Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Latest

IRIS Shahid Mahdavi, Jadi Pangkalan Apung Keempat Pengawal Revolusi Iran

(hisutton.com)

Iran punya strategi yang unik dalam penggelaran kekuatan di Laut Merah dan Selat Hormuz, lantaran menghadapi lawan yang ‘tidak biasa’, maka Negeri Para Mullah nampaknya punya obsesi pada perkuatan pangkalan apung (sea basing). Dalam deployment layaknya kapal induk, Pengawal Revolusi Iran kini sudah mengoperasikan tiga unit sea basing yang berasal dari konversi kapal niaga. Dan ada kabar terbaru, Pengawal Revolusi Iran tengah mempersiapkan sea basing keempat yang berasal dari konversi kapal kontainer. (more…)

Pentagon Bantah Klaim Rusia Telah Gunakan Senjata Laser di Ukraina

Pernyataan dari Wakil Perdana Menteri Rusia, Yuri Borisov yang mengungkapkan militer Rusia telah menggunakan senjata laser di Ukraina, khususnya sistem senjata laser Zadira yang mampu menyerang sasaran pada jarak 5 km, rupanya telah mendapat respon dari Amerika Serikat. Departemen Pertahanan AS pada hari Jumat lalu telah membantah laporan yang beredar bahwa Rusia telah mengerahkan sistem senjata lasernya di Ukraina. (more…)

Rostec Rusia Tampilkan Radar Berdesain Kompak dan Ringan untuk Mendeteksi Drone

Ketika serangan drone begitu masif dalam perang di Ukraina, maka menjadi peluang bagi industri pertahanan Rusia untuk menyediakan sistem penangkal dan deteksinya. Tak jarang, kasus penyergapan (ambush) dari pasukan Ukraina berhasil berkat pasokan informasi koordinat yang diperoleh dari drone intai, yang notabene berukuran kecil dan minim bising sehingga sulit dideteksi oleh konvoi kendaraan. (more…)

Type 901 Class – Kapal Tanker dan Logistik Cina dengan Tonase Super Jumbo

Mimpi ekspansi Cina tentu tak bisa dilepaskan dari keberadaan armada kapal perang bertonase besar. Selain menggenjot pengadaan kapal induk konvensional, kapal induk helikopter, Landing Platform Dock, kapal perusak dan kapal selam. Satu yang tak bisa dilupakan adalah keberadaan kapal tanker dan bantu logistik. Mengingat obsesi Beijing seluas Pasifik, maka dibutuhkan kapal tanker dan logistik multirole dengan tonase super duper. (more…)

Rusia Punya Peresvet System – Senjata Laser yang Mampu ‘Membutakan’ Satelit di Ketinggian 1.500 Km

Peresvet laser weapon (Wikipedia)

Sebagai negara besar dengan tingkat kemajuan alutsista adiguna, maka wajar bila Rusia sudah mencapai adopsi pengembangan senjata laser secara maju, atau minimal dapat mensejajarkan diri dengan kemampuan laser yang diraih Amerika Serikat dan Cina. Namun, pemahanan selama ini adalah senjata laser dipersiapkan untuk mengeliminasi drone, atau dalam tingkatan advanced, mampu menyergap rudal jelajah. Namun, ada klaim terbaru dari Kremlin. (more…)

Korea Selatan Tuntaskan Uji Coba Torpedo LIG Nex1 Tiger Shark

Uji coba Tiger Shark.

Ada kabar dari Negeri Ginseng, manufaktur persenjataan LIG Nex1 mewartakan telah menuntaskan fase uji coba heavy torpedo Tiger Shark. Hal tersebut diumumkan secara resmi oleh Defense Agency for Technology and Quality (DTaQ) pada 17 Mei lalu, yang juga menyiratkan bahwa tahapan produksi massal torpedo Tiger Shark akan segera dimulai untuk memenuhi kebutuhan AL Korea Selatan. (more…)

Ukraina Terima Rantis Lapis Baja Alvis Mamba 4×4, Sejenis yang Digunakan Kopassus

Untuk ukuran rantis lapis baja dengan kemampuan MRAP (Mine Resistant Ambush Protected), Alvis Mamba 4×4 terbilang unik, lantaran sasis rantis ini terbilang pendek, yang mengesankan Mamba tampil imut. Dan dari ajang Perang di Ukraina yang belum juga redup, ada kabar bahwa Mamba ikut diterjunkan di medan perang, persisnya rantis 4×4 ini dihibahkan oleh Estonia kepada militer Ukuraina. (more…)

Australia Upgrade Kapal Selam Collins Class, Bakal Mampu Meluncurkan Rudal Jelajah Tomahawk

Seiring pembentukan pakta pertahanan AUKUS bersama Amerika Serikat dan Inggris, Australia telah memproklamirkan bakal mengakuisisi delapan unit kapal selam bertenaga nuklir. Meski begitu, bukan perkara mudah untuk mewujudkan mimpi tersebut. Terlepas dari mana kapal selam nuklir itu akan dibangun nantinya, satu yang pasti kapal selam nuklir bila didatangkan dalam wujud baru, maka akan makan waktu panjang, dimana diproyeksikan baru dapat diterima Angkatan Laut Australia (RAN) pada tahun 2040. (more…)