Respon Bentrokan dengan Kamboja, Thailand Kerahkan F-5TH Super Tigris, Jet Tempur Retro dengan Teknologi Israel

Hari Rabu, 28 Mei 2025, terjadi bentrokan bersenjata singkat antara militer Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan yang disengketakan, tepatnya di daerah Chong Bok, Distrik Nam Yuen, Provinsi Ubon Ratchathani, Thailand. Insiden ini menyebabkan satu tentara Kamboja tewas. Nah, merespon insiden tersebut, kabarnya Angkatan Udara Thailland (RTAF) telah mengerahkan nama jet tempur yang tak asing bagi netizen Indonesia, yakn Northrop F-5 Tiger.
Baca juga: Elang Thainesia 2019 – Perjumpaan F-16 TNI AU dengan F-5 Tigris
Mengutip dari nationthailand.com (29/5/2025), sesaat setelah baku tembak di perbatasan, Angkatan Udara Thailand langsung meluncurkan latihan kesiapan tempur oleh Skuadron ke-211, Wing 21, yang bermarkas di Ubon Ratchathani, meski yang digunakan adalah F-5, namun yang dikerahkan bukan F-5 biasa, melainkan F-5 yang telah dimordeniasi dengan label sebagai F-5TH Tigris atau Super Tigris.
Dalam foto yang dirilis di akun Facebook RTAF, nampak flight F-5TH terbang dengan rudal udara ke udara jarak pendek Python 4 buatan Rafael Advanced Defense Systems (Israel) yang dipasang pada winglet masing-masing pesawat.
Thailand terus menerbangkan satu skuadron yang dilengkapi dengan 40 unit F-5E dan enam unit F-5F yang diperoleh pada tahun 1970-an. Untuk memperpanjang kegunaannya dan mempertahankan kelayakan tempurnya, pesawat tersebut telah melalui program peningkatan Super Tigris, dan diharapkan dapat beroperasi hingga awal tahun 2030-an. Dan kemudian jadilah label varian baru – Northrop F-5TH adalah jenis single seat dan F-5THF adalah jenis tandem seat.

Dari aset 40 F-5E dan enam F-5F, 12 unit F-5E dan dua F-5F dimutakhiran menjadi F-5T/TF Tigris dari tahun 2003. Awalnya RTAF berencana untuk memutakhirkan sekitar 30 pesawat untuk melengkapi dua skuadron.
Modernisasi Super Tigris saat ini melangkah lebih jauh dan membawa mereka ke standar peralatan tinggi yang digambarkan RTAF sebagai “pesawat tempur generasi 4,5.” Pemutakhiran 10 pesawat disahkan pada tahun 2014 dan empat lainnya pada tahun 2017 dan kesemuanya bertugas dengan Skuadron 211 di Ubon Ratchathani.

Baik peningkatan Tigris maupun Super Tigris disokong oleh Elbit Systems dari Israel, memanfaatkan pengalaman perusahaan tersebut dengan sejumlah upaya peningkatan F-5 internasional lainnya, seperti peningkatan F-5EM/FM Brasil dengan radar Leonardo Grifo-F dan varian F-5 Tiger III Plus dari Chili yang memiliki radar Elta EL/M-2032, yang keduanya dilengkapi opsi senjata Israel. Beberapa tahun lalu Singapura juga meningkatkan F-5E/F (sebagai F-5S/T) dengan radar Grifo-F, rudal Israel, dan komputer Elbit, tetapi armada tersebut telah pensiun pada tahun 2015.
Program Super Tigris telah meningkatkan sebagian besar elemen F-5, termasuk perpanjangan masa pakai struktural dari 7.200 menjadi 9.600 jam, yang memberi mereka tambahan 15 tahun masa pakai. Kokpit yang diperbarui dilengkapi dengan dua layar warna multifungsi (multifunction color display), tampilan head-up baru dan panel kontrol di bagian depan dan perekam video digital. Pilot dilengkapi dengan alat bidik yang dipasang di helm DASH IV buatan Elbit.
Dalam hal komunikasi, Super Tigris dilengkapi dengan radio anti-jamming ARC-164 Have Quick II dan sistem datalink Link-T milik Thailand. Hal ini memungkinkan F-5 untuk dihubungkan ke jaringan komando dan kontrol pertahanan udara yang juga mencakup F-16, pesawat tempur Saab Gripen dari Skuadron 701, dan pesawat Saab 340 AEW dari Skuadron 702.
F-5 Super Tigris memiliki radar baru yang menawarkan kemampuan udara-ke-udara di luar jangkauan visual dan mode radar aperture sintetis yang menghasilkan “peta patch” resolusi tinggi untuk penargetan udara-ke-permukaan yang akurat. Jenis radar belum diungkapkan tetapi secara luas diyakini sebagai EL/M-2032.
F-5E/F Tiger III – Mengenal Kecanggihan “Macan Gurun”, Jet Tempur Lapis Kedua AU Maroko
F-5 Super Tigris juga dapat membawa pod penargetan elektro-optik/laser Rafael Litening III dan pod pengacau Rafael Sky Shield. Sensor baru ini dilengkapi dengan senjata baru dari Israel, termasuk bom berpemandu laser Elbit Lizard. Sementara rudal udara-ke-udara jarak pendek Rafael Python IV diperkenalkan dengan pemutakhiran Tigris, Super Tigris menambahkan Python V dan Derby.
Super Tigris pertama Thailand diresmikan dalam sebuah upacara di Ubon Ratchathani oleh komandan RTAF, Marsekal Jom Roongsawang, pada tanggal 23 Mei 2018. Acara tersebut juga menandai ulang tahun ke-40 F-5 dalam dinas Thailand. Selama kariernya, pesawat tersebut telah terlibat dalam bentrokan perbatasan dengan Kamboja pada tahun 2000-an, dan pada tahun 1980-an dalam bentrokan dengan Laos selama konflik Baan Rom Klao. (Gilang Perdana)
Israel Upgrade Jet Latih Tempur F-5B Freedom Fighter Spanyol, Agar Bisa Terbang Hingga Tahun 2030


