Tag: Dislitbang TNI AD

Instalaza FTV Rifle Grenade -Diuji Coba Sebagai Senjata Bantu Infanteri TNI AD

Uji coba FTV Rifle Grenade dengan senapan M16 (Foto: dislitbang-tniad.mil.id)

Selain melakukan uji coba (sertifikasi) pada senjata lawan tank Alcotan-100 (M2) dan C90 Reusable, masih dari asal pabrikan yang sama, Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad) pada 8 Juli 2021 juga melakukan uji coba pada jenis senjata berupa granat senapan (rifle grenade) FTV buatan Instaza SA, Spanyol. (more…)

TNI AD Uji Coba Instalaza Alcotan-100 (M2), Senjata Lawan Tank Disposable Kaliber 100mm

Alcotan-100 (M2) – (Foto: dislitbang-tniad.mil.id)

Instalaza, nama manufaktur persenjataan asal Spanyol ini sudah tak asing lagi di Indonesia, pasalnya beberapa seri produknya (Instalaza C90-CR) yang masuk kategori roket anti tank/senjata lawan tank (SLT) telah digunakan oleh infanteri di matra darat dan matra udara (Paskhas). Dan belum lama ini ada kabar, bahwa TNI AD kini tengah menguji varian terbaru dari C90 yang disebut Alcotan-100 (M2). (more…)

ULV 1000: Rantis Buggy dengan Dua Pilihan Penggerak

Kilas balik ke tahun 2014, Dislitbang TNI AD dan PT Fin Komodo pernah meluncurkan rantis buggy Komodo KIT 250AT. Dan masih berupa rantis model buggy, kedua institusi tersebut kembali merilis rantis baru yang disebut ULV 1000. Dibanding Komodo KIT 250AT yang hanya menggunakan dua seat (kursi), maka ULV 1000 nampak lebih besar ukurannya, rantis dengan rangka tubular ini dilengkapi empat kursi. (more…)

Battlefield Management System CY-16H: Telah Terpasang di 120 Panser Anoa, MBT Leopard dan IFV Marder

Konsol BMS pada ranpur Anoa 6×6.

Saat mendengar seputar kemandirian industri alutsista, tentu ada rasa bangga dalam benak hati. Diantara bentuk kemandirian tersebut tercermin pada teknologi Battlefield Management System (BMS) yang dirilis perusahaan swasta nasional asal Bandung, PT Hariff Daya Tunggal Engineering (DTE). Bila di tahun 2015 serangkaian prototipe BMS baru diuji coba dan diperlihatkan ke media, maka kini ratusan ranpur lapis baja kavaleri TNI AD sudah mengadopsi teknologi BMS produksi dalam negeri. (more…)

Litbang TNI AD Perkenalkan Prototipe Kedua Mortir Mekatronik 81mm

Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD Nampak mencurahkan perhatiannya pada implementasi mortir reaksi cepat (super rapid mortar) dari basis teknologi mekatronik. Setelah prototipe pertama ditampilkan di ajang Indo Defence 2016, kini Dislitbang TNI AD kembali memperkenalkan seri penyempurnaan dari mortir mekatronik kaliber 81 mm. Meski masih bertajuk prototipe, rancangan mortir mekatronik yang paling baru sudah lebih kompak, dan dilengkapi plate (dudukan) yang siap dipasang pada ranpur (kendaraan tempur). (more…)

Ini Dia! Target Drone Canggih Milik TNI AD dan TNI AU

QW-3_2
Target Drone S-70 TNI AU

Peristiwa ditemukannya target drone Meggit BTT-3 Banshee yang hanyut di Selat Philips, Riau pada 31 Maret lalu ibarat membuka mata kita, bahwa dunia drone/UAV (Unmmaned Aerial Vehicle) punya kecabangan dalam pengembangannya, dan target drone bukan sesuatu yang asing di lingkungan TNI. Sejak Arhanud (Artileri Pertahanan Udara) TNI mengenal penggunaan rudal dan kanon SHORAD (Short Range Air Defence), maka adopsi target drone dipastikan menjadi bagian yang melekat dalam silabus latihan tembak secara real and live. (more…)

Ditpalad TNI AD: Sulap Truk Unimog U1300L Jadi Kendaraan Amfibi

2

Meski tipe truk militer TNI terbilang banyak ragamnya, namun Unimog dari Mercedes Benz tetap punya tempat tersendiri. Mulai dari unit infanteri, artileri hingga Brimob Polri adalah pengguna setianya sejak dekade silam. Debutnya kini kalah nyaring dibanding merek-merek truk baru, ditangan Ditpalad (Direktorat Peralatan Angkatan Darat), truk Unimog U1300L tak hanya sanggup melahap medan off road, tapi juga mampu diajak berenang, alias jadi rantis amfibi. (more…)

BRIsat: Akankah Jadi Satelit Komunikasi Utama TNI?

brisat

TNI AD dalam strategi pengembangan sistem komunikasinya telah mencanangkan deployment Open BTS (Base Transceiver Station). Akses jaringan seluler mandiri ini digadang untuk menyambung urat komunikasi hingga wilayah pedalaman, terutama di area yang tak terjamah coverage operator seluler. Lain dari itu, Open BTS juga dirancang sebagai jejaring akses kendali bagi drone (UAV/Unmanned Aerial Vehicle). (more…)