Selain berita penampilan Kim Jong Un yang kini berubah menjadi kurus, ada kabar yang terbilang cetar membahana datang dari Korea Utara. Serasa sebuah adegan di film science-fiction, Railway Mobile Missile Regiment diwartakan telah meluncurkan rudal balistik dari atas kereta api. (more…)
Setelah menanti hampir empat tahun sejak diluncurkan, Angkatan Laut Korea Selatan – Republic of Korea Navy (RoKN) pada 13 Agustus lalu telah meresmikan pengoperasian Dosan Ahn Changho (SS 083, yaitu kapal selam diesel listrik hasil rancangan ‘original’ pertama yang dibuat oleh galangan dalam negeri. (more…)
Kebanyakan negara tengah linglung akibat kasus pandemi Covid-19, tak terkecuali negara kuat sekelas Amerika Serikat pun mulai kelabakan dengan munculnya varian delta. Namun nun jauh di Cina, situasi nampaknya jauh lebih terkendali, termasuk kemampuan Cina Dararan yang mampu menggenjot kekuatan militernya, baik yang diketahui secara terbuka maupun secara diam-diam. (more…)
Umumnya kapal selam yang punya kemampuan meluncurkan rudal balistik secara VLS (Vertical Launching System) identik sebagai pemangku senjata nuklir, itu bisa dicirikan seperti Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis, Cina, Korea Utara dan India, yang sejak lama mengoperasikan kapal selam serang bertenaga nuklir. Namun, anggapan itu sepertinya terpatahkan dengan apa yang dilakoni oleh Korea Selatan. (more…)
Apa yang Anda baca berikut mungkin terkesan seperti adegan di film fiksi ilmiah, dimana kontainer atau peti kemas sipil, bukan berisikan komoditi barang dagangan, melainkan berisi rudal balistik. Tapi faktanya itu bukan fiksi, di era Perang Dingin, Uni Soviet telah melakukan penyamaran tersebut. Adopsi peluncur rudal pada truk kontainer sipil dilakukan dengan tujuan untuk mengelabui pengintaian dari udara, baik oleh pesawat intai maupun satelit mata-mata. (more…)
Sebagai dua negara yang bersekutu abadi, Amerika Serikat dengan kemampuan adidaya, lazimnya yang memasok sistem persenjataan ke Israel. Namun, rupanya ada yang berbeda dalam kasus rudal hanud (pertahanan udara), dimana Angkatan Darat AS (US Army) justru menjatuhkan pilihan untuk mengakuisisi Iron Dome besutan Israel. Meski sebatas mendatangkan dua baterai (kompi), adopsi Iron Dome untuk operasional US Army adalah sebuah loncatan dan kecepercayaan besar bagi industri militer Negeri Yahudi. (more…)
Pejabat di Washington dibuat mencak-mencak atas uji coba rudal Rusia. Letnan Jenderal Nina Armagno, Chief of Space Operations US Space Force mengungkapkan, “Amerika Serikat harus mengambil langkah sesuatu atas uji coba rudal balistik Rusia baru-baru ini.” Rusia pada 15 Desember lalu telah melakukan uji coba rudal yang memberi ancaman langsung pada satelit yang ada di orbit rendah bumi. (more…)
Antara Amerika Serikat dan Uni Soviet memang punya strategi yang berbeda dalam mengusung platform peluncur rudal balistik antar benua, tak seperti Soviet, AS tidak memilih platform peluncur rudal balistik mobile dengan menggunakan basis heavy truck, alih-alih Negeri Paman Sam lebih mengedepankan mobilitas launcher rudal balistik lewat arsenal kapal selam nuklirnya. (more…)
Penyamaran rupanya masih menjadi kebutuhan bagi satuan peluncur rudal jelajah dan rudal balistik. Selain Iran yang belum lama menampilkan rudal anti kapal Noor yang diluncurkan dari truk sipil berukuran kecil, maka serupa tak tak sama, di era Perang Dingin, Uni Soviet pernah merancang peluncuran rudal balistik jarak jauh antarbenua dari platform truk trailer kontainer sipil yang disamarkan. (more…)
Selain rudal balistik antarbenua terbesar di dunia, Hwasong-16, sejatinya masih banyak alutsista baru yang diperlihatkan Kim Jong Un saat parade militer di Perayaan HUT Partai Buruh ke-75 yang dihelat di Pyongyang pada 10 Oktober lalu. Dan, salah satu yang berhasil mencuri perhatian analis militer adalah sosok rudal balistik berbasis dari kapal selam – submarine launched ballistic missiles (SLBM), Pukguksong-4. (more…)