Angkatan Darat AS Terima Baterai Kedua Sistem Hanud Iron Dome dari Israel

(Times of Israel)

Sebagai dua negara yang bersekutu abadi, Amerika Serikat dengan kemampuan adidaya, lazimnya yang memasok sistem persenjataan ke Israel. Namun, rupanya ada yang berbeda dalam kasus rudal hanud (pertahanan udara), dimana Angkatan Darat AS (US Army) justru menjatuhkan pilihan untuk mengakuisisi Iron Dome besutan Israel. Meski sebatas mendatangkan dua baterai (kompi), adopsi Iron Dome untuk operasional US Army adalah sebuah loncatan dan kecepercayaan besar bagi industri militer Negeri Yahudi.

Baca juga: Iron Dome – Sistem Proteksi Canggih Ruang Udara Singapura

Mengutip sumber dari Janes.com (5/1/2021), belum lama ini Israel telah mengirimkan sistem baterai kedua Iron Dome ke Angkatan Darat AS, pengiriman ini terbilang cepat, mengingat pengiriman unit baterai pertama Iron Dome baru dilakukan pada September 2020. Kontrak pengadaan untuk dua baterai Iron Done dilakukan AD AS pada Agustus 2019, dimana Iron Dome dipersiapkan sebagai sistem hanud jarak dekat yang akan melindungi instalasi militer AS dalam gelar operasi di manca negara.

Menurut The Times of Israel, sistem hanud Iron Dome telah dioperasikan selama hampir sepuluh tahun di Israel dan telah berhasil mencegat serangan lebih dari 2.400 proyektil. Baterai Iron Dome mencakup peluncur dan rudal yang dikembangkan oleh Rafael Advanced Systems dan unit radar yang dibuat oleh Elta. Kemudian untuk pusat komando dan kendali dipasok oleh Amperst.

(Times of Israel )

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan, “Kami yakin bahwa sistem Iron Dome akan membantu Angkatan Darat AS dalam melindungi pasukan Amerika dari ancaman serangan balistik dan udara, serta dari beragam ancaman yang berkembang di daerah di mana pasukan AS dikerahkan di berbagai wilayah.”

Iron Dome pertama kali digelar pada 27 Maret 2011 di Kota Bersheba, Israel Bagian Selatan. Hanya dalam hitungan minggu, Iron Dome berhasil pencegatan roket pertama yang diluncurkan dari kawasan Gaza, Palestina. Setahun sesudahnya, sistem ini berhasil mencegat 93 roket, dan saat ini sudah lima baterai Iron Dome yang dioperasikan, diantaranya melindungi Kota Sderot, Gush Dan dan Ashdod. Baterai kelima ditempatkan di Tel Aviv. Meski tiada sistem hanud yang sempurna, tingkat keberhasilan pencegatan Iron Dome sudah mencapai level 80 – 90 persen.

(Janes.com)

Sistem Iron Dome terdiri dari unit rudal pencegat (C-RAM/Counter Rocket, Artillery, and Mortar) yang diberinama Tamir, sistem Battle Management & Control (BMC) dan sistem radar pendeteksi atau counter battery radar. Berbeda dengan sistem hanud Pantsir-S1 dari Rusia yang memadukan komponen radar, rudal dan kanon dalam satu kesatuan, maka Iron Dome digelar dalam paket yang terpisah.

Sistem Tamir dikemas dalam kotak peluncur yang berkapasits 20 rudal. Mobilitas launcher ini dibawa dengan truk 6×6, namun untuk standby peluncur dipasang di atas dudukan mati. Sementara untuk sistem radar dirancang mampu mendeteksi sasaran mulai dari roket, artileri, bahkan sampai proyektil mortir 60 mm.

Model pencegatan sasaran dilakukan dengan aman, yakni saat sasaran sedang berada pada lintasan terbangnya. Keharusan dari sistem Iron Dome yakni jaminan bahwa sisa serpihan rudal/roket yang berjatuhan tidak boleh melukai penduduk yang ada dibawahnya.

Baca juga: AU Singapura Konfirmasi Kesiapan Operasional Sistem Rudal Hanud Aster 30 SAMP/T

Sistem kerja Iron Dome dapat dibagi dalam tiga tahap, dimana radar akan mendeteksi ancaman yang datang dan perkiraan arah datangnya. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke unit BMC yang akan menghitung lintasan dari target, mulai dari posisi luncur sampai titik perkiraan jatuh. Berdasarkan kalkulasi tersebut, sistem kemudian menyiapkan rudal Tamir untuk mencegat sasaran di koordinat yang tepat. (Bayu Pamungkas)

12 Comments