UH-60 Black Hawk Kepolisian Kolombia Jatuh Diserang Drone Kamikaze, Perangkat Anti Drone Disiapkan

Kemunculan drone dalam konflik telah menciptakan beberapa anomali, bukan hanya terjadi di Ukraina, belum ada ada kabar helikopter UH-60 Black Hawk milik Kepolisian Kolombia dilaporkan jatuh akibat serangan drone FPV (First Person View) kamikaze.

Baca juga: Sebuah Anomali, Jet Tempur MiG-29 Ukraina Jatuh Akibat Drone Kamikaze Shaded-136

Pihak berwenang di Kolombia mengonfirmasi sebuah helikopter UH-60 Black Hawk milik hancur dalam serangan drone saat menjalankan misi anti narkoba di wilayah Antioquia. Menurut para pejabat, UH-60 Black Hawk tersebut sedang mengangkut personel ke daerah pedesaan dekat Amalfi untuk memberantas tanaman koka, bahan baku produksi kokain.

Saat helikopter melayang di atas lereng bukit selama operasi pendaratan, helikopter tersebut ditabrak oleh drone FPV bermuatan bahan peledak.

Video yang dirilis oleh pemerintah menunjukkan momen tabrakan, diikuti oleh ledakan yang menyebabkan pesawat terbalik dan jatuh, menyebabkan helikopter buatan Sikorsky tersebut hancur total. Helikopter kedua, yang bertugas mengoordinasikan misi tersebut, merekam video serangan dan kecelakaan tersebut.

Gubernur Antioquia, Andrés Julián, mengunggah di X bahwa sebuah drone menyerang helikopter tersebut saat terbang di atas ladang daun koka.

Media lokal melaporkan bahwa 12 orang tewas di helikopter nahas tersebut. Presiden Kolombia Gustavo Petro dan Menteri Pertahanan Pedro Sánchez menyalahkan faksi-faksi pembangkang Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), kelompok pemberontak sayap kiri yang kini telah bubar.

Pemerintah Kolombia mengandalkan helikopter Black Hawk untuk mengangkut pasukan keamanan ke daerah-daerah terpencil tempat kelompok bersenjata dan kartel beroperasi. Namun, insiden terbaru ini menggarisbawahi meningkatnya penggunaan drone oleh organisasi kriminal dan sisa-sisa pemberontak di Kolombia.

Para pejabat Kolombia mengatakan pasukan keamanan akan melanjutkan operasi mereka di Antioquia meskipun terjadi serangan. Pihak berwenang juga menekankan bahwa langkah-langkah anti drone baru akan dipertimbangkan untuk mencegah insiden lebih lanjut yang menargetkan aset penerbangan militer dan polisi.

Untuk menghindari serangan drone kamikaze, sebuah helikopter harus melakukan manuver yang cepat dan tak terduga, menggunakan sistem pertahanan aktif dan pasif, serta memanfaatkan medan untuk bersembunyi.

Sistem pertahanan aktif seperti menggunakan penangkal elektronik (electronic countermeasures – ECM), sistem ini dapat mengacaukan sinyal kontrol drone, GPS, atau frekuensi radio yang digunakannya. Jika drone kehilangan sinyal, ia mungkin gagal menemukan target atau bahkan jatuh.

Bisa juga helikopter dibekali pengecoh panas (flares), meskipun lebih umum digunakan untuk menghindari rudal, flare dapat mengecoh drone yang menggunakan sensor inframerah untuk pelacakan.

Sementara sistem pertahanan pasif, seperti menggunakan cat anti-radar dan material penyerap panas dapat mengurangi jejak helikopter, membuatnya lebih sulit dideteksi oleh sensor drone. Secara keseluruhan, strategi terbaik adalah kombinasi dari semua metode ini: manuver yang cepat dan tidak terduga, didukung oleh teknologi pertahanan yang canggih, sambil memanfaatkan lingkungan sekitar untuk melindungi diri. (Bayu Pamungkas)

Anomali dari Laut Hitam, Jet Tempur Sukhoi Su-30 Rusia Ditembak Jatuh Drone Laut (USV) MAGURA V5

One Comment