Didukung Kongsberg, Ukraina Kembangkan Rudal Sendiri untuk Sistem Hanud NASAMS

Boleh jadi arsenal rudal pada sistem hanud NASAMS (National Advanced Surface to Air Missile System) untuk Ukraina bakal bertambah jenisnya. Selain yang dikenal saat ini, yakni AIM-9X Sidewinder dan AIM-120 AMRAAM, ada rencana dari Kongsberg Defence and Aerospace untuk mengembangkan rudal tersendiri untuk NASAMS Ukraina.

Baca juga: Ukraina Mulai Gunakan Rudal AIM-9X Sidewinder untuk Sistem Hanud NASAMS 3

Perusahaan pertahanan terbesar Norwegia, Kongsberg Defence and Aerospace (KDA) dikabarkan tengah memperdalam kerja sama dengan Ukraina untuk memproduksi versi baru rudal pertahanan udara. Kesepakatan terkait diumumkan saat pembukaan kantor Kongsberg di Ukraina.

Pembukaan kantor perwakilan KDA di Ukraina akan memungkinkan pengembangan produksi bersama sistem drone udara (UAV) dan drone laut (USV) serta peralatan pertahanan udara dengan teknologi tinggi. Nota kesepahaman untuk tujuan ini ditandatangani dengan dua perusahaan Ukraina.

Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umierov menekankan bahwa sejumlah solusi bersama berdasarkan sistem pertahanan udara NASAMS akan segera dikembangkan. Selain itu, penguatan kerja sama dengan Kongsberg akan meningkatkan sistem pertahanan udara yang sudah ada di Angkatan Darat Ukraina, yang akan menjadi elemen kunci dalam melindungi penduduk dan infrastruktur penting di tengah serangan Rusia.

NASAMS dengan rudal AIM-9X Sidewinder.

“Bulan ini saja, Rusia meluncurkan lebih dari 3.500 rudal dan drone. Kami berupaya meningkatkan produksi dan mempercepat pengiriman,” kata Menteri Pertahanan Ukraina.

Terkait dengan sistem hanud NASAMS, kini tengah dilakukan kerja sama antara KDA dan Raytheon dari Amerika Serikat, untuk mengembangkan jenis radar baru pada sistem NASAMS, kabarnya radar baru tersebut akan mengambil basis radar GhostEye.

Raytheon AN/MPQ-64 F1 Sentinel, Radar Intai Pada Sistem Hanud NASAMS

GhostEye merupakan sistem radar mobile generasi terbaru yang mampu mendeksi jenis ancaman baru di masa depan, termasuk rudal balistik yang melesat dengan kecepatan hipersonik.

Digarap oleh Raytheon, sistem radar yang dimaksud adalah Lower Tier Air and Missile Defense Sensor (LTAMDS). Sistem radar yang juga disebut GhostEye ini dirancang untuk kebutuhan Angkatan Darat AS (US Army). Bukan sekedar mampu mendeteksi rudal hipersonik, dalam rilisnya Raytheon menyebut bahwa GhostEye mampu mendeteksi sasaran yang terbang dengan kecepatan 1,6 km per detik.

Lantaran dirancang untuk menghadapi sasaran yang bergerak dengan kecepatan fantastis, maka LTAMDS mengadopsi tiga larik antena – larik utama di depan, dan dua larik sekunder di belakang. Desain radar untuk mendeteksi rudal hipersonik ini tak lagi menggunakan model antena putar (rotating antenna), melainkan menggunakan jenis antena dengan sudut tetap. (Gilang Perdana)

Angkatan Darat AS Gelar “GhostEye” di Guam – Radar Pendeteksi Serangan Rudal Balistik Hipersonik

2 Comments