Kilas balik ke September 2020, kala itu Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds mengumumkan tender untuk Protected Mobile Fires, dan diputuskan bahwa Hanwha Defence Australia mendapatkan proyek untuk memasok 30 unit self-propelled howitzer, 15 unit armoured ammunition resupply vehicle dan beragam sistem pendukungnya. (more…)
Korea Selatan memasok senjata ke India? Rasanya jarang terdengar, lantaran kedua negara dikenal punya ‘peradaban’ industri alutsista yang setanding. Namun, tahukah Anda bahwa di tahun 2019, Seoul nyaris memasok persenjataan berat ke New Delhi, bahkan produk lansiran Negeri Ginseng dikabarkan mampu ‘mengalahkan’ produk sejenis dari Rusia, sesuatu yang di luar kelaziman, mengingat Rusia telah dikenal lama sebagai pemasok tradisional persenjataan ke India. (more…)
Korea Selatan lewat Hanwha Defense belum lama ini meraih prestasi dengan memasuki pasar persenjataan berat di Afrika, dimana tercapai pengadaan self propelled howitzer K9 Thunder senilai lebih dari 2 triliun won (sekitar US$1,65 miliar) untuk Angkatan Darat Mesir. Namun, Korea Selatan ternyata bukan pemasok self propelled howitzer (SPH) asal Asia pertama yang berhasil masuk pasar Afrika. (more…)
Untuk pertama kalinya, Hanwha Defense berhasil meraih kontrak pengadaan alutsista ‘berat’ ke Benua Afrika. Setelah sukses di pasar Australia dengan memasok 30 unit AS9 Huntsman Howitzer dan 15 unit AS10 Armored Amunition Resupply Vehicle (AARV) senilai US$1 miliar, kabar terbaru datang dari Defense Acquisition Program Administration (DAPA) – Badan Pengadaan Pertahanan di bawah Kemhan Korea Selatan menyebutkan bahwa Negeri Ginseng itu telah meraih kontrak untuk memasok K9 self propelled howitzer ke Mesir. (more…)
Ada kabar terbaru dari negara di selatan Indonesia, setelah pada September 2020 mengumumkan Hanwha Defense Australia sebagai pemenang tender Protected Mobile Fires (Program LAND 8116 Phase 3), maka hari ini (13/12/2021), Departemen Pertahanan Australia resmi menandatangani kontrak senilai US$1 miliar untuk pengadaan 30 unit AS9 Huntsman Howitzer dan 15 unit AS10 Armored Amunition Resupply Vehicle (AARV). (more…)
Kilas balik ke berita di Januari lalu, disebutkan Korea Selatan bakal jadi pengguna truk ponton M3 Amphibious Rig. Memesan dalam jumlah besar (ratusan unit), Korea selatan bukan saja meraih transfer of technology (ToT), melainkan proses produksi M3 Amphibious Rig juga akan dilangsungkan oleh Hanwha Defense. Fakta yang menarik, meski Korea Selatan adalah pengguna baru M3 Amphibious Rig, namun bakal menjadi operator terbesar wahana amfibi ini. (more…)
Bisa dikatakan K9 Thunder adalah salah satu produk persenjataan ‘berat’ asal Korea Selatan yang paling sukses di pasaran global. Betapa tidak, self tracked propelled howitzer (SPH) ini terbilang laris digunakan oleh beberapa negara besar yang punya reputasi militer kelas dunia. Yang terakhir, pengguna K9 Thunder adalah Angkatan Darat Australia. (more…)
Untuk pertama kalinya, dua ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) roda rantai yang tengah berkompetisi dalam program Land 400 Phase 3, ditampilkan di muka publik. Tepatnya pada 12 Maret 2021 di Canberra, Lynx KF41 buatan Rheinmetall Defence dan Redback buatan Hanwha Defence diperlihatkan secara statis. Posisi dua ranpur yang sudah di cat loreng khas gurun Australia itu dipisahkan oleh satu unit ranpur M113 yang nanti akan digantikan oleh salah satu dari keduanya. (more…)
Meski telah lebih dulu mengirimkan ranpur Redback untuk diuji cobakan dalam program Land 400 Phase 3, namun Hanwha Defense dari Korea Selatan rupanya belum bisa berpuas diri, pasalnya Rheinmetall Defence dari Jerman juga telah mengirimkan Lynx KF41 untuk kebutuhan AD Australia dalam pengadaan IFV (Infantry Fighting Vehicle) beroda rantai. (more…)