Ikuti Langkah Cina, General Atomics dan Saab Garap Drone AEW&C dari Platform MQ-9B

Meski tertinggal dari Cina, Amerika Serikat dan Swedia kini berkolaborasi dalam pengembangan drone dengan kemampuan intai peringatan dini – Unmanned Airborne Early Warning (UAEW) and Control. Dalam Paris Airshow 2025, dua perusahaan ternama, Saab dari Swedia dan General Atomics Aeronautical Systems, Inc. (GA-ASI) dari AS mengumumkan kemitraan strategis untuk mengembangkan solusi UAEW.
Baca juga: Drone HALE AWACS Berdesain ‘Twin-Boom’ WZ-9 Divine Eagle (Shen Diao) Terbang Perdana
Kemampuan AEW&C (AWACS) tersebut nantinya akan diintegrasikan ke dalam seri drone MQ-9B milik GA-ASI, termasuk SkyGuardian, SeaGuardian, Protector milik Inggris, dan drone STOL MQ-9B Mojave yang akan datang.
Kolaborasi tersebut akan menggabungkan teknologi sensor AEW&C milik Saab dengan platform drone GA-ASI yang battle proven dan tahan lama untuk menyediakan pengawasan terus-menerus dan kewaspadaan situasional yang lebih luas. Kedua perusahaan berencana untuk memulai uji terbang MQ-9B yang dilengkapi AEW pada tahun 2026.
“Ancaman udara berteknologi tinggi dan rendah sama-sama menimbulkan tantangan besar bagi angkatan udara global,” kata Presiden GA-ASI David R. Alexander. “Kami tengah mengembangkan solusi AEW&C yang terjangkau bekerja sama dengan Saab, penyedia sistem AEW&C terkemuka, yang akan mengubah operasi pengawasan pelanggan kami terhadap ancaman rudal jelajah dan kawanan drone yang sederhana namun berbahaya.”

Sistem AEW&C dirancang untuk beroperasi di darat dan laut, menyediakan penginderaan penting di udara untuk bertahan terhadap pesawat taktis, rudal berpemandu, pesawat nirawak, dan ancaman baru lainnya.
Sensor AEW&C Saab akan dipasang pada MQ-9B, yang dikenal sebagai drone MALE (Medium Altitude Long Endurance) tercanggih di dunia. “Solusi AEW nirawak dengan ketinggian sedang ini, yang memanfaatkan kompetensi inti kedua perusahaan, memiliki potensi luar biasa untuk melengkapi portofolio AEW&C kami yang sudah ada dan menyediakan pelanggan dengan kapabilitas canggih lainnya,” kata Carl-Johan Bergholm, head of Saab’s business area Surveillance.
GETC JY-300 – Drone MALE dengan Kemampuan Khusus Sebagai AWACS
Solusi ini melengkapi sistem AEW&C berawak Saab saat ini, termasuk GlobalEye dan Erieye, dan menawarkan opsi tambahan bagi pelanggan yang mencari kemampuan pengawasan yang hemat biaya dan fleksibel. Sistem ini dapat digunakan sebagai sistem mandiri atau sebagai bagian dari pendekatan kerja sama manned-unmanned teaming, yang memperluas jangkauan operasional armada yang ada.
Varian AEW&C MQ-9B akan memungkinkan deteksi dini, pelacakan jarak jauh, dan keterlibatan target secara simultan, yang semuanya didukung oleh komunikasi line-of-sight dan SATCOM. Ketersediaan operasional untuk MQ-9B termasuk yang tertinggi dari semua pesawat militer, dan sebagai platform nirawak, hal ini juga mengurangi risiko bagi awak pesawat.
Ukraina Tampilkan Gekata, Sistem AEW&C dengan Platform Drone Intai
MQ-9B GA-ASI telah dipilih oleh negara-negara seperti Inggris, Belgia, Kanada, Polandia, Jepang, Taiwan, India, dan Angkatan Udara AS, dan telah berpartisipasi dalam latihan utama Angkatan Laut AS termasuk Northern Edge, RIMPAC, dan Integrated Battle Problem.
Kemampuan AEW&C pada drone (UAEW) diharapkan dapat memberikan pengawasan udara dan respons ancaman yang lebih baik bagi negara-negara yang mungkin tidak memiliki akses ke platform AEW&C tradisional, dalam hal ini mungkin termasuk Indonesia, yang hingga kini belum memutuskan platform AEW&C yang diinginkan. (Gilang Perdana)
Shenyang Divine Eagle: Drone AWACS Pertama di Dunia, Mampu Terbang di Ketinggian 25 Ribu Meter



Apa gunanya beli “AEW maha”l, tapi hanya sanggup beli 2 biji 🤔
Sementara di pasaran banyak alternatif platform AEW yg harganya lebih terjangkau