Robot Burung Flapping Wing Untuk Misi Pengintaian Tersamar

Ada banyak cara untuk melakukan misi pengintaian secara remote dari udara, mulai dari pemanfaatan drone (UAV) hingga quadcopter yang teknologinya secara terbatas telah dikuasai di dalam negeri. Tapi di luar drone ala Wulung UAV dan quadcopter yang dikembangkan Dislitbang TNI AD, ada lagi wahana pengintaian yang jauh lebih unik, pasalnya wahana jenis ini dirancang persis menyerupai burung. Bukan hanya mirip pada desain, cara kerjanya juga mengandalkan kepakan sayap untuk terbang, inilah yang disebut Robot Terbang Flapping Wing (RTFW).
Baca juga: CIA Ungkap Keberadaan Aquiline, Drone untuk Misi Intai di Wilayah Cina dan Uni Soviet

Baca juga: Wulung UAV: Pesawat Tanpa Awak Pengawal Perbatasan RI


Baca juga: TOPX4-B132 – Prototipe Quadcopter UAV dari Dislitbang TNI AD
Adopsi robot burung sudah beberapa waktu lalu menjadi program prototipe yang dirancang Dittopad (Direktorat Topografi Angkatan Darat) dengan Universitas Surya. Dengan wujud burung elang, wahana intai ini dapat terbang sembari menyamarkan identitas aslinya. Meski masih berupa prototipe, robot burung ini telah dihadirkan dalam beberapa varian. Seperti diperlihatkan dalam Pameran Alutsista TNI AD 2014, terdapat jenis burung sedang, burung besar, burung mini, dan kumbang. Dimensi dan besarnya burung tentu berpengaruh pada fleksibilitas, jarak jangkau, dan sensor yang dibawanya. (Gilang Perdana)
Burung Sedang
- Rentang Sayap : 130 cm
- Panjang torso : 72 cm
- Bahan frame : carbon fiber
- Baterai : 2S 1.500 mAh Lithium Polymer
- Motor : 30 Ampere ESC dengan fasilitas hard break 2X9 gram servo untuk gerakan roll dan pitch ekor.
- Komunikasi : radio control 2.4 Ghz
- Kamera : FPV mini DV camera 30 fps (frame per second) – 720×480 pixels.
- Lama terbang : 10 menit
Burung Besar
- Rentang Sayap : 188 cm
- Panjang torso : 80 cm
- Berat : 650 gram
- Frekuensi kepakan : 3 – 5 Mhz
- Bahan frame : carbon fiber dan duralium
- Sensor : akselerometer, giroskop, dan magnetometer
- Baterai : 2S 2.200 mAh Lithium Polymer
- Motor : 30 Ampere ESC dengan fasilitas hard break 2X9 gram servo untuk gerakan roll dan pitch ekor.
- Komunikasi : radio control 2.4 Ghz
- Kamera : FPV mini DV camera 30 fps (frame per second) – 720×480 pixels.
- Lama terbang : 10 menit
Jarak jelajah : 2 km
Burung Mini
- Rentang sayap : 42 cm
- Panjang torso : 82 cm
- Frekuensi kepakan : 30 Hz
- Berat : 23 gram
- Bahan frame : plastik dan steroform
- Baterai : lithium polymer 1 cell
Kumbang
- Dimensi : 13,5 x 5 x 3 cm
- Berat : 13 gram
Frekuensi kepakan : 30 Hz
Related Posts
-
Yunani Borong Ranpur Amfibi AAV (LVTP-7) Bekas USMC Senilai US$268 Juta
No Comments | Mar 22, 2023 -
AU Australia Rayakan 10 Tahun Pengabdian F/A-18F Super Hornet
10 Comments | Mar 26, 2020 -
RNS Pechenga (Dubna Class) – Kerap ke Indonesia, Inilah Kapal Tanker Andalan Armada Pasifik Rusia
36 Comments | Dec 15, 2020 -
KRI Prabu Siliwangi 321 Uji Tembak Perdana Leonardo Otobreda 127/64, Meriam Terbesar TNI AL!
1 Comment | Jan 29, 2026



Luar biasa ANAK anak Indonesia udah bisa buat DRONE seperti hewan burung…! Joosss maju terus..
wah keren banget ya
jadi pengen lihat cara terbangnya
Seberapa efektif (untuk mengelabuhi musuh) robot pengintai seperti ini? Penasaran seperti apa waktu terbang