“Pecah Telur”, Jet Tempur Gripen Untuk Pertama Kali Digunakan dalam Operasi Militer Ofensif

Gripen C AU Thailand.

Meski pernah diikutsertakan dalam operasi militer Unified Protector di Libya pada tahun 2011, namun, baru pada 26 Juli 2025, jet tempur produksi Saab, Swedia, JAS 39 Gripen, dikerahkan dalam operasi militer ofensif.

Baca juga: Angkatan Udara Thailand Pertama Kali Gelar Latihan Take off and Landing Gripen di Jalan Raya

Persisnya, Angkatan Udara Thailand mengerahkan sepasang Gripen dalam misi tempur langsung untuk pertama kalinya, dengan serangan udara presisi terhadap posisi artileri Kamboja di dekat punggung bukit Phu Ma Kua dan kuil Ta Muen Thom.

Serangan tersebut menandai tonggak bersejarah bagi jet tempur Gripen, yang sebelumnya tidak pernah digunakan dalam pertempuran aktif sejak penerbangan perdananya pada 9 Desember 1988. Operasi ini dilakukan di tengah eskalasi tajam bentrokan bersenjata di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja yang dimulai pada 24 Juli 2025.

Serangan udara Gripen pada 26 Juli menargetkan artileri Kamboja dan sistem roket bergerak yang digunakan untuk menyerang instalasi militer Thailand dan permukiman sipil. Sumber-sumber terbuka menyebut Gripen melakukan patroli udara (CAP) dan show of force di dekat wilayah konflik.

Sejauh ini belum ada informasi jenis senjata yang diluncurkan Gripen dalam serangan udara ke permukaan ke titik militer Kamboja. Namun, racikan senjata air to ground Gripen dapat direka-reka, seperti kemungkinan penggunaan bom pintar GBU-12 Paveway II (laser-guided bomb, 500 lb) atau dumb bomb Mk-82/Mk-83.

Konfigurasi tempur Gripen mencakup radar pulse-doppler PS-05/A, kontrol fly-by-wire digital, dan beragam persenjataan mulai dari rudal AIM-120 AMRAAM dan IRIS-T hingga bom berpemandu presisi dan amunisi jarak jauh.

AU Thailand Rayakan Satu Dekade Pengoperasian Jet Tempur Gripen

Gripen Thailand beroperasi bersama pesawat pengintai udara Saab 340 AEW&C, memberikan Angkatan Udara Thailand kemampuan peperangan yang kuat dan berpusat pada jaringan. Dalam serangan 26 Juli, Gripen menerbangkan profil serangan terkoordinasi menggunakan umpan data waktu nyata dan dukungan penargetan, memastikan serangan bedah dengan kerusakan kolateral minimal.

Akuisisi Thailand atas Gripen dimulai dengan kontrak tahun 2007 untuk enam varian C/D, diikuti oleh batch kedua yang terdiri dari enam pada tahun 2008. Pesawat pertama dikirim pada Februari 2011 dan ditugaskan ke Wing 7 di Pangkalan Udara Surat Thani. Per tahun 2025, Angkatan Udara KThailand mengoperasikan tujuh varian Gripen C berkursi tunggal dan empat Gripen D berkursi ganda. Gripen C/D Thailand mulai operasional pada awal 2011.

Singkirkan F-16 Block 70 Viper, Angkatan Udara Thailand Resmi Pilih Gripen E/F untuk Gantikan F-16 Lawas

Armada Gripen terintegrasi ke dalam kekuatan yang lebih besar yang mencakup total 112 pesawat tempur, terdiri dari 28 F-16 Fighting Falcon dalam berbagai varian (F-16A, ADF, B, dan MLU), 13 F-5TH Tiger II, dan 12 pesawat serang darat AU-23A Peacemaker.

Dalam operasi militer Unified Protector di Libya pada tahun 2011, Gripen Angkatan Udara Swedia dalam misi ini tidak dilengkapi rudal udara-ke-udara atau bom, melainkan membawa pod intai canggih, yaitu RecceLite Pod, yaitu pod pengintaian elektro-optik/infrared buatan Rafael (Israel), pod ini dapat merekam video beresolusi tinggi siang/malam secara real time, memiliki downlink data untuk mengirimkan video langsung ke stasiun darat. Pod ini berperan penting untuk memberikan citra lokasi tank, artileri, dan pergerakan kendaraan di wilayah konflik

Gripen melaksanakan lebih dari 650 sortie pengintaian selama operasi tersebut. Informasi intelijen hasil pengintaian digunakan oleh NATO untuk merencanakan serangan presisi oleh negara anggota lain (seperti Prancis, Inggris, AS). Misi ini memperkuat reputasi Gripen sebagai jet tempur multirole dengan kemampuan ISR (Intelligence, Surveillance, Reconnaissance) tinggi.

Sebagai informasi, misi Gripen dibatasi secara politis oleh parlemen Swedia – kala itu masih berstatus sebagai negara netral, yang menolak keterlibatan ofensif tetapi mengizinkan kontribusi intelijen. (Gilang Perdana)

Swedia Borong Bom MK82 untuk Kemampuan Serang Darat Jet Tempur Gripen