
TNI AU dan Angkatan Udara Singapura (Republic Of Singapore Air Force/RSAF) kembali menggekar latihan bersama dengan menggunakan helikopter Airbus H225M Caracal. Bila pada tahun lalu, latihan bersama (latma) menitikberatkan pada operasi Combat SAR, maka di Latma Manyar Indopura XX/25, salah satu porsi latihan ditekankan pada adu presisi bantuan tembakan udara (BTU) dari window gun di Air Weapon Range (AWR) Siabu, Kabupatan Kampar, Riau (18/9/2025). (more…)

Pada tanggal 9 hingga 11 Desember 2024, PT Pindad memenuhi undangan resmi Kementerian Pertahanan Kerajaan Arab Saudi untuk menguji performa senapan mesin produksi PT Pindad, yakni SM2-V1 dan SM2-V2. Pengujian senjata PT Pindad dilakukan secara langsung oleh pasukan Royal Army Land Forces berlokasi di pangkalan militer pasukan Kerajaan Arab Saudi. (more…)

Indonesia dan Singapura disatukan dalam ‘selera’ helikopter angkut sedang, yakni sama-sama mengoperasikan H225M Caracal buatan Airbus Helicopters. Dengan kesamaan alutsista, kedua negara menggelar Latihan bersama (Latima) Manyar Indopura XIX/24 antara TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Singapura – Republic Of Singapore Air Force (RSAF). (more…)

Mampu melesat cepat dengan manuver tinggi, menjadikan jet ski ideal digunakan dalam mendukung beberapa misi pasukan khusus. Namun, bagaimana bila jet ski yang sejatinya adalah skuter air berukuran kecil yang digunakan untuk dua orang berboncengan, dilengkapi persenjataan? Tentu sah-sah saja, tapi bisa dibayangkan betapa sulit pengoperasiannya, mengingat hentakan jet ski terbilang tinggi. (more…)

Bila helikopter SAR Tempur H225M Caracal dari Skadron Udara 8 dilengkapi senapan mesin FN MAG 58M kaliber 7,62 x 51 mm yang berperan sebagai window gun, maka helikopter NAS 332 Super Puma dari Skadron Udara 6 kini juga tak ketinggalan, yakni dilengkapi dengan senapan mesin pada pintu (door gun), dari jenis Vektor SS-77 kaliber 7,62 x 51 mm. (more…)

Kemampuan helikopter SAR Tempur (Combat SAR) menjadi penting dalam setiap operasi militer. Selain asasi untuk melakukan pencarian dan penyelamatan pada korban di wilayah konflik, helikopter dengan label SAR Tempur harus dibekali dengan persenjataan yang memadai untuk bertahan dari ancaman di permukaan. Sebut saja TNI AU yang kini mengoperasikan helikopter SAR Tempur H225M Caracal dengan window gun FN MAG 58M kaliber 7,62 mm. (more…)

Apakah efektif dioperasikan atau sebaliknya mungkin bukan jadi pertimbangan utama, namun riset sah-sah saja dilakukan guna menguji dan mengukur kreativitas serta inovasi di lini persenjataan. Sebut saja seperti yang dilakukan Angkatan Darat Vietnam, yang belum lama ini merilis prototipe senapan serbu AK-47 self propelled. (more…)

Di artikel terdahulu telah dikupas tentang sosok pansam (panser amfibi) BTR-50PK milik Korps Marinir, jenis ranpur angkut personel yang didatangkan pada tahun 1998 dari Ukraina. Selain merupakan varian ‘terbaru’ dari keluarga BTR-50 di Resimen Kavaleri (Menkav) Marinir, BTR-50PK punya ciri khas dari sisi senjata yang terpasang pada mounting-nya. Persisnya sejak kedatangannya di Indonesia, BTR-50PK hadir satu paket dengan senapan mesin sedang (SMS) PKT kaliber 7,62 x 54 mm buatan Rusia. (more…)

Selain dilengkapi bipod, salah satu keunggulan senapan mesin regu (SMR) adalah kemampuannya untuk melepaskan proyektil dalam jumlah lebih besar dibandingkan senapan serbu. Maklum saja, ditangan SMR-lah, tembakan bantuan dan perlindungan bagi unit infanteri penyerbu menjadi tumpuan. Namun, dalam banyak situasi pertempuran, bekal munisi yang dibawa oleh penembak SMR kerap tidak memadai, terlebih pada magasin atau stok munisi yang dibawa oleh sang prajurit. (more…)

Helikopter NBO-105 berperan sebagai gunship sudah mahfum kita dengar, khususnya ditangan Puspenerbad, helikopter ringan twin engine ini pernah menjadi helikopter serang utama TNI AD, persisnya sebelum era Mil Mi-35P hadir. Sebagai gunship, racikan senjata favoritnya adalah gunpod FN HMP250 12,7 mm dan roket FFAR (Folding Fins Aerial Rockets). (more…)