Update Krisis IranKlik di Atas

Timur Tengah Memanas, AS Tunda Pensiun Kapal Induk USS Nimitz Demi Jaga Supremasi

Kapal induk tertua dalam layanan aktif Amerika Serikat, USS Nimitz (CVN-68), baru saja mendapatkan “nafas kedua”. Meskipun awalnya dijadwalkan untuk mulai dinonaktifkan pada Mei 2026 setelah 50 tahun mengabdi, US Navy mengonfirmasi penundaan pensiun kapal ini hingga Maret 2027. Keputusan ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan langkah strategis di tengah gejolak geopolitik dunia yang kian memanas.

Baca juga: Pertama Sejak Dua Dekade, Tidak Ada Satu pun Kapal Induk AS di Indo Pasifik, Saat yang Rawan Bagi Taiwan!

Penyebab teknis utama penundaan ini adalah keterlambatan pengiriman kapal induk Gerald Ford class kedua, USS John F. Kennedy (CVN-79). Kapal induk nuklir terbaru tersebut saat ini masih berada di galangan kapal Newport News dan dijadwalkan baru akan diserahkan ke Angkatan Laut pada pertengahan 2027 karena adanya penyempurnaan pada sistem Advanced Arresting Gear (AAG) dan lift senjata.

Namun, di balik kendala galangan kapal tersebut, terdapat analisis strategis yang tak kalah kuat terkait kondisi geopolitik global. Saat ini, Amerika Serikat tengah berupaya mempertahankan efek deteren di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan tiga kapal induk sekaligus. Kehadiran kekuatan laut sebesar ini sangat krusial untuk mengantisipasi eskalasi konflik di Laut Merah serta menjamin keamanan jalur perdagangan internasional dari ancaman proksi regional.

Dalam konteks ini, memensiunkan USS Nimitz saat ketegangan sedang memuncak akan memberikan sinyal kelemahan taktis yang bisa dimanfaatkan oleh lawan-lawan AS di kawasan tersebut.

Tanpa USS Nimitz, armada AS akan turun di bawah batas minimum legal 11 kapal induk yang ditetapkan oleh undang-undang federal. Hal ini akan menciptakan celah dalam rotasi penempatan global yang sangat berisiko.

Menilik sejarahnya, USS Nimitz adalah monumen hidup dari supremasi maritim Negeri Paman Sam. Kapal yang dijuluki sebagai “Old Salt” ini diletakkan lunasnya pada 22 Juni 1968 dan diluncurkan pada 13 Mei 1972. Setelah melalui serangkaian uji coba, kapal ini resmi masuk dinas aktif atau melakukan komisioning pada 3 Mei 1975, yang diresmikan langsung oleh Presiden Gerald R. Ford.

Monitor Data AIS, Hari ini Kapal Induk USS Nimitz Lintasi Selat Malaka Menuju Laut Cina Selatan

Sebagai kapal pemimpin (lead ship) di kelasnya, Nimitz menetapkan standar baru bagi kapal induk nuklir modern dengan desain yang lebih efisien dan perlindungan yang lebih kuat dibandingkan generasi sebelumnya.

Secara teknis, USS Nimitz merupakan raksasa samudera dengan bobot mati mencapai 100.000 ton saat muatan penuh dan panjang total sekitar 332 meter. Ditenagai oleh dua reaktor nuklir Westinghouse A4W, kapal ini mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 30 knot dan dapat beroperasi selama lebih dari 20 tahun tanpa perlu mengisi ulang bahan bakar.

Sehari Sebelum USS Nimitz Lintasi Selat Malaka, Frigat Xuchang 536 AL Cina Masuki ZEE Indonesia di Natuna Utara

 

Kemampuan USS Nimitz membawa hingga 90 pesawat tempur, termasuk F/A-18E/F Super Hornet dan pesawat peringatan dini E-2D Hawkeye, menjadikannya sebuah pangkalan udara terapung yang sangat mematikan.

Hingga saat ini, terdapat 10 kapal induk dalam keluarga Nimitz class, mulai dari CVN-68 sendiri hingga USS George H.W. Bush (CVN-77) yang menjadi unit terakhir di kelas tersebut. Perpanjangan tugas ini memastikan bahwa sang pelopor kelas ini akan menutup sejarah panjangnya dengan tetap menjadi tulang punggung keamanan global hingga hari terakhirnya. (Gilang Perdana)

Di Laut Cina Selatan, Kapal Induk USS Nimitz Rayakan 350.000 Kali Pendaratan oleh Sebuah Jet Tempur

One Comment