Rostec Rusia Tampilkan Radar Berdesain Kompak dan Ringan untuk Mendeteksi Drone

Ketika serangan drone begitu masif dalam perang di Ukraina, maka menjadi peluang bagi industri pertahanan Rusia untuk menyediakan sistem penangkal dan deteksinya. Tak jarang, kasus penyergapan (ambush) dari pasukan Ukraina berhasil berkat pasokan informasi koordinat yang diperoleh dari drone intai, yang notabene berukuran kecil dan minim bising sehingga sulit dideteksi oleh konvoi kendaraan.

Baca juga: RadarZero – Tak Lebih Besar dari Laptop, Inilah Radar Intai Anti Drone

Berangkat dari kasus di atas, Roselectronics yang merupakan bagian dari Rostec, telah meluncurkan stasiun radar multifungsi – multifunctional radar station, yang dirancang untuk mendeteksi drone kecil pada jarak lebih dari 1000 meter, termasuk pada ketinggian sangat rendah. Sistem radar ini dikembangkan oleh Rybinsk Instrument Plant.

Dikutip dari tadviser.com (21/5/2022), prinsip pengoperasian radar anyar ini didasarkan pada penggunaan efek Doppler (multi-channel Ka-band radar) dan pemrosesan sinyal dari objek yang bergerak atau bagian yang bergerak. Radar portable ini punya dimensi kecil, yaitu 325 × 240 × 230 mm. Pengoperasian radar dapat dikontrol secara manual dari laptop atau secara otomatis.

Tak ingin bergantung pada komponen dan suku cadang asing, maka perangkat radar ini dibuat berdasarkan elemen domestik. Dirancang untuk penggunaan dengan mobilitas tinggi, berat radar anti drone ini hanya sekitar 5 kg dan dapat di-embedded ke sistem yang terdapat pada rantis/ranpur. Selain menarget drone, sistem radar ini dapat digunakan untuk mendetekssi obyek di darat, dimana radar dapat mendeteksi mobil pada jarak lebih dari 10 km.

Baca juga: Hadapi Serangan Drone, Rusia Punya “Rat” Complex yang Dilengkapi Senjata Laser

Menurut Andrei Komogortsev, Direktur Pengembangan di Rybinsk, menyebut bahwa tugas utama stasiun radar ini adalah untuk mencari target udara berukuran kecil yang terbang rendah dan ancaman lainnya, misalnya, sistem robot yang berbasis darat. Radar dapat secara bersamaan memindai hingga 32 target, serta bekerja sama dengan sistem pemantauan radar lainnya. Baru pada 20 Mei 2022, sistem radar ini telah lulus uji pendahuluan. (Gilang Perdana)