Koordinasi dengan Belanda, Belgia Akuisisi 10 Baterai Sistem Hanud NASAMS Senilai Hampir $3 Miliar

Sebagai bagian dari solusi pertahanan udara Eropa, Belgia diwartakan akan mengakuisisi 10 baterai (kompi) sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface to Air Missile System) buatan perusahaan Norwegia, Kongsberg Defence and Aerospace, dengan nilai kesepatakan senilai 2,5 miliar euro ($2,87 miliar).

Baca juga: Belanda Akuisisi Sistem Hanud NASAMS Generasi Terbaru dan SHORAD Swagerak NOMADS

Paket pengadaan mencakup rudal AIM-120 AMRAAM sebagai pencegat, radar 3D Raytheon AN/MPQ-64F1 Sentinel, dan sensor elektro-optik dan inframerah pasif. Dari segi nilai ($2,87 miliar) bakal menjadi program akuisisi alutsista terbesar Belgia sejak pengadaan 34 unit F-35 Lightning II seharga US$6,53 miliar pada tahun 2018.

Dikembangkan bersama oleh Kongsberg dan perusahaan AS Raytheon, sistem hanud NASAMS mampu mencegat ancaman udara jarak pendek hingga menengah seperti pesawat tempur, drone dan rudal jelajah.

Meski yang mengakuisisi adalah Belgia, namun kesepakatan pengadaan 10 baterai NASAMS – yang mana tiap baterai berisi empat peluncur, akan melibatkan Belanda. Pelibatan Belanda terdengar tak lazim, menjadi pertanyaan, mengapa Belgia tidak membeli langsung dari Norwegia, yang notabene sesama anggota NATO?

Suasana di dalam kabin Command Post.

Nah, ternyata pembelian sistem pertahanan udara NASAMS oleh Belgia melalui Belanda memang erat kaitannya dengan kerja sama bilateral yang lebih luas, salah satunya proyek fregat generasi baru yang dibuat bersama oleh kedua negara.

Belgia dan Belanda memiliki kerja sama pertahanan sangat erat, khususnya dalam bidang pertahanan udara dan angkatan laut. Selain pengembangan kapal perang (fregat dan kapal penyapu ranjau) bersama, kedua negara punya program interoperabilitas sistem senjata, termasuk logistik, pelatihan, dan pengadaan bersama. Pembelian NASAMS melalui Belanda mencerminkan upaya standardisasi dan efisiensi operasional antara kedua negara.

AD Australia Uji Sertifikasi Sistem Hanud NASAMS, Kemampuan Operasional Penuh di Tahun 2026

Alasan lain terkait pelibatan Belanda adalah Belanda yang sudah lebih dulu memiliki NASAMS dan sistem peluncurnya, termasuk komponen pelatihan dan logistik. Dengan membeli melalui Belanda, Belgia bisa memanfaatkan infrastruktur dan dukungan logistik yang sudah tersedia, yang artinya akan menghemat waktu dan biaya.

Ada kemungkinan pengadaan dilakukan lewat paket multinasional atau kerangka kerja bersama NATO/EU, di mana Belanda menjadi negara koordinator atau fasilitator kontrak. Ini bukan hal baru dan menjadi praktek umum di Eropa untuk menekan biaya dan meningkatkan interoperabilitas.

Pelibatan Belanda juga ada terkait keuntungan logistik dan pelatihan, yang mana Belgia dapat mengakses pusat pelatihan Belanda, menggunakan rantai pasokan cadangan yang sama dan tentunya pemeliharaan bersama NASAMS dengan unit Belanda. (Gilang Perdana)

Kongsberg Upgrade Kemampuan Sistem Hanud NASAMS, Siap Hadapi Serangan Rudal Balistik

2 Comments