Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Raytheon AN/MPQ-64 F1 Sentinel, Radar Intai Pada Sistem Hanud NASAMS

Dalam kontrak pengadaan dua baterai sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System) pada tahun 2017, dipastikan Indonesia nantinya akan juga mendapatkan unit radar AN/MPQ-64 F1 Sentinel X band 3D. Radar tersebut nantinya akan ditempatkan dalam kendaran taktis 4×4 dan akan melekat langsung pada penggelaran sistem NASAMS yang nantinya bakal dioperasikan Detasemen Pertahanan Udara Paskhas TNI AU. Radar buatan Raytheon ini mengandalkan resolusi tinggi dan pancaran sinyal tiga dimensi.

Baca juga: Sistem Hanud NASAMS Kini Bisa Luncurkan Rudal AIM-9X Sidewinder

Dirunut dari spesifikasinya, AN/MPQ-64 F1 Sentinel dirancang secara otomatis untuk mendeteksi, melacak, mengidentifikasi, mengklasifikasikan dan melaporkan ancaman di udara. Radar ini menyediakan data posisi dan kecepatan tiga dimensi pada setiap ancaman yang terdeteksi, tanpa perlu dukungan radar khusus. Kemampuan deteksi dan pelacakan ini menyediakan data penargetan ke unit FDC (Fire Distribution Center).

Sebagai unit yang bersifat mobile, sistem radar dapat digelar dalam hitungan menit. Dalam teorinya, steling radar membutuhkan waktu 15 menit, namun dengan dua kru yang terlatih, penyiapan radar ini bisa dtekan hanya 10 menit saja. Tidak diperukan dukungan peralatan dan kru tambahan untuk deployment radar ini. Setelah kedua kru rampung dalam instalasi, selanjutnya kedua kru berperan sebagai operator dan satu kru lain bertindak sebagai maintainer.

MPQ-64F1 menyediakan data penargetan pra-peluncuran yang akurat dan pembaruan jalur pada peluncuran rudal AIM-120 AMRAAM.Radar ini mengusung frekuensi radar X band, 3 dimensional pencil beam, range-gated pulse doppler dan phase and frequency scanning. Dan electronic back-scan dilakukan pada kecepatan 20 dan 30 rpm. Sudut penampang radar ada di rentang -10 hingga 55 derajat dengan azimuth 360 derajat. Bicara tentang jangkauan? AN/MPQ-64 F1 dapat mendeteksi sasaran dari jarak 120 km lebih.

Baca juga: Belum Termasuk Rudal AMRAAM, Kontrak Pengadaan NASAMS Untuk Indonesia Bernilai US$77 Juta

Dalam plaform yang ditawarkan oleh Kongsberg selaku integrator, adalah rantis Mercedes-Benz G-Class (4 × 4). Kendaraan dengan kemampuan offroad ini memang terbilang handal, namun belum tentu Mercedes G-Class ini yang nantinya dipilih oleh Indonesia sebagai platform radar NASAMS, pasalnya Kongsberg menyediakan pilihan seperti penggunan jip Land Rover, Iveco dan lain sebagainya. (Gilang Perdana)

53 Comments