Liputan ke BNS Oostende M940 (City Class) – Kapal Penyapu Ranjau Tercanggih plus Terbesar dengan Dua Data Center

Dalam rangkaian Euronaval Press Tour 2024, kami mendapat banyak kesempatan untuk melihat dari dekat industri pertahanan laut Perancis, yang salah satunya pada tanggal 3 Oktober lalu, kami melakukan kunjungan ke Piriou shipyard di Concarneau. Selain membangun kapal latih Almak, yang tulisannya telah kami posting sebelum ini, Piriou shipyard juga dikenal karena membangun kapal pemburu/sapu ranjau City class.
Baca juga: ihat Langsung “Almak” – Kapal Latih Taruna Angkatan Laut Mancanegara dengan Awak Sipil
Terkait City class, didapuk sebagai kapal penyapu ranjau terbesar saat ini, yakni punya berat hingga 2.800 ton. Bukan itu saja, City class yang dibangun sebagai pengganti Tripartite class untuk Angkatan Laut Belgia dan Belanda, adalah kapal penyapu ranjau tercanggih di dunia. Dan pada kesempatan kunjungan ke Piriou, kami mendapat kesempoatan untuk melihat dari dekat City class, termasuk masuk ke bagian dalam kapal penyapu ranjau ini, melihat seperti apa anjungan dan pusat informasti tempur.
Lantaran masih dalam proses instalasi, dan tergolong alutsista yang sensitif, maka rombongan media tidak diperkenankan untuk mengambil foto dan video saat di dalam kapal. Kapal yang kami kunjungi adalah BNS Oostende (M940), yakni unit perdana kapal penyapu ranjau City class yang akan diserahkan kepada Angkatan Laut Belgia pada pertengahan tahun 2025.
Secara total, tujuh dari dua belas kapal penyapu ranjau City class saat ini sedang dibangun dan pada berbagai tahap penyelesaian. Salah satu ciri khas kapal penyapu ranjau City class adalah mampu menahan ledakan dari bawah air, memiliki tanda akustik, elektrik, dan magnet yang sangat rendah. City class akan dipasang dengan kemampuan otonom untuk mendeteksi, mengklasifikasikan, dan menetralkan ranjau.
Dengan bobot 2.800 ton, panjang 82,4 meter dan lebar 17 meter. kapal ini dapat berlayar dengan kecepatan maksimum 15,3 knot dan memiliki jangkauan lebih dari 3.500 mil laut (setara 6.482 km). City class desainnya dibuat oleh Naval Group, namun pembangunan kapalnya dilakukan oleh Piriou di Concarneau.

City class dilengkapi dengan sistem tempur Naval Group Polaris yang didukung dengan dua data center. Kemudian kapal buru ranjau ini juga dibekali drone Exail UMISOFT System, kendaraan permukaan tanpa awak, kendaraan bawah air otonom, dua sonar derek (towed sonar) dan dua sistem identifikasi dan pembuangan ranjau (mine identification and disposal systems).
Untuk persenjataan, yang akan terpasang adalah satu pucuk meriam Bofors 40 MK3 pada haluan, dua pucuk senapan mesin berat FN Herstal Sea deFNder 12,7 mm, water cannon dan Long-Range Acoustic Device (LRAD). City class diawaki 29 – 63 personel.

[the_ad id=”77299″]
Dilengkapi Dua Data Center
Dalam penjelasan kepada media, Naval Group selaku perancang City class, menyebut bahwa ini adalah kapal penyapu ranjau yang serba digital dna modern. Poin pernyataan menarik adalah adanya dua data center pada kapal penyapu ranjau ini.
Pada kapal perang modern, keberadaan fasilitas serupa data center menjadi semakin lazim, meskipun mungkin tidak disebut secara langsung sebagai “data center.” Fasilitas ini diperlukan untuk mendukung operasi yang sangat bergantung pada teknologi informasi, pengolahan data, komunikasi, dan sistem senjata canggih.

Adanya dua data center di kapal, dengan salah satunya berfungsi sebagai backup, merupakan solusi efektif untuk mengatasi berbagai kelemahan dan tantangan yang dapat muncul. Dengan memiliki dua data center, kapal dapat mempertahankan operasi penting jika salah satu mengalami kegagalan atau kerusakan. Ini memberikan redundansi yang kritis, terutama dalam kondisi tempur atau situasi darurat, di mana gangguan pada sistem komando dan kontrol bisa berakibat fatal.
Redundansi ini juga meningkatkan ketahanan kapal terhadap potensi serangan siber, kegagalan teknis, atau masalah pendinginan, sehingga memungkinkan operasi terus berjalan meskipun terjadi masalah pada satu data center. (Haryo Adjie – Concarneau)


