Mirip Tomahawk, Polandia Tampilkan Rudal Jelajah Jarak Jauh Produksi Dalam Negeri

Berbeda dengan pilihan Jerman dan Belanda yang mengakuisisi rudal jelajah Tomahawk buatan AS, maka ada indikasi Polandia untuk mengakuisisi rudal jelajah rancangan dan produksi dalam negeri. Pada pameran pertahanan International Defence Industry Exhibition (MSPO) 2025 di kota Kielce, Polandia (2 – 5 September 2025), perusahaan pertahanan asal Polandia, WB Group, memamerkan rudal jelajah jarak jauh Lanca.
Lanca adalah rudal jelajah yang kemungkinan besar diluncurkan dari kontainer di platform darat dan laut. Rudal jelajah ini dilengkapi dengan sayap lipat dan pendorong berbahan bakar padat. Hal ini diperlukan untuk mencapai ketinggian dan kecepatan awal sebelum mesin turbojet utama diluncurkan.
Foto-foto Lanca sebelumnya telah diunggah di media sosial oleh penggemar militer @ArkadiuszMolis1 sehari sebelum acara.
Rudal ini memiliki potongan khas di bagian depan moncongnya, kemungkinan untuk homing head atau optical navigation system, guna menghindari medan yang sulit. Namun, sampai saat ini pihak WB Group belum mengumumkan karakteristik teknisnya.

Sulit untuk menentukan potensi jangkauan dan ukuran hulu ledak rudal hanya berdasarkan foto modelnya, karena kemungkinan besar rudal tersebut merupakan prototipe yang diperkecil, bukan versi ukuran penuh.
Bagi WB Group, Lanca bukan merukan proyek pertamanya. sebelum ini, perusahaan tersebut telah bermitra dengan Hanwha Aerospace Korea Selatan, dalam pengembangan dan produksi bersama rudal presisi tinggi 239mm CGR-080 di Polandia untuk self propelled MLRS K239 Chunmoo dan varian Polandia-nya, Homar-K.
K239PL Homar-K – Varian Self Propelled MLRS K239 Chunmoo yang Dibeli Polandia dari Korea Selatan
WB Group selama ini dikenal dengan produk drone militer, seperti Warmate, loitering munition atau yang sering disebut “kamikaze drone.” Drone ini dirancang untuk menyerang target di darat secara presisi, dan telah digunakan secara ekstensif dalam konflik, terutama di Ukraina.
Bila dibandingkan dengan negara tetangganya, maka Ukraina terkesan lebih maju, lantaran Ukraina sudah memiliki industri pertahanan yang maju dari era Uni Soviet. Setelah tahun 2014, dengan ancaman Rusia yang semakin nyata dan embargo senjata dari Barat, Ukraina terpaksa berinvestasi besar-besaran untuk mengembangkan senjata domestik.
Kebutuhan mendesak untuk menargetkan aset Rusia di daratan dan laut, serta terbatasnya akses ke senjata Barat, mendorong mereka untuk mempercepat program rudal jelajah seperti Neptune dan rudal balistik Hrim-2. (Gilang Perdana)
Ukraina Ungkap Varian Baru Rudal Neptune, Punya Jangkauan Lebih Jauh dan Kemampuan Serang ke Daratan


