Saab Mulai Bangun Pabrik Carl Gustaf M4 di India, Bukan Joint Venture 100% Investasi Asing

Sekali lagi Indonesia harus belajar dari India untuk bisa menarik masuk investasi asing, khususnya di segmen industri pertahanan. Selama ini sudah banyak manufaktur asing yang berstatus OEM (Original Equipment Manufacture) membuka basis produksi dan perakitan di India. Namun, pola kerja sama yang diusung adalah dengan pembukaan perusahaan patungan, alias joint venture dengan perusahaan lokal di India. Tapi ada yang baru dalam pembangunan basis produksi senjata anti tank Carl Gustaf M4 oleh perusahaan Swedia, Saab.

Baca juga: Saab Bangun Fasilitas Produksi Carl Gustaf M4 di India, Jadi yang Pertama di Luar Swedia

Dengan rekam jejak yang baik dalam industri pertahanan, Saab rupanya berani menggelontorkan investasi secara penuh dalam pembangunan fasilitas produksi Carl Gustav di India. Seperti dikutip The Print – theprint.in (4/3/2024), Saab, pada hari Senin memulai pembangunan fasilitas manufaktur sistem senjata anti tank Carl Gustaf yang baru di India melalui jalur 100 persen Penanaman Modal Asing – Foreign Direct Investment (FDI).

“Saya bangga memulai pembangunan fasilitas pertama kami di luar Swedia untuk Carl Gustaf M4,” kata Gorgen Johansson, senior vice-president and head of Saab Business Area Dynamics. Setelah menerima persetujuan investasi 100 persen FDI dari pemerintah India, Saab kemudian mendirikan perusahaan baru dengan legalitas di India, yakni Saab FFVO India Private Limited, yang akan sepenuhnya memiliki fasilitas manufaktur baru di Jhajjar Haryana.

“Ini merupakan tonggak penting bagi Swedia dan India. Pabrik Saab akan menjadi fasilitas produksi pertahanan milik asing pertama di India,” kata Håkan Jevrell, Menteri Perdagangan Luar Negeri Swedia.

Meskipun India telah mengizinkan 100 persen penanaman modal asing di bidang pertahanan, masih ada kebingungan mengenai apakah perusahaan semacam itu akan dianggap sepenuhnya milik India agar memenuhi syarat untuk mengajukan penawaran pada kontrak-kontrak yang diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan dalam negeri.

“Ini perusahaan India karena terdaftar di sini (India), tapi dimiliki oleh Saab yang berbasis di Swedia. Jadi ya, perusahaan ini bisa mendapatkan pesanan melalui jalur Make in India,” kata Johansson.

Sesuai kebijakan kerja sama industri asing di India, OEM asing mana pun bisa mendirikan fasilitas produksi dengan kepemilikan 74 persen melalui jalur otomatis. Jumlah tersebut dapat ditingkatkan hingga 100 persen oleh pemerintah India, tergantung pada teknologi yang akan dibawa oleh OEM asing.

Ragam amunisi Carl Gustaf.

Saab berencana memulai produksi pada tahun 2025 dari fasilitas barunya yang akan dibangun di lahan seluas 3,5 hektar.

Fasilitas produksi di India akan menerapkan teknologi yang kompleks, termasuk teknologi penampakan terbaru dan penggulungan serat karbon canggih untuk memproduksi sistem Carl-Gustaf M4 untuk angkatan bersenjata India, serta komponen yang mungkin disertakan dalam sistem pengguna lain dengan mengekspornya ke Swedia terlebih dahulu. dan selanjutnya ke pelanggan lain, berdasarkan kebijakan ekspor India yang akan diatur oleh perjanjian pengguna akhir.

Saat ini Saab telah memasok versi M4 dalam jumlah terbatas kepada Angkatan Darat India. India adalah salah satu pelanggan terbesar perusahaan Swedia yang memasok sistem senjata anti-tank ke sekitar 40-50 negara.

Setidaknya 20 negara telah memesan Carl Gustaf M4, yang merupakan peningkatan signifikan dari M3 karena dilengkapi dengan amunisi khusus, picatinny rail untuk memasang berbagai perangkat bidik dan menyesuaikan pegangan sesuai dengan tinggi prajurit, selain itu M4 lebih ringan 30 persen karena penggunaan lapisan titanium daripada baja.(Bayu Pamungkas)

MBT Terbaru Rusia T-90M Dihancurkan Carl Gustaf, Jenis Senjata Anti Tank yang Juga Digunakan TNI

4 Comments