Bedah Kargo Rahasia Il-76 Belarusia: Iran Mulai Operasikan Helikopter Serang Mi-28 Havoc dari Rusia

Langit Iran dalam beberapa hari terakhir menjadi saksi bisu dari peningkatan aktivitas logistik militer yang luar biasa. Berawal dari pantauan pergerakan empat unit pesawat angkut berat Il-76 (dan beberapa Il-96) asal Belarusia dan Rusia yang mendarat secara beruntun dalam waktu kurang dari 48 jam, misteri mengenai “kargo rahasia” tersebut kini mulai terkuak.

Baca juga: Misteri Empat Ilyushin Il-76 Belarusia di Iran dalam 24 Jam: Pengiriman Kargo Rahasia Rusia?

Para pengamat pertahanan internasional meyakini bahwa jembatan udara nonstop ini membawa komponen helikopter serang Mil Mi-28 “Havoc” yang telah lama dinantikan oleh Angkatan Darat Iran. Langkah ini menandai fase eksekusi fisik dari kesepakatan besar antara Moskow dan Teheran yang sebelumnya hanya berada di atas kertas.

Informasi mengenai tibanya Mi-28 ini diperkuat oleh laporan dari berbagai sumber intelijen terbuka (OSINT). Sinyal operasional ini menjadi sangat jelas setelah Wakil Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Mahdi Farahi, sebelumnya secara resmi menyatakan bahwa rencana pengadaan jet tempur Su-35, pesawat latih Yak-130, dan helikopter Mi-28 telah memasuki tahap akhir.

Pola pengiriman menggunakan pesawat angkut berat dalam tempo yang sangat rapat ini mirip dengan pola saat pengiriman pesawat Yak-130 pada akhir 2024 lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa Teheran dan Moskow sengaja menggunakan koridor udara Laut Kaspia untuk menghindari titik-titik pengawasan Barat guna mempercepat integrasi aset tempur baru ini.

Untuk Pertama Kali, Helikopter Serang Mi-28NM “Night Hunter” Tembak Jatuh Drone Ukraina

Meskipun jumlah pastinya belum diumumkan secara resmi oleh otoritas Teheran karena alasan keamanan, para analis memperkirakan pengiriman tahap awal ini terdiri dari setidaknya enam unit helikopter dalam kondisi terurai. Mengenai variannya, besar kemungkinan Iran menerima varian Mi-28NE atau varian terbaru Mi-28NM, yang merupakan versi ekspor tercanggih dengan kemampuan tempur segala cuaca dan siang-malam.

Varian ini sangat menonjol karena dilengkapi dengan radar yang terpasang di atas poros baling-baling (mast-mounted radar), memungkinkannya untuk mengintip target dari balik perbukitan tanpa harus mengekspos seluruh badan helikopter.

Bell AH-1J Cobra – Bukti ‘Kecintaan’ Iran pada Helikopter Serang AS yang Kenyang Pengalaman Tempur

Selama ini, Angkatan Darat Iran sangat mengandalkan armada helikopter AH-1J SeaCobra peninggalan era 1970-an yang sudah mulai uzur. Mi-28 Havoc membawa perubahan doktrinal yang sangat drastis bagi Iran. Sebagai helikopter serang khusus yang dijuluki “Tank Terbang”, Mi-28 memiliki perlindungan lapis baja yang mampu menahan tembakan kaliber 12,7 mm hingga 20 mm pada bagian kokpitnya.

Dengan persenjataan berupa kanon otomatis 30 mm Shipunov 2A42 dan kemampuan membawa hingga 16 rudal anti-tank Ataka atau Khrizantema, Mi-28 memberikan Iran kemampuan menyerang presisi dari jarak aman (stand-off) sejauh lebih dari 8 kilometer. Ini adalah kemampuan yang belum pernah dimiliki Iran sebelumnya dalam armada helikopternya.

Kh-39 LMUR: Rudal ‘Stand-off’ untuk Helikopter Serang Rusia Mi-28NM dan Ka-52M

Kesepakatan pengadaan ini sebenarnya merupakan bagian dari barter strategis di mana Iran menyuplai teknologi drone dan rudal balistik ke Rusia, sementara Rusia membayar dengan platform tempur konvensional kelas berat yang selama puluhan tahun sulit didapatkan Iran akibat embargo internasional.

Hadirnya Mi-28 Havoc di tangan Iran tidak hanya sekadar mengganti helikopter serang lama, tetapi secara fundamental mengubah peta kekuatan di kawasan Teluk dan perbatasan darat Iran. Dengan dukungan Su-35 yang juga diharapkan segera menyusul, Iran kini tengah membangun kembali kekuatan udaranya untuk menjadi pemain yang jauh lebih kompetitif di tengah tensi regional yang terus memanas. (Bayu Pamungkas)

Hari ini 43 Tahun Lalu, Prototipe Helikopter Serang Mi-28 Havoc Terbang Perdana, “Dilupakan di era Soviet, Bangkit di era Rusia”

One Comment