Tag: roket anti tank

PT Dahana dan Hariff Defense Tampilkan SLT (Senjata Lawan Tank) Berbasis Roket dengan Peluncur Reusable

Senjata Lawan Tank (SLT) kembali diperkenalkan dalam pameran pertahanan Indo Defence 2024 (11-14 Juni 2025), kali ini jenis SLT terbaru adalah hasil rancangan dari BUMN PT Dahana dan perusahaan swasta nasional, PT Hariff Dipa Persada (Hariff Defense). Proyek ini merupakan pengembangan utama dalam upaya Indonesia untuk membangun produksi persenjataan ringan dalam negeri, yang bertujuan untuk memenuhi persyaratan pelatihan dan operasional. (more…)

RPG-76 Komar – Granat “Nyamuk” Berpeluncur Roket dari Polandia yang Berlaga di Perang Ukraina

Polandia mengirimkan bantuan senjata ringan anti tank ke militer Ukraina. Senjata yang dimaksud adalah RPG (Reaktívny Protitankový Granát)-76 Komar, atau singkatnya ini adalah granat berpeluncur roket, mirip dengan RPG-7 yang legendaris, namun, bila RPG-7 mengadopsi peluncur reusable, sebaliknya RPG-76 Komar masuk ke segmen senjata dengan peluncur sekali pakai buang (disposable). (more…)

Roket Anti Tank dengan Peluncur Disposable RPG-75 Perkuat Senjata Pasukan Pendarat TNI

(foto: Korps Marinir)

Meski jumlahnya tidak diketahui, ada kabar Korps Marinir dalam waktu tak lama lagi bakal mengoperasikan senjata lawan tank atau roket anti tank disposable (peluncur sekali buang), menjadikan Korps Marinir sejajar dengan infanteri TNI AD dan Kopasgat TNI AU yang lebih dulu mengoperasikan roket anti tank disposable, meski dari merek yang berbeda. (more…)

Roket Anti Tank RPG-26 Aglen, Senjata Favorit Drone Quadcopter Rusia

Semestinya pengembangan drone copter bersenjata di Indonesia dapat bercermin dari apa yang dilakukan oleh Rusia dan Ukraina dalam konflinya yang masih berkobar. Dari kubu Rusia, drone quadcopter FPV (First Person View) yang dipersenjatai dengan roket anti tank RPG-26 Aglen nampak dominan digunakan, pasalnya senjata anti tank disposable ini punya bobot relatif ringan dan tersedia dalam jumlah besar. (more…)

Saab Mulai Bangun Pabrik Carl Gustaf M4 di India, Bukan Joint Venture 100% Investasi Asing

Sekali lagi Indonesia harus belajar dari India untuk bisa menarik masuk investasi asing, khususnya di segmen industri pertahanan. Selama ini sudah banyak manufaktur asing yang berstatus OEM (Original Equipment Manufacture) membuka basis produksi dan perakitan di India. Namun, pola kerja sama yang diusung adalah dengan pembukaan perusahaan patungan, alias joint venture dengan perusahaan lokal di India. Tapi ada yang baru dalam pembangunan basis produksi senjata anti tank Carl Gustaf M4 oleh perusahaan Swedia, Saab. (more…)

RPG-75 – Roket Anti Tank Disposable (Sekali Buang) dari Ceko, Ada Peluang Digunakan Satuan TNI

Roket anti tank dengan peluncur disposable (sekali buang), bukan lagi jenis senjata bantu infanteri di lingkup TNI. Sejauh ini produk dari Instalaza (Spanyol) mendominasi pasar di Indonesia lewat C90 series yang saat ini digunakan TNI AD dan TNI AU. Lantas bagaimana dengan TNI AL? Sejauh ini infanteri Korps Marinir masih mengandalkan RPG-7, namun kedepan bisa jadi Korps Baret Ungu akan menggunakan jenis roket anti tank disposable. (more…)

Saab Bangun Fasilitas Produksi Carl Gustaf M4 di India, Jadi yang Pertama di Luar Swedia

Untuk urusan alih teknologi hingga produksi senjata, India bisa menjadi rujukan bagi banyak negara berkembang. Berkat dukungan serta komitmen dari pemerintah, India dalam waktu dekat akan meresmikan kemitraan dengan Saab Bofors Dyanamis. Persisnya Negeri Anak Benua itu akan ‘ketempatan’ fasilitas produksi pertama di luar Swedia untuk memproduksi roket anti tank yang kini laris di pasaran, Carl Gustaf M4. (more…)

Serba Canggih, Inilah Sederet Teknologi Proteksi Terbaru Ranpur Lapis Baja Rusia

Relict protection system..

Kemampuan proteksi masih menjadi isu dalam dunia kavaleri, meski pada umumnya kendaraan tempur lapis baja telah dibekali sistem proteksi yang memadai, tetap saja teknologi anti tank terus mengejar untuk ‘mengalahkan’ proteksi pada ranpur lapis baja. Sebut saja medan peperangan di Ukraina, telah menjadi bukti bahwa kavaleri harus menyiapkan sistem proteksi yang lebih untuk menghadapi senjata anti tank, baik itu rudal/roket anti tank dan ranjau darat yang ditanam. (more…)