Di Indonesia sampai saat ini belum ada ransus (kendaraan khusus) commob (communication mobile) yang berperan sebagai mobile GCS (Ground Control Station) dan sekaligus sebagai ‘rumah’ bagi drone. Umumnya kedua peran tersebut digelar secara terpisah, namun perusahaan swasta nasional, PT Bhinneka Dwi Persada (BDP) punya konsep jitu dengan mengintegrasikan kemampuan commob, kendaraan komando, GCS, dan hanggar drone, semuanya dalam satu platform yang disebut MCCV (Mobile Command Control Vehicle). (more…)
Ditengah membanjirnya produk perlengkapan militer dari luar negeri, hadirnya inovasi dari Dalam Negeri seolah menjadi oase yang menyegarkan bagi kebangkitan industri pertahanan di Tanah Air. Seperti salah satunya diperlihatkan PT Stechoq Robotika Indonesia dalam ajang Indo Defence 2016, perusahaan periset, pengembang dan manufaktur robot dari Yogyakarta ini merilis Gama Safe, yakni pelampung dengan remote control yang dapat difungsikan untuk kebutuhan militer dan sipil. (more…)
Umumnya setiap satuan tembak (satbak) pada alutsista Arhanud (Artileri Pertahanan Udara) sudah memiliki unit command and control. Sebut saja pada kanon CIWS (Close In Weapon System) Rheinmetall Oerlikon Skyshield, Kobra Air Defence System pada rudal Grom, rudal QW-3, rudal Mistral, sampai kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) twin gun Giant Bow 23 mm. Namun bagaimana dengan meriam PSU legendaris S-60 kaliber 57 mm? Meski usianya sudah lanjut, sampai saat ini alutsista dari era Uni Soviet ini masih jadi andalan pada elemen hanud titik. Bahkan S-60 sudah mengalami retrofit.
Label “Tugasanda” selama ini telah melekat sebagai merek karoseri kendaraan bus dan truk, namun siapa sangka bila merek asal Pasuruan, Jawa Timur ini sanggup mempersembahkan sebuah rantis (kendaraan taktis) lapis baja jenis APC (Armoured Personnel Carrier) 4×4. Debut kemunculan rantis yang disebut sebagai “Turangga” ini mampu menyedot perhatian selama Indo Defence 2016. Selain tampilan muka bergaya robotic, Turangga juga punya ground clearance yang cukup tinggi (650 mm) dengan konstruksi V hull. (more…)
Setelah berhasil mengirimkan drone/UAV fixed wing (Unmanned Aerial Vehicle) Rajawali 330 ke TNI AD dan mendapat order drone helikopter Rajawali 350 untuk Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, perusahaan swasta nasional PT Bhinneka Dwi Persada (BDP) di Indo Defence 2016 menampilkan sosok drone dengan sayap lebar, Rajawali 720. Bahkan bisa dibilang Rajawali 720 adalah drone dengan bentang sayap terlebar yang diproduksi di dalam negeri. (more…)
Dari segi penampakkan, P6-ATAV (All Terrain Assault Vehicle) lebih dikenal sebagai rantis (kendaraan taktis) serbu terbaru milik Paskhas TNI AU. Kemunculan foto rantis ini dibeberapa media sosial membuat banyak orang penasaran, pasalnya rantis 4×4 ini punya ‘bentuk’ yang tak biasa. Meski mengusung desain rangka pipa baja tubular yang mirip-mirip dengan rantis Flyer 4×4 dan P3 Cheetah. P6-ATAV punya dimensi yang terlihat lebih lebar, sekilas selebar jip HUMVEE. (more…)
Jenis drone dengan kemampuan misi khusus kini bertambah lagi di Indonesia, setelah Badan SAR Nasional (BASARNAS) resmi mengoperasikan drone helicopter jenis SDO 50V2 buatan Swiss Drones Operating AG. Drone dengan dua rotor tegak dan tampil khas dengan balutan cat warna oranye ini menjadi salah satu ikon yang ditampilkan dalam pameran indoor di Indo Defence 2016 yang berlangsung 2 – 5 November 2016. (more…)
Di berita terdahulu, kami pernah menyebut bahwa radar Giraffe 1X akan dipasang dalam platform rantis (kendaraan taktis) Komodo 4×4 buatan PT Pindad. Instalasi tersebut memang dikaitkan rencana kehadiran arsenal alat-alat perang besutan Saab, perusahaan teknologi persenjataan dari Swedia, dalam ajang Indo Defence 2016. Namun setelah pemeran dua tahunan ini dibuka (2/11/2016), sosok Komodo dengan Giraffe 1X (G1X) tak kunjung terlihat di arena outdoor Indo Defence 2016. (more…)
Spesifikasi teknis medium tank rancangan PT Pindad memang sudah diketahui sejak tahun 2014. Meski belum official, desain medium tank ini pun beberapa kali pernah dirilis, namun baru di ajang Indo Defence 2016 PT Pindad dan mitranya FNSS Savunma Sistemleri dari Turki, resmi menampilkan desain mockup medium tank yang selama ini membuat banyak orang penasaran. Di Indo Defence 2016, kedua perusahaan memberi label proyek medium tank ini sebagai Modern Medium Weight Tank (MMWT). (more…)
Banyak hal yang menarik dari Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD, selain bicara persenjataan perorangan yang serba lengkap, untuk urusan rantis (kendaraan taktis) Korps Baret Merah ini selalu punya yang spesial. Sebut saja salah satunya adalah Bushmaster Protected Mobility Vehicle (PMV) 4×4 buatan Thales Australia. Nah, ada kabar terbaru yang menyebut rantis yang battle proven di Perang Afghanistan ini akan dikembangkan dan dipoduksi oleh PT Pindad. (more…)