Tag: TNI AD

Grup 5 Kopassus Perkuat Lini Intai: Adopsi Drone VTOL V-Bat yang Bisa Diluncurkan dari Bak Truk

Satuan elit Grup 5 Kopassus TNI AD baru-baru ini memperkuat taringnya di bidang intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) dengan mengakuisisi drone canggih V-Bat buatan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Shield AI. Langkah ini menempatkan Korps Baret Merah pada level baru dalam peperangan asimetris modern, di mana mobilitas tinggi dan kemampuan deteksi dini menjadi kunci kemenangan di lapangan. (more…)

Acrow Bridge 700XS: Jembatan Bailey Terbaru Zeni TNI AD

Instalasi jembatan Bailey oleh personel Yon Zipur TNI AD

Medium Girder Bridge (MGB) punya keunggulan dalam fleksibilitas penggelaran, namun saat dituntut untuk menyeberangkan Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4 Ri yang bobotnya mencapai 62 ton, tentu menjadi sangat riskan, mengingat kapasitas MGB yang hanya 60 ton, alias untuk menghantarkan tank ringan dan sedang. (more…)

Setelah Turangga, Kini RCWS Aselsan SARP Dipasang Pada Rantis J-Force 4×4 Kopassus

Setelah sebelumnya dipasang pada kendaraan tektis (rantis) lapis baja Turangga 4×4 milik Korpasgat (Korps Pasukan Gerak Cepat) – d./h Paskhas TNI AU, kini modul modul RCWS (Remote Control Weapon Station) buatan Turki, Aselsan SARP dipasang pada rantis J-Force 4×4 yang akan digunakan oleh Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD. (more…)

Steyr SK-105 Kürassier – ‘Kembaran’ Tank Ringan AMX-13, Sempat Diuji Coba di Indonesia

Uji coba Steyr SK-105 di Kebumen, Agustus 1983 (foto repro Priyono Bitles Combat)

Pernah populer pada zamannya, ranpur jenis tank ringan buatan Austria ini kerap disebut sebagai ‘kembaran’ dari AMX-13 yang kondang sebagai produksi Perancis. Punya desain turret (kubah) osilasi, tak sedikit orang yang mengira SK-105 Kürassier produksi Steyr Daimler Puch AG, Austria, adalah AMX-13. Dan tahukah Anda, bahwa tank ringan dari Austria ini pernah menjajal beratnya medan di Indonesia pada awal dekade 80-an. (more…)

PT SSE Luncurkan Varian Baru Rantis Lapis Baja P2 Tiger 4×4 – Untuk TNI AD dengan Teknologi Penggerak dari Perancis

Perusahaan swasta nasional, PT Sentra Surya Ekajaya (SSE) rupanya tak berhenti dalam mengembangkan rantis (kendaraan taktis) lapis baja APC P2 Tiger 4×4. Setelah menyerahkan unit yang digunakan Kopasgat – Komando Pasukan Gerak Cepat (d/h Paskhas), kini PT SSE kembali meluncurkan P2 Tiger dalam varian baru. (more…)

Intip Nora B52 155mm, Self Propelled Howitzer dari Serbia

Sejak era MEF (Minimum Essential Force) tahap I, pengadaan alutsista di lini artileri medan TNI AD mendapat perhatian serius dari pemerintah. Lebih mengerucut lagi pada hadirnya SPH (Self Propelled Howitzer) jenis TRF-1 CAESAR kaliber 155 mm buatan Nexter GIAT, Perancis. Kemhan pun tak ‘pelit,’ 37 unit CAESAR resmi didatangkan ke Indonesia untuk memperkuat dua batalyon armed (artileri medan).
(more…)

Jepang Luncurkan “Nihonbare” – Landing Craft Utility (LCU) Berbobot 2.400 Ton untuk Angkatan Darat

Bila TNI AD memiliki Dinas Pelayaran Angkatan Darat (Dislaikad) yang mengoperasikan berbagai jenis kapal, termasuk Landing Craft Utility (LCU), maka demikian pula dengan Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) atau Angkatan Darat Jepang, memiliki dinas sejenis yang Je LCU untuk mendukung operasi angkatan darat terutama dalam transportasi logistik, personel, dan alat tempur ke berbagai pulau. (more…)

Jankel Al-Thalab LRPV 4×4 – Rantis Kopassus Untuk Misi Intai/Serbu Jarak Jauh

Jankel LRPV (Long Range Patrol Vehicle) yang digunakan Kopassus terbilang jarang disebut dalam jagad rantis TNI. Kendaraan taktis berdesain tubular dengan rollbar ini tampilannya memang cenderung biasa-biasa saja.  Tapi jangan salah kira, rantis 4×4 dengan mesin Toyota Hilux dan sasis dari Toyota Land Cruiser pickup ini adalah besutan Jankel Armouring Limited, produsen kendaraan militer dari Inggris.
(more…)

KH-179 155mm – Towed Howitzer (Tarik) dengan Kaliber Terbesar Armed TNI AD

KH-179 Yonarmed 18/Buritkang.

Guna memenuhi elemen fire power dalam MEF (minimum essential force), satuan Artileri Medan TNI AD pada tahun 2014 mendapat sejumlah perkuatan alutsista, selain ASTROS II MK6 Self Propelled MLRS, lalu di lini meriam ada TRF-1 CAESAR Self Propelled Howitzer 155 mm yang berkaliber besar. di periode tersebut TNI AD juga mendapatkan 54 pucuk meriam KH-178 kaliber 105 mm dari Korea Selatan untuk melengkapi 3 batalyon (more…)