AL AS Uji Drone Hybrid VTOL untuk Kargo Logistik Jarak Jauh di Lautan

(Skyways)

Setelah beberapa waktu lalu melakukan uji pengiriman kargo lewat drone copter, AL Amerika Serikat diwartakan kian serius untuk mengedepankan model pengiriman kargo lintas laut menggunakan jasa drone. Dengan kapasitas payload yang lebih besar dari quadcopter, AL AS disebut tengah menguji drone hybrid VTOL (Vertical Take Off and Landing) besutan Skyways, manufaktur drone asal Texas.

Baca juga: Armada Pasifik AS Gunakan Drone Copter untuk Kirim Logistik ke Kapal Selam

Dikutip dari Janes.com (17/11/2020), disebutkan drone hybrid VTOL nantinya akan difungsikan untuk pengirima kargo ringan dari kapal ke kapal dan dari kapal ke pantai dalam jarak jauh. Para injiner dari Naval Air Warfare Center Aircraft Division (NAWCAD) saat ini sedang melakukan evaluasi pada program yang disebut Blue Water Maritime Logistics UAS. Guna lulus pengujian, maka drone harus memenuhi persyaratan teknis yang dietetapkan oleh Military Sealift Command (MSC) dan Fleet Forces Command (FFC).

Pihak AL AS mensyaratkan bahwa drone kargo harus mampu mengangkut payload seberat 9 kg ke tujuan kapal yang sedang bergerak. Sementara jarak jelajah drone harus mampu mencapai 40 km tanpa harus melakukan pengisian bahan bakar. Sejauh ini sudah 65 tipe drone dianalisis oleh AL AS.

(Skyways)

Bill Macchione, pimpinan program Blue Water Maritime Logistics mengatakan, bahwa angkatan laut membutuhkan jenis drone yang dapat beroperasi dengan baik melalui lingkungan sulit yang meliputi angin kencang, perairan terbuka, dan kapal yang terdampar di laut.

Tentang jenis drone dari Skyways yang tengah dievaluasi, disebutkan adalah sebuah drone hybrid yang dilengkapi sayap tetap dan empat motor listrik untuk operasi lepas landas dan pendaratan. Pihak pabrikan menyebut, drone ini mampu terbang satu jam penuh dengan moda otonom di lautan.

Baca juga: Alti Transition – Drone Fixed Wing VTOL dengan Endurance 12 Jam Andalan Basarnas

“Bagian yang cukup sulit adalah kami hanya diberi perkiraan kasar tentang lokasi kapal sebelum lepas landas. Drone kemudian harus mendekati kapal dan mendarat di geladaknya secara vertikal dalam kondisi angin bertiup kencang, di sinilah Computer Vision memainkan peran besar. Kami memenangkan kontes sebagai satu-satunya yang dapat menerbangkan seluruh misi 1 jam tanpa campur tangan manusia sama sekali,” ujar Charles Acknin, founder and CEO of Skyways, dikutip dari commercialuavnews.com. (Bayu Pamungkas)

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *