrakan fisik.

Prinsip dasar dari seluruh keluarga rudal PAC-3, termasuk PAC-3 standar dan varian yang lebih baru seperti PAC-3 MSE, adalah menghancurkan target secara langsung melalui tabrakan fisik.

Dibandingkan dengan rudal konvensional yang meledakkan hulu ledak fragmentasi di dekat target, PAC-3 MSE menggunakan pendekatan yang jauh lebih presisi. Ketika rudal ini mendekati target, serangkaian motor roket kecil (attitude control motors/ACM) akan mengaktifkan diri untuk melakukan koreksi lintasan ultra-cepat. Koreksi ini memastikan rudal benar-benar menabrak targetnya—misalnya, hulu ledak rudal balistik—dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Intersepsi Serangan Rudal Balistik Iran di Al Udeid Ternyata Jadi Momen Peluncuran Rudal Patriot Terbesar dalam Sejarah AS

Energi kinetik dari tabrakan langsung ini jauh lebih besar dan lebih efektif dalam menghancurkan target dibandingkan ledakan. Terutama untuk rudal balistik, tabrakan langsung ini memastikan hulu ledak tidak meledak dan menyebarkan senjata atau bahan berbahaya lainnya.

Ketinggian maksimum luncuran PAC-3 MSE dapat mencapai lebih dari 24 km atau sekitar 36 km. Namun, beberapa sumber juga menyebutkan ketinggian maksimum sekitar 20 km untuk target rudal balistik.

Dari dimensi, PAC-3 MSE, punya panjang sekitar 5,2 meter dan berat sekitar 312 kg. Kecepatan pasti PAC-3 MSE tidak dipublikasikan secara spesifik, diketahui bahwa rudal ini memiliki kecepatan hipersonik dan mampu melebihi Mach 5 , karena rudal ini dirancang untuk kecepatan yang sangat tinggi dengan tujuan mencegat rudal balistik dan ancaman lain yang bergerak sangat cepat. (Gilang Perdana)

Sukses dalam Operasi Sindoor, Sebagian Besar Rudal Patriot Ukraina Dihancurkan Sistem Hanud S-400

One Comment