Type 22 (Houbei class) – Kapal Cepat Rudal Katamaran dengan Desain Nyaris Stealth

Rupanya konsep hit and run bukan hanya diadopsi oleh Satuan Kapal Cepat TNI AL, meski punya armada laut yang cukup kuat, Cina tidak melupakan kehadiran KCR (Kapal Cepat Rudal). Dan selain heboh atas akuisisi jet tempur Chengdu J-10, kini bergulir kabar Indonesia yang tengah melirik KCR berlambung katamaran dari Cina.
Baca juga: Netizen Ramai Komentari Poster KCR PT PAL, Hit and Run atau Hit and Die?
Entah kabar tersebut sebatas isu atau memang sudah dalam perencanaan pengadaan, namun, KCR katamaran ini terbilang menarik, yakni berukuran kecil dengan bobot ringan. Angkatan Laut Cina sejak tahun 2004 telah mengoperasikan jenis KCR yang diberi label Type 22 Class.
Menurut informasi yang diterbitkan oleh Kementerian Pertahanan Cina pada tanggal 29 Juli 2024, KCR Type 22 (Houbei class) baru-baru ini melakukan latihan maritim di Laut Cina Timur, yang tak jauh dari wilayah Taiwan dan Jepang.
Dibangun oleh Hudong-Zhonghua Shipbuilding di Shanghai, Type 22 punya tampilan yang futuristik, dimana Type 22 mencomot model lambung katamaran dan konstruksi desain ala stealth poligonal.
Tapi perlu dicatat, meski desain konstruksinya mengacu ala stealth, namun kadar stealth pada kapal cepat ini diragukan, pasalnya beberapa bagian dari sudut kapal memiiki “kekacauan” reflektif, seperti bentuk lampu sorot, antena radar dan peluncur rudal.
Ditambah lagi material pada lambung kapal ini masih menggunakan bahan alumunium, sementara desain kapal stealth, seperti KCR KRI Klewang 625 sudah menggunakan bahan komposit yang relatif sulit dideteksi radar lawan.

Type 22 dirancang untuk berpatroli di wilayah pesisir. Jumlah Type 22 yang telah dibuat lumayan banyak, yaitu 82 unit dan sudah disebar penggunaannya di ketiga armada Angkatan Laut Cina. Beberapa sumber menyebut, KCR Type 22 sudah dilengkapi sistem datalink canggih untuk command and control dan dapat terkoneksi dengan jaringan data pada pesawat intai dan airborne early warning and control (AEW&C).
[the_ad id=”77299″]
Dari aspek persenjataan, Type 22 mengusung delapan rudal anti kapal C-802 dan pada bagian haluan terdapat kanon reaksi cepat Norinco NG-18 (copy-an AK-630). Besar kemungkinan, Type 22 telah di-upgrade dengan pemasangan pelucur rudal hanud MANPADS QW class. Bicara dapur pacu, Type 22 disokong 2 unit mesin diesel yang masing-masing menghasilkan tenaga @6,865 hp (5,119 kW) dengan 4 waterjet propulsors. Dari tenaga tersebut, KCR katamaran ini sanggup ngebut sampai 36 knots (67 km per jam).

[the_ad id=”77299″]

Diawaki oleh 12 personel, KCR Type 22 punya panjang 42,6 meter dan lebar 12,2 meter. Bobot standar kapal 220 ton dan bobot penuh mencapai 224 ton. Salah satu yang membuat kapal cepat rudal ini terlihat sangar adalah penggunaan disruptive camouflage dengan cryptic coloration.
Baca juga: Unit Kedua Korvet Stealth Katamaran Tuo Chiang Class Meluncur, Spesifikasinya Bikin Iri
Seolah ingin menandingi Cina, Taiwan juga ikutan memproduksi kapal perang (korvet) dengan desain stealth katamaran, yakni Tuo Chiang Class. Meski sama-sama katamaran dan bernuansa stealth, namun, Type 22 tak sebanding dengan Tuo Chiang Class, di mana korvet Taiwan ini selain ukurannya lebih besar, persenjatannya juga lebih lengkap, sebut saja ada 8 peluncur rudal anti kapal Hsiung Feng II, 8 rudal anti kapal/permukaan supersonic Hsiung Feng III, meriam OTO Melara 76 mm pada haluan, kanon reaksi cepat CIWS Phalanx dan dua dudukan untuk senapan mesin berat M2HB kaliber 12,7 mm. (Gilang Perdana)



Periskop,
Yang ditawarkan untuk ALRI :
Houbei class
Fregat type 054
Destroyer type 052D
Kapal selam S-26T
Kapal selam 039A
Kapal selam S-26T kan nggak jadi karena akhirnya diambil oleh Thailand jadi kemungkinan yang akan kita ambil adalah kapal selam 039A.
Berkenaan kapal selam ex China yang 10 biji itu saya kepinginnya 039A sebanyak 4 unit dan yang 6 unit sisanya adalah project 636.3 improved Kilo submarine.
Widya,
USD 3.1 miliar itu terdiri dari:
USD 1.6 miliar untuk jet tempur (J-10)
USD 1 miliar untuk sistem rudal pertahanan pantai (CM-302)
Usd 500 juta untuk kapal serang sangat ringan/KSSR.
Saya kira KSSR nya bakal ambil dari Turki. Ternyata ambil dari Houbei class. Mungkin dari USD 500 juta itu akan dapat 12-24 unit Houbei class.
sip makasih min, tambahan,diluar j-10 dan type 22 houbei ini, dari yang bisa saya temukan, ada kemungkinan type 52d dan s-26t “dilanjut” dan entah benar atau tidak s-26t atau mungkin kalsel cina lainnya, dibeli sekitar 10 unit, barangkali ada yang mau koreksi ini silahkan aja, untuk lebih tepatnya ini saya dengar dari beberapa channel yt yang biasa bahas militer, ada bukti berupa pamflet sepertinya yang menyebutkan juga adanya rencana pembelian type 52d dan kalsel cina sebanyak 10 unit
*note: yang mau protes jangan ke saya ya, saya hanya menyampaikan kabar, tidak lebih tidak kurang, peace 🙂
@iwan pansir: Sepertinya tidak untuk dikerahkan ke LCS, proyeksi ke Selat Malaka atau Ambalat nih kapal 🤔
Masih dari info Janes yang dikutip, apabila 3.1 miliar USD ini dibagi 1.6 miliar USD untuk 42 unit J-10B bekas dan sisa 1.5 miliar USD untuk pengadaan kapal cepat rudal katamaran Type 22 (Houbei class) dan rudal anti-kapal CM-302 varian ekspor dari YJ-12. Kira-kira bisa dapat berapa unit Type 22 ya, 25 unit atau 50 unit? 🤔
Jeruk mangan jeruk di LCS😁
YANG ” LUDIN ” NGGAK diLANJUTKAAAAAN, MALA BELI DR CINAAAAA……
WHAT THE