Gempur Kamboja, Thailand Kerahkan M758 ATMG – Self Propelled Howitzer Produksi Dalam Negeri dengan Teknologi Israel

Ibarat promosi alutsista baru, Angkatan Darat Thailand mengerahkan jenis senjata artileri terbaru dalam perang di perbatasan untuk menggempur posisi pasukan Kamboja. Yang dimaksud adalah M758 self propelled howitzer (SPH) atau Autonomous Truck-Mounted Guns (ATMG) kaliber 155 mm yang penggelarannya telah diposting secara luas di media sosial.
M758 ATMG (Autonomous Truck-Mounted Gun) adalah sistem artileri swagerak kaliber 155 mm/52 yang dikembangkan dan diproduksi secara lokal oleh Pusat Produksi Senjata (Weapon Production Centre, WPC) milik Angkatan Darat Thailand (Royal Thai Army). Sistem senjata artileri ini merupakan hasil integrasi antara meriam ATMOS 2000 buatan perusahaan Israel Elbit Systems dengan sasis truk 10 ton Tatra T815 6×6, buatan Republik Ceko.
Latar belakang pengembangan M758 dilakukan pada awal 2010-an, saat Angkatan Darat Thailand mulai mengevaluasi kebutuhan untuk sistem artileri medan yang mobilitas tinggi, modern, dan efisien secara biaya, sebagai pengganti sebagian sistem artileri lama seperti M109A5 dan artileri berbasis tarik.
Thai M758 is also placed in the middle of the road by the Thai army before firing towards Cambodia. pic.twitter.com/RmKccNBxSW
— Clash Report (@clashreport) July 25, 2025
Kemudian Thailand memilih solusi truck-mounted howitzer yang dipandang lebih cepat dikerahkan, lebih fleksibel di berbagai medan (hutan, pegunungan, dataran) dan biaya operasional lebih rendah dibanding self-propelled howitzer (SPH) beroda rantai. Untuk itu, Thailand menjalin kerja sama dengan Elbit Systems untuk mengadopsi sistem artileri ATMOS 2000 (Autonomous Truck MOunted howitzer System), yang sudah terbukti dan dioperasikan oleh banyak negara.
Setelah melalui proses adaptasi dan produksi lokal, sistem tersebut dinamai sebagai M758 ATMG (Autonomous Truck-Mounted Gun) dan resmi diperkenalkan pada tahun 2020. Produksi M758 dilakukan di fasilitas WPC di Lopburi, Thailand. Sistem ini telah digunakan oleh beberapa satuan militer Thailand, termasuk Angkatan Darat Thailand yang mengoperasikan 30 unit M758 ATMG, dan Korps Marinir Thailand, yang telah menerima 6 unit dan memesan tambahan 6 unit.
JUST IN: Thai Army’s M758 Autonomous Howitzer fires 155mm shells at Cambodian positions this morning.
Escalation continues… pic.twitter.com/HvqHsen398
— Defence Index (@Defence_Index) July 25, 2025
Di masa depan, Angkatan Darat Thaiuland menargetkan peningkatan produksi lokal M758 melalui alih teknologi lanjutan dari Elbit. Thailand juga merencanakan untuk mengekspor varian M758 ke negara sahabat di Asia Tenggara dan Afrika, sebagai bagian dari promosi industri pertahanan domestik.
M758 ATMG dioperasikan oleh empak awak, mengusung howitzer laras panjang semi otomatis kaliber 155 mm/52, yang punya jangkauan tembak maksimum 40 km dengan amunisi ERFB-BB (Extended Range Full Bore – Base Bleed) dan 24 km bila menggunakan amunisi HE. M758 mengandalkan sistem kendali tembak terkomputerisasi, inertial navigation system (INS), GPS, dan display digital. Sekitar 4–6 peluru per menit dalam dilepaskan.


M758 ATMG menggunakan platform Tatra T815-7 6×6 (beroda ban) dengan tenaga mesin diesel 400 hp. Truk ini punya kecepatan Maksimum 90 km/jam di jalan raya dan jarak Tempuh Operasional 600 km.
Truk ini dilengkapi kabin lapis baja ringan (protection level terhadap senjata ringan), namun tidak dirancang untuk terlibat dalam kontak langsung, tapi mampu bertahan terhadap pecahan artileri ringan dan serangan tidak langsung. M758 ATMG dalam sekali jalan membawa 18–24 butir peluru artileri 155 mm (tergantung konfigurasi).
Dalam gelar tempur, sistem suplai amunisi tambahan bisa mengikuti dengan truk pendukung. M758 ATMG diawaki 4 orang (komandan, penembak, pengisi amunisi, pengemudi). (Gilang Perdana)
Angkatan Darat Filipina Kerahkan Self Propelled Howitzer Atmos untuk Operasi Militer di Mindanao



Admin,
Tuh kontrak pembelian KAAN ditandatangani.