Mampu mengurangi bobot dan meningkatkan efisiensi pemeliharaan pada jet tempur, tak pelak menjadi poin keunggulan tersendiri bagi pihak manufaktur, dan belum lama ini Saab dari Swedia, mewartakan bahwa jet tempur terbarunya, Gripen E mendapatkan upgrade untuk bisa menjadi lebih ringan dan efisien dalam pemeliharaan berkat penggunaan baterai Lithium ion (Li-ion). (more…)
Alih teknologi atas alutsista ‘first tier’ tak hanya butuh investasi besar, lain dari itu juga dibutuhkan kesabaran, maklum adopsi teknologi tinggi akan terkait dengan proses yang berkesinambungan dan memakan waktu yang tidak sebentar. (more…)
Meski dikenal dengan basis industri pertahanan yang kuat, dan postur militer yang modern. Namun, Swedia kini mengalami kegalauan akut. Buntut dari invasi Rusia ke Ukraina, mendorong negara Skandinavia ini untuk tidak lagi netral, bersama dengan Finlandia, Swedia telah memohon untuk menjadi bagian dari NATO, yang sampai saat ini statusnya masih diganjal oleh Turki. Lepas dari itu, rupanya ada persoalan serius yang dihadapi militer Swedia. (more…)
Agak lama tak terdengar kabar tentang jet tempur Gripen E yang selama ini getol dipasarkan Swedia. Meski baru menemukan pasar ekspor di Brasil, ada kabar terbaru bahwa jet tempur single engine ini untuk pertama kalinya, berhasil melakukan uji tembak rudal udara ke udara jarak jauh – Beyond Visual Range Air-to-Air Missile (BVRAAM) Meteor. (more…)
Seperti telah pernah dibahas pada artikel terdahulu, antara Ceko dan Hungaria punya kesamaan dalam adopsi jet tempur, yakni sama-sama mengandalkan Gripen C/D produksi Saab. Yang uniknya, kedua negara dengan alasan keterbatasan anggaran, memilih opsi leasing alias sewa guna Gripen dari Swedia. Dan ada kabar terbaru datang dari Swedia, yang menawarkan Ceko untuk kepemilikan armada 14 unit (12 unit Gripen C dan 2 unit Gripen D) secara gratis setelah masa sewa berakhir pada tahun 2027. Kok bisa? (more…)
Buah dari fokus dan komitmen dalam memajukan industri pertahanan dalam negeri, berbuah manis bagi Brasil. Setelah dalam penantian panjang, pada 22 April kemarin, Angkatan Udara Brasil secara resmi merayakan operasional dua unit perdana Saab F-39E Gripen. Didatangkan dari Swedia lewat jalur laut, kedua pesawat dengan nomor ekor FAB4101 dan FAB4102 tiba di Brasil pada 1 April 2021. (more…)
Tidak seperti rencana pengadaan jet tempur bekas pakai yang sedang diidamkan oleh salah satu negara, untuk program pengadaan jet tempur yang dibeli dalam kondisi baru memang butuh perhatian ekstra, bukan cuma menyangkut waktu dan proses produksi, melainkan pihak angkatan udara harus cermat dalam mempertahankan komposisi kekuatan armada selama masa transisi. (more…)
Agak beda dengan pengiriman jet tempur pada umumnya yang dilakukan lewat ferry flight dan menggunakan pesawat kargo, pada 20 September 2020, jet tempur Gripen E telah tiba di Brasil melalui jalur laut. Menggunakan kapal kargo, satu unit Gripen E dengan nomer FAB4100 telah bertolak dari Pelabuhan Norrkoping di Swedia pada 29 Agustus lalu. (more…)
Ada kabar dari Linköping, yaitu kota kecil di selatan Swedia yang menjadi markas dari Saab Aeronautics. Dikabarkan bahwa Saab telah sukses melakukan uji coba pemasangan radar baru pada jet tempur Gripen. Radar yang dimaksud berteknologi Active Electronically Scanned Array (AESA) X-band. Pada uji coba 8 April lalu, jet uji Gripen D (tandem seat) terbang selama 90 menit dari Saab’s Linköping airfield untuk serangkaian uji kemampuan deteksi pada sasaran udara dan permukaan. (more…)
Sejak terbang perdana pada 15 Juni 2017, serangkaian uji coba penerbangan dilakukan pada jet tempur mutakhir Gripen E dari fasilitas produksinya di Linköping, Swedia. Dan seiring waktu berjalan, Saab kini tengah mempersiapkan jadwal pengiriman perdana Gripen E kepada Brasil pada tahun 2021. Setelah menuntaskan fase uji penerbangan dasar, kini Saab mulai beralih pada uji coba tactical and sensor suites.(more…)