Kapal Perang Italia ITS Antonio Marceglia (F597) Sandar di Jakarta, Ini yang Khas dari Fregat Bargamini Class Varian General Purpose

Lantamal III Jakarta kembali kedatangan fregat Bargamini class (FREMM) Angkatan Laut Italia, kali ini yang sandar adalah ITS Antonio Marceglia (F597) yang tiba pada tanggal 13 Mei 2025. Berbeda dengan ITS Carabiniere (F593) yang pernah ke Jakarta pada tahun 2017, maka ITS Antonio Marceglia adalah fregat Bargamini class varian General Purpose (GP), sementara ITS Carabiniere adalah Bargamini varian Anti‑submarine warfare (ASW).
Baca juga: Mengintip ITS Carabiniere, Fregat Anti Kapal Selam Italia Yang Singgah di Jakarta
ITS Antonio Mareglia merupakan fregat kedelapan dari Bergamini class dan yang terakhir dari empat fregat Bargamini class varian GP. Bergamini class dikenal juga dengan sebutan FREMM (Frégate Européenne Multi-Mission) atau dalam bahasa Italia – Fregata europea multi-missione.
Jika dirunut dari bobotnya yang mencapai 6.000 – 6.700 ton, maka Bargamini class tergolong fregat kelas berat, dalam hal spesifikasi akan langsung berhadapan dengan fregat andalan Denmark, Iver Huitfeldt class yang pernah nyaris diakuisisi Indonesia.
Lantaran terbagi dalam tiga varian, maka menjadi menarik pertanyaan, apa yang menjadi dasar pembeda antara Bargamini class varian GP dan ASW, yang notabene secara desain tampak luar terlihat sama saja. Varian General Purpose (GP) dari fregat FREMM Bergamini class memiliki sejumlah karakteristik khas yang membedakannya dari varian Anti-Submarine Warfare (ASW) dan Hybrid (GP + ASW), terutama dalam hal sensor, persenjataan, dan misi utama.
TNI AL Terima Kunjungan Kapal Perang Angkatan Laut Italia Dan Jepang Di Jakarta
Komitmen dalam menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan negara sahabat kali ini ditunjukkan TNI AL dalam hal ini Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) III Jakarta ketika menerima kedatangan kapal… pic.twitter.com/kPmRmhCVtq
— Pusat Penerangan TNI (@Puspen_TNI) May 15, 2025
Misi utama varian GP adalah untuk menjalankan operasi permukaan-ke-permukaan, proyeksi kekuatan (power projection), dukungan pasukan di darat, Patroli dan operasi maritim umum. Untuk menunjang misi, maka Bargamini varian GP dibekali persenjataan dan peralatan yang khas, yakni meriam utama OTO Melara (Otobreda) 127 mm/64 LW Vulcano yang mampu menembakkan amunisi guided (Vulcano GLR) untuk dukungan tembakan presisi jarak jauh (hingga 120 km), sistem rudal hanud Aster 15/30 (SYLVER A50 VLS) dan rudal anti-kapal Teseo Mk2/A atau Otomat
Sebagai perbandingan, Bargamini varian ASW menggunakan meriam utama OTO Melara 76 mm Super Rapid. Sementara bicara tentang sonar, varian GP hanya menggunakan sonar lambung (hull-mounted), sedangkan Bargamini varian ASW dilengkapi sonar lambung dan sonar towed array (CAPTAS-4).
Beberapa unit varian GP seperti Carlo Bergamini (F 590) kini dimodifikasi untuk membawa fitur ASW tambahan, seperti peluncur sonar aktif pasif atau peningkatan sistem komando tempur, menjadikannya lebih multi-role.
Secara umum varian GP memiliki keunggulan dibanding varian ASW, yang meliputi kemampuan dukungan tembakan ke darat (naval gunfire support) superior (dengan meriam 127 mm + Vulcano GLR), fleksibilitas untuk operasi ekspedisi dan proyeksi kekuatan karena konfigurasi dek dan ruang kargo tambahan, biaya operasional lebih ringan dibanding varian ASW karena tidak memerlukan sistem sonar towed array besar dan kompleks. dan multiguna untuk patroli, embargo maritim, atau misi pengawalan tanpa spesialisasi sempit.


Dibekali Stern Ramp
Seperti halnya pada fregat PPA Paolo Thaon di Revel class yang akan memperkuat arsenal TNI AL, maka pada varian General Purpose (GP) dari fregat FREMM Bergamini class juga terdapat fasilitas stern ramp di buritan kapal.
Stern ramp ini berada di belakang (buritan) kapal, di bawah helipad, dan terhubung dengan dek kendaraan kecil atau kompartemen logistik.Meski disebut ramp door, namun fasilitas ini tidak dirancang untuk operasi amfibi besar, hanya memungkinkan penempatan RHIB (Rigid-Hull Inflatable Boats), penyimpanan dan penurunan perahu kecil atau kendaraan ringan, pengangkutan muatan logistik, peti misi, atau peralatan untuk pasukan khusus/marinir, dan berguna dalam operasi boarding, penyelamatan (VBSS) dan dukungan pasukan kecil.

Sebaliknya, pada varian ASW (Anti-Submarine Warfare) tidak dilengkapi dengan stern ramp karena ruang buritan digunakan untuk sonar towed array (CAPTAS-4) dan perangkat anti kapal selam lainnya. (Gilang Perdana)
Related Posts
-
Setelah Isu Embargo, Brasil Akhirnya Kirim Batch Perdana APC Guarani 6×6 ke Filipina
No Comments | Nov 1, 2023 -
Tak Jauh dari Natuna, Inilah Komposisi Armada Intai Maritim AL Cina di Fiery Cross Reef
32 Comments | May 13, 2020 -
Airbus Pamer Konsep Loyal Wingman Baru untuk Eurofighter Typhoon, Digadang Terbang di Tahun 2030
2 Comments | Jun 4, 2024 -
Kongsberg Sea Protector MK50, Lengkapi Sistem Senjata di KMC 38M TNI AD
15 Comments | Jun 27, 2019


