
Meski wabah virus corona sedang merebak hampir di seluruh penjuru dunia, namun rupanya tensi ketegangan di Laut Cina Selatan masih menyisakan bara. Seperti pada 10 Maret lalu, kapal perusak Arleigh Burke-class – USS McCampbell (DDG 85) diketahui melintas di Kepulauan Paracel, wilayah yang disengketakan antara Cina dan Vietnam. Bagi Cina, Perairan di Paracel atau disebut Cina sebagai Xisha, adalah kedaulatan mutlak milik Sang Naga, dan melintasnya USS Campbell jelas menjadi masalah serius. (more…)

Buntut dari didepaknya Turki dari program pengembangan dan produksi F-35 Lightning II ternyata berdampak lanjutan, selian pecah kongsi antara Amerika Serikat dan Turki, nyata tanpa Turki membawa pengaruh pada komponen biaya dari produksi jet tempur stealth generasi kelima buatan Lockheed Martin tersebut. Alih-alih mendapat margin keuntungan yang signifikan dari penjualan, ada potensi nilai keuntungan bakal tergerus akibat lepasnya Turki dari proyek F-35. (more…)

Kematian Jenderal top Iran Qasem Soleimani (62 tahun) masih menjadi sorotan dunia hingga hari ini. Tewas akibat serangan rudal yang dilancarkan drone Amerika Serikat pada Jumat (3/1/2020) dini hari di Bandara Baghdad, mengundang duka mendalam bagi warga Iran. (more…)

Negara sebagai pelaksana penyerbuan air to ground lewat drone, masih disandang Amerika Serikat dan Israel, namun bila pertanyaannya diubah, siapa negara penyandang predikat superpower drone kombatan (UCAV/Unmanned Combat Aerial Vehicle), maka jawabannya akan merujuk ke Cina. Terkenal mampu melakukan reverse engineering secara cepat, saat ini Cina didapuk sebagai penguasa pasar drone kombatan di seluruh dunia. Bahkan, Indonesia mempercayakan pengadaan drone kombatan dari Cina, lewat seri drone MALE (Medium Altitude Long Endurance) CH-4 Rainbow. (more…)

Bicara tentang kedekatan Singapura dan Amerika Serikat tentu sudah bukan hal baru, mitra strategis Paman Sam di Asia Tenggara ini dapat menjelma sebagai kekuatan militer terkokoh di kawasan tentu berkat restu dan dukungan AS. Bahkan dengan latar keterbatasan ruang udara, Singapura mendapatkan penempatan empat detasemen unsur angkatan udara (RSAF) di wilayah teritori AS. (more…)

Kompetisi teknologi alutsista antara Amerika Serikat, Rusia dan Cina, boleh jadi akan memulai babak baru, yaitu dalam implementasi ‘loyal wingman.’ Seperti belum lama ini, Kementerian Pertahanan Rusia pada 27 September 2019 mengumumkan uji terbang perdana secara bersamaan, antara jet tempur stealth Sukhoi Su-57 dengan drone tempur stealth Sukhoi S-70 Okhotnik. (more…)

Negara Adikuasa agaknya belum siap untuk mengikuti tren alutsista otonom yang dewasa ini tengah gencar-gencarnya dikembangkan oleh negara-negara rival Paman Sam. Hal ini tersirat melalui penuturan salah satu pejabat senior di Pentagon, John Rood. Mengutip dari laman breakingdefense.com (23/9), John Rood mengatakan, “Ini masalah serius,”. Dengan begitu, dapat diasumsikan bahwa NATO belum siap untuk menangkis serangan-serangan dari drone berukuran kecil dan rudal jarak pendek – sebagaimana dua hal ini menyerang fasilitas kilang minyak di Arab Saudi. (more…)

Meski sesumbar tengah mengembangkan pembom strategis (Xian H-20) dengan kemampuan siluman (stealth), namun faktanya tak semudah itu Cina mewujudkan pembom yang digadang sebagai lawan tanding B-21 Reader dan B-2 Spirit. Alih-alih Beijing justru meluncurkan varian terbaru dari Xian H-6, pembom strategis jarak jauh yang mencomot desain Tupolev Tu-16. Varian terbaru tersebut adalah Xian H-6N dengan tupoksi sebagai wahana peluncur rudal balistik. (more…)

Lazimnya kita dengar produk persenjataan asal Rusia dibuat ulang, entah berdasarkan lisensi atau murni di copas oleh Cina, India atau Iran. Namun ada kalanya yang terjadi malah kebalikannya, dimana Rusia yang membuat produk alutsista berdasarkan lisensi dari luar negeri. Setidaknya ini terbukti dari adopsi drone intai tempur Forpost-M. Drone yang sudah beberapa kali diajak dalam operasi tempur di Ukraina dan Suriah ini aslinya adalah Searcher II buatan Israel Aerospace Industries (IAI). (more…)

Meski faktanya ada perbedaan kelas, boleh jadi antara jet tempur F-16 dan Sukhoi Su-35 telah ditakdirkan untuk saling ‘berhadapan.’ Setelah peristiwa pencegatan F-16 Turki oleh Su-35 Rusia di wilayah Suriah, dimasa mendatang ada lagi potensi perjumpaan antara kedua jet tempur tersebut. Bukan di jazirah Timur Tengah, potensi duel F-16 dan Su-35 justru ada di Selat Taiwan, yaitu wilayah yang memisahkan antara Pulau Formosa (Taiwan) dengan pesisir timur Cina Daratan. (more…)