USS Los Angeles – kapal selam serang US Navy dengan tenaga nulkir
Semakin canggih teknologi kapal selam untuk menghindari deteksi, maka demikian pula dengan perkembangan teknologi anti kapal selam (Anti Submarine Warfare). Seperti belum lama ini, para peneliti Cina dari Fujian Institute of Research on the Structure of Matter telah menemukan bahwa detektor magnetik ultra-sensitif cukup untuk melacak kapal selam AS yang paling canggih, bahkan dari jarak jauh. (more…)
Satu yang patut dicontoh dari Turki dan India adalah, hasil rancangan alutsista dari industri pertahanan dalam negeri dominan untuk ‘dibeli’ dan dioperasikan oleh pihak angkatan bersenjata. Tak sempurna atau mungkin kalah spesifikasi dari produk luar negeri, tapi dalam jangka panjang langkah itu akan berbuah positif. Seperti belum lama ini, Angkatan Laut India mulai mengoperasikan drone bawah laut – Autonomous Underwater Vehicle (AUV) Neerakshi. (more…)
Selain kabar drone tempur Cina TB001 Scorpion yang sukses mengitari Pulau Formosa (Taiwan), rupanya ada hal lain yang harus dicermati oleh militer Taiwan, seiring dengan isu invasi Cina Daratan yang kian menguat dalam beberapa waktu belakangan. Salah satu yang kini mendapat perhatian adalah helikopter anti kapal selam (anti submarine warfare) Harbin Z-9. (more…)
Setelah sukses dalam kongsi pembangunan kapal pemburu ranjau City class, Belanda dan Belgia, dua negara bertetangga dalam payung NATO, kembali berkolaborasi dalam pengadaan kapal kombatan jenis lain, yakni frigat anti kapal selam – anti-submarine warfare (ASW), yang rencananya akan diproduksi sebanyak empat unit dengan nilai 4 miliar euro ($4,4 miliar). (more…)
Terbilang salah satu alutsista berusia tua, debut kapal penyapu ranjau Kondor class buatan Jerman Timur, selama ini lebih dominan dalam melaksanakan tugas patroli. Namun, belum lama ada kabar yang menarik untuk dicermati, salah satu Kondor class, yakni KRI Pulau Raas 722 diwartakan melakukan latihan anti kapal selam, dengan dukungan sonar yang dimilikinya, KRI Pulau Raas 722 dalam simulasi berhasil mendeteksi keberadaan kapal selam lawan. (more…)
Dengan mulai diterimanya pesawat intai maritim P-8A Poseidon sebagai arsenal baru Angkatan Udara Selandia Baru – Royal New Zealand Air Force (RNZAF), maka tibalah masa purna tugas pesawat intai turboprop legendaris Lockheed P-3K2 Orion. Selain nama besar P-3 Orion, AU Selandia Baru ternyata telah mengoperasikan Orion selama 57 tahun. Dan pada 24 Januari lalu, flight P-3K2 Orion melakukan penerbangan terakhirnya. (more…)
Pengembangan sistem anti kapal selam (AKS) alias anti submarine warfare menjadi kebutuhan bagi TNI AL. Dalam dunia AKS dikenal apa yang dinamakan decoy anti torpedo, atau pengecoh torpedo, baik digunakan di kapal permukaan atau kapal selam. Selain Aselsan dari Turki yang memasok jammer dan decoy untuk kapal selam TNI AL, rupanya internal TNI AL juga mengembangkan decoy anti torpedo secara mandiri. (more…)
Setelah meraih kontrak dari France’s Direction générale de l’armement (DGA) untuk pengembangan penuh, kualifikasi, dan produksi SonoFlash, yaitu sonobuoy dengan kemampuan aktif dan pasif untuk memenuhi kebutuhan misi anti kapal selam AL Perancis, kini ada kabar bahwa Thales tengah menawarkan sonobuoy canggih tersebut ke Korea Selatan, lewat kerja sama produksi. (more…)
Setelah menanti lumayan lama, akhirnya pada 15 Juni 2022, dua helikopter anti kapal selam Airbus AS565 MBe Panther telah resmi diserahkan oleh PT Dirgantara Indonesia kepada Kementerian Pertahanan RI, dimana nantinya kedua helikopter itu akan dioperasikan oleh Skadron Udara 400 Puspenerbal TNI AL. (more…)
Setelah lama dinanti, dua helikopter anti kapal selam (AKS) AS565 MBe Panther Full Mission pesanan Kementerian Pertahanan untuk kebutuhan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) hari ini, 15 Juni 2022, resmi diserahkan oleh PT Dirgantara Indonesia (DI) dalam acara seremoni di Hanggar Aircraft Services PT DI, Bandung, disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono. (more…)