Armada Pasifik Rusia Tambah Baterai Rudal Bastion di Kepulauan Kuril, Wilayah yang Disengketakan dengan Jepang

Terlepas dari manuver pembom Tu-95MC Bear bersama pembom strategis Cina Xian H-6K yang belum lama ini melintasi Laut Jepang dan ADIZ Korea Selatan, pada dasarnya ada ketegangan klasik antara Rusia dan Jepang, yakni terkait sengketa atas kepemilikan Kepulauan Kuril yang diklaim oleh Rusia dan Jepang. Kepulauan Kuril menghubungkan Semenanjung Kamchatka di Rusia dengan Pulau Hokkaido yang berada di wilayah Jepang bagian utara.

Baca juga: Duet Pembom Strategis Cina (Xian H-6K) dan Rusia (Tu-95MC), Gocek Sistem Pertahanan Udara Korea Selatan dan Jepang

Dikutip dari eurasiantimes.com (5/12/2022), Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa sistem pertahanan pantai mobile Bastion – Bastion mobile coastal defense systems dari Armada Pasifik telah ditempatkan untuk di Pulau Paramushir, yang merupakan bagian dari Kepulauan Kuril.

“Unit tempur sistem rudal pesisir Bastion dari Armada Pasifik telah dikerahkan dan telah bertugas di bagian utara Kuril di Pulau Paramushir. Personel rudal pesisir dari Armada Pasifik akan menjaga sepanjang waktu untuk mengontrol wilayah perairan dan zona selat yang berdekatan,” Kata Kementerian Rusia dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, sistem K-300P Bastion-P telah dikerahkan di Pulau Matua, yang juga berada di Kepulauan Kuril pada Desember 2021. Peran utama sistem rudal pertahanan pantai Bastion adalah untuk menyerang kapal permukaan, seperti kelompok tempur kapal induk dan kapal pendarat.

Menurut keterangan, operasi dan pemeliharaan, peralatan pos teknis, fasilitas penyimpanan material, dan pintu masuk ke zona peluncuran semuanya telah dipersiapkan. Sementara personil militer mengambil tugas dan melakukan latihan tempur yang dijadwalkan.

Bastion-P Mobile Shore Based Missile Complex (MSMC) adalah sistem pertahanan pantai bergerak (mobile) yang mampu menyerang kapal perang bernilai tinggi. Dalam hal kebijakan maritim Rusia, ini dipandang sebagai garis pertahanan terakhir. Dalam beberapa tahun terakhir, Moskow telah menerapkan sistem ini di beberapa zona maritim paling kritis.

Sebuah Brigade Militer yang dilengkapi dengan sistem rudal Bastion digelar di Sevastopol di semenanjung Krimea pada tahun 2014. Rusia juga memasang sistem Bastion di Kutub Utara untuk melindungi garis pantai Arktik yang luas, sumber daya mineral dan energi, serta perairan teritorial.

K-300P Bastion-P, juga dikenal sebagai SSC-5 Stooge, menggunakan basis rudal jelajah anti kapal supersonik P-800 Oniks. Rudal ini juga digunakan di kapal perang dan kapal selam dan diberi nama SS-N-26 Strobile di Barat. Varian ekspor rudal tersebut dikenal dengan nama ‘Yakhont’ – yang notabene juga dioperasikan oleh TNI AL, yakni di frigat Van Speijk Class, KRI Oswald Siahaan 354.

Bastion adalah sebuah sistem, sementara rudal yang digunakan adalah jenis Yakhont. Karena bobot Yakhont yang tergolong bongsor, yaitu satu unit rudalnya punya berat 3 ton, maka ransus (kendaraan khusus) yang digunakan juga tak bisa sembarangan. Yang digunakan sebagai platform pengusung adalah heavy duty truck MZKT-7970 8×8 buatan Belarusia. Unit peluncur dalam satu truk tersebut dapat membawa dua rudal Yakhont.

Yakhont sendiri adalah tipe rudal jelajah dengan mekanisme fire and forget. Pada tahap awal peluncuran, rudal ini dipandu dengan satelit, sementara jika sudah mendekati sasaran, sistem pemandu akan beralih ke radar aktif. Rudal canggih yang pernah diuji tembak oleh TNI AL dapat terbang mulai dari ketinggian 5 sampai 14.000 meter di atas permukaan laut.

Dengan kecepatan supersonic saat mendekat sasaran (Mach 2.5), sangat sulit untuk menjatuhkan rudal yang punya jangkauan 280 km ini, belum lagi Yakhont dilengkapi perangkat electronic countermeasures.

Pola penembakan Yakhont dari daratan ke laut

Yakhont ditenagai solid fuel rocket booster yang mendorong rudal sebelum dipercepat hingga kecepatan maksimum oleh motor ramjet berbahan bakar cair. Karena punya peran strategis, sasaran Yakhont pun terpilih, seperti disasar untuk menghancurkan kapal induk dan instalasi penting dengan hulu ledak sebeat 250 kg.

Baca juga: K-300P Bastion-P – Sistem Rudal Jelajah Yakhont dengan Platform Heavy Duty Truck

Satu baterai Bastion terdiri dari empat unit kendaraan peluncur, 1 unit command and control vehicle, 1 support vehicle, dan 4 unit transloader. Dalam penggelaran tempur, di Rusia sistem Bastion dioperasikan oleh angkatan laut, persisnya dengan penempatan di wilayah pantai. (Gilang Perdana)

4 Comments