
Selain beragam jenis rudal, roket dan bom udara, ranjau darat (permukaan) adalah amunisi yang jumlahnya melimpah, khususnya yang berasal dari peninggalan era Soviet. Ranjau darat yang dimaksud adalah TM-62, yang oleh Rusia dan Ukraina diupayakan untuk dapat dilepaskan oleh drone. (more…)

Setelah diketahui punya kemampuan meluncurkan rudal udara ke udara jarak pendek R-60, drone kamikaze Shahed-136, atau variannya yang diproduksi Rusia, Geran 2, disebut punya kemampuan ekstra lainnya, yaitu disebut mampu meluncurkan ranjau anti tank. (more…)

Efektif atau tidak, itu urusan belakangan, dalam kondisi peperangan yang terus berlanjut, segala inovasi paling tidak harus diuji coba. Seperti belum ini, startup dari Rusia yang meluncurkan ranjau darat anti tank (anti tank blast mine) dari wahana drone copter. (more…)

Beragam skenario dipersiapkan Taiwan untuk menghadapi invasi militer dari Cina daratan. Meski Taipei punya keyakinan untuk menahan serangan Cina sebelum mencapai tahap pendaratan di Pulau Formosa, namun, kemungkinan terburuk wajib dipersiapkan, bahwa bisa jadi kavaleri dan infanteri Cina benar-benar dapat melakukan penyerbuan jauh ke daratan Taiwan. (more…)

Meski tak diakui secara resmi oleh Pemerintah Jerman, namun dalam palagan Perang di Ukraina, terdapat ranjau anti tank yang dapat diidentifkasi berasal dari produksi Jerman. Selama ini publik telah mengetahui, bahwa Jerman telah mengirim ribuan roket anti tank tank dan senjata peroragan lainnya guna membantu militer Ukraina. Bantuan dalam level lebih besar, yaitu sistem hanud Flakpanzer Gepard pun saat ini tengah dalam teknis pengiriman ke Ukraina. (more…)