Thailand Amankan Ranpur BTR-3E1 8×8: Sempat ‘Dikuasai’ Pasukan Kamboja

Selain hancur di medan peperangan, sebenarnya lebih mencoreng muka bila ada persenjataan atau alutsista yang disita atau dirampas oleh lawan. Lantaran konflik tak bisa dilepaskan dari pencitraan. belum lama ini Angkatan Darat Thailand memberikan klarifikasi sekaligus bantahan, bahwa ranpur (kendaraan tempur) BTR-3E1 8×8 telah direbut oleh pasukan Kamboja.
Baca juga: Rudal GAM-102LR Kamboja Disita Thailand: Senjata Anti Tank Generasi Kelima Buatan Cina
Lewat klarifikasi, Angkatan Darat Thailand telah menemukan kembali kendaraan pengangkut personel lapis baja (APC) plus Infantry Fighting Vehicle (IFV) BTR-3E1 yang mengalami kerusakan selama operasi baru-baru ini di dekat perbatasan Thailand-Kamboja, hal ini sekaligus bantahan atas berita yang beredar sebelumnya bahwa ranpur lapis baja tersebut telah direbut Kamboja.
Menurut pejabat militer Thailand, insiden tersebut terjadi pada 12 Desember 2025, selama operasi di distrik Ta Phraya, provinsi Sa Kaeo, dekat perbatasan Kamboja. Media Kamboja dan akun media sosial kemudian merilis gambar yang menunjukkan bahwa pasukan Kamboja telah merebut kendaraan lapis baja beroda Thailand selama bentrokan tersebut.
Sumber militer Thailand mengatakan klaim tersebut tidak akurat, berdasarkan foto dan penilaian selanjutnya, BTR-3E1 tampaknya secara tidak sengaja tergelincir ke parit drainase pinggir jalan saat bermanuver mundur. Pengemudi tidak dapat mengeluarkan kendaraan tersebut dalam kondisi medan perang, dan pasukan Thailand terpaksa mundur dari area tersebut karena kekhawatiran keamanan yang berkelanjutan, meninggalkan kendaraan lapis baja tersebut untuk sementara waktu.
The Armed Forces of Cambodia captured a Soviet-Ukrainian BTR-3E1 infantry fighting vehicle from the Armed Forces of Thailand. pic.twitter.com/TvaWxcd4i5
— King Chelsea Ug 🇺🇬🇷🇺 (@ug_chelsea) December 15, 2025
Pasukan Kamboja kemudian terlihat memeriksa kendaraan yang ditinggalkan setelah pasukan Thailand mundur. Untuk beberapa waktu, kedua pihak dilaporkan mempertahankan posisi saling berhadapan di area tersebut, tanpa ada pihak yang mencoba memindahkan kendaraan di tengah ketegangan yang meningkat.
Dalam pembaruan selanjutnya, Angkatan Darat Thailand mengkonfirmasi bahwa tim pemulihan berhasil kembali ke lokasi dan mengeluarkan BTR-3E1, mengembalikannya ke bawah kendali Thailand. Operasi pemulihan selesai tanpa eskalasi lebih lanjut, menurut laporan militer Thailand.
Footage from the RTA showing a BTR-3E1 IFV / APC and an upgraded V-150 (with a RWS) armoured car moving out of their base, heading for the Thai-Cambodian Border.
If so, this is the first time we see the upgraded V-150 moving out for a conflict.
However,… pic.twitter.com/ERWW1UpOVS
— T-55AM1 (@T_55AM1_) December 11, 2025
Kendaraan yang terlibat, BTR-3E1, adalah kendaraan tempur infanteri beroda yang dikembangkan oleh Kharkiv Morozov Machine Building Design Bureau (Ukraina) dan diproduksi bekerja sama dengan perusahaan Thailand. Ranpur ini dioperasikan oleh Angkatan Darat Thailand dan digunakan terutama untuk pengangkutan pasukan, patroli, dan misi keamanan perbatasan.
Keluarga BTR-3 dirancang Kharkov Morozov Design Bureau (KMDB) dan diproduksi oleh Kiev Armoured Plant, kerangka kerja sama untuk pembangunan fasilitas produksi di Thailand diduga terkait dengan penyediaan suku cadang dan produksi BTR-3E1. Angkatan Darat Thailand pada tahun 2008 dan 2011 telah mengakuisisi 220 unit ranpur BTR-3E1 Armoured Fighting Vehicle (AFV).

Keunggulan utama BTR-3E1 terletak pada modul senjata otomatisnya yang dikendalikan dari dalam kendaraan (turret). Modul ini umumnya dikenal sebagai BM-3M “Shturm” atau versi turunannya. Senjata utama berupa kanon ZTM-1 (atau KBA-1) 30 mm untuk menghancurkan ranpur ringan, posisi pertahanan, dan infanteri musuh.
Selain itu, ranpur ini juga dilengkapi rudal anti tank (ATGM) Barrier, rudal ini adalah senjata paling mematikan BTR-3E1, mampu menghancurkan tank tempur utama (MBT) musuh dari jarak jauh (biasanya hingga 5 km) dengan hulu ledak tandem yang efektif melawan lapis baja reaktif. (Gilang Perdana)
Ukraina Gandeng Thailand Bangun Fasilitas Produksi Ranpur BTR-3KS



“Angkatan Darat Thailand mengkonfirmasi bahwa tim pemulihan berhasil kembali ke lokasi dan mengeluarkan BTR-3E1, mengembalikannya ke bawah kendali Thailand. Operasi pemulihan selesai tanpa eskalasi lebih lanjut, menurut laporan militer Thailand.”
Trofi kemenangan tentara Kamboja yang digembar-gemborkan itu ternyata cuma ‘ilusi’ ya 😅