Ukraina Gandeng Thailand Bangun Fasilitas Produksi Ranpur BTR-3KS

Di Indonesia, produk ranpur amfibi 8×8 asal Ukraina boleh dikatakan belum mencapai kata sukses dalam pemasaran, lantaran Korps Marinir emoh melanjutkan pengadaan panser amfibi BTR-4. Tapi lain halnya dengan Thailand, Negeri Gajah Putih ini baru saja diwartakan mendapatkan kemitraan dari kelompok industri pertahanan Ukraina, UkrOboronProm. Dimana Thailand dipercaya untuk memproduksi ranpur komando BTR-3KS 8×8.

Baca juga: Ukraina Luncurkan BTR-3KS, Kendaraan Komando Lapis Baja Berpenggerak 8Γ—8

Dikutip dari janes.com (29/7/2019), Pavlo Bukin, direktur UkrOboronProm mengatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya pada 25 Juli bahwa ia telah mengirim “first machine kit” ke Thailand untuk BTR-3KS. Nantinya Thailand akan memproduksi ranpur komando ini berdasarkan lisensi dari UkrOboronProm.

Lebih lanjut UkrOboronProm tidak menyebutkan berapa banyak BTR-3KS yang akan diproduksi di Thailand, juga tidak disebutkan rincian tentang kesepakatan yang mendukung pengaturan dalam produksi dan pemasaran. Sejauh ini pejabat pertahanan Thailand belum mengomentari atas kabar dari UkrOboronProm. Bukin menyebut bahwa Thailand adalam mitra strategis Ukraina di kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya AD Kerjaan Thailand pada tahun 2008 dan 2011 pernah mengakuisisi 220 unit ranpur BTR-3E1 Armoured Fighting Vehicle (AFV).

Keluarga BTR-3 dirancang Kharkov Morozov Design Bureau (KMDB) dan diproduksi oleh Kiev Armoured Plant, kerangka kerja sama untuk pembangunan fasilitas produksi di Thailand diduga terkait dengan penyediaan suku cadang dan produksi BTR-3E1. Sebagai wujud Transfer of Technology (ToT), pelaksanaan produksi BTR-3KS berada di bawah naungan Defence Technology Institute (DTI), yaitu institusi yang berada langsung di bawah Kementerian Pertahanan Thailand.

Tentang BTR-3KS, adalah ranpur lapis baja yang peran utamanya sebagai kendaraan markas, persisnya BTR-3KS punya fungsi automated battle management system yang mampu menyajikan situational awareness information dengan basis komunikasi digital komputer yang aman, termasuk mengelola komunikasi pada jaringan taktis.

BTR-3KS dapat menggabungkan dan memproses semua informasi yang ditransmisikan dari stasiun komando, kendaraan tempur, satuan radar, dan kendaraan udara tak berawak (UAV) melalui komunikasi digital yang aman.

Berperan sebagai kendaraan komando dan kendali, BTR-3KS punya rancangan unik, yaitu pada bagian lambung ranpur 8Γ—8 ini dinaikan sehingga menyerupai kubah, di ruang inilah para staf komando bekerja. BTR-3KS diisi oleh 9 awak, sudah termasuk pengemudi dan komandan yang duduk di kompartemen depan. Sebagai sistem pertahanan, tepat di atas kubah komando disematkan satu pucuk SMB (Senapan Mesin Berat) kaliber 12,7 mm yang dioperasikan lewat Remote Control Weapon System (RCWS).

BTR-3E1 AD Kerajaan Thailand

Pada BTR-3KS terdapat drone ukuran mini. Drone dari jenis sayap tetap (fixed wing) ini terlihat ditempatkan pada sisi kanan body, yang proses peluncurannya dilakukan secara manual. Drone ini berperan sebagai kepanjangan mata untuk tugas intai tempur, dimana sensor kamera yang terekam dapat langsung ditransmisikan ke ranpur via radio data link.

Baca juga: Selangkah Lebih Maju, Myanmar dan Ukraina Bangun Basis Perakitan Ranpur BTR-4 8Γ—8

Sebelum bekerja sama dengan Thailand, Ukraina lebih dulu menjalin kerja sama produksi dengan Myanmar untuk fasilitas perakitan ranpur BTR-4 8×8. (Gilang Perdana)

13 Comments