Awak Korvet Parchim Class Koarmabar Matangkan Latihan VBSS

TNI AL belum lama ini punya pengalaman yang kurang menyenangkan terkait aksi VBSS (Visit Board Search and Seizure), pasalnya hingga kini empat awak KCR (Kapal Cepat Rudal) FPB-57 Nav V KRI Layang 635 yang melaksanakan misi VBSS belum juga ditemukan. Sejak Desember 2016, empat awak KRI Layang 635 yang melakukan inspeksi dan pengawalan Kapal Filipina Nurhana di Perairan Talaud, Sulawesi Utara belum ada kabar pastinya. Ditengah rumor yang berseliweran atas nasib awak KRI Layang, mendorong TNI AL untuk meningkatkan latihan tim VBSS yang ada di setiap kapal perang.

Baca juga: FPB-57 Nav V TNI AL – Varian Kapal Cepat dengan Bekal Senjata dan Sensor Maksimal

Seperti dikutip dari tnial.mil.id (24/3/2017), prajurit Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Barat (Satkor Koarmabar) melaksanakan Latihan VBSS. Latihan tersebut dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 22 hingga 24 Maret 2017 di Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Materi yang dilatihkan meliputi Markmanship (menembak), Close Quarter Battle (latihan pertempuran dalam ruangan), Hook and Climb (latihan memasang dan memanjat tangga di atas geladak kapal), Ship Movement (latihan teknik bergerak di geladak kapal), Prisoner Handling (latihan penanganan musuh yang tertangkap), Mission Planning (penyusunan rencana) dan Medical Evacuation (latihan penanganan terhadap korban yang terluka/tertembak).

Baca juga: CANTOKA – Tumpas Perompak, Inilah Wahana Ship Boarding Kopaska TNI AL

Latihan tersebut diikuti 115 orang yang terdiri dari prajurit pengawak tiga unsur Satkor Koarmabar dari Korvet Parchim, yakni KRI Sutanto 377, KRI Imam Bonjol 383, KRI Silas Papare 386, satu unit sekoci karet serta prajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmabar dan personel Dinas Kesehatan (Diskes) Koarmabar. Dalam misi VBSS, potensi terjadinya kontak senjata sangat mungkin terjadi, dan bila terjadi kontak senjata maka situasinya mirip dengan pertempuran jarak dekat di darat. Bahkan kondisi Close Quarter Battle di laut jauh lebih menantang, alasannya goyangan kapal bisa mengaburkan akurasi tembakan. Ditambah banyaknya lorong di dalam kapal tentu bisa membuat pusing bagi tim VBSS yang tak terlatih.

Baca juga: KRI Silas Papare 386 – Jadi Korvet Parchim Kedua Pengguna Kanon CIWS Type 730

Menurut Komandan Satkorarmabar Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta, bahwa tujuan latihan ini adalah untuk memelihara kemampuan satuan sesuai tugas dan fungsi asasi KRI dan meningkatkan profesionalisme prajurit melalui pemahaman prosedur operasional teknis dan taktis guna mendukung kesiapan operasi Koarmabar dalam menunjang kesiapsiagaan operasi untuk melaksanakan tugas-tugas Koarmabar.

Baca juga: North Sea Boats X2K Special Forces – Andalkan Akselerasi dan Kecepatan Hingga 60 Knot!

Lebih lanjut dikatakan Komandan Satkorarmabar bahwa sasaran latihan adalah terpeliharanya kemampuan satuan-satuan sesuai dengan tugas dan fungsi asasi KRI masing-masing. Terwujudnya kemampuan Tim VBSS unsur-unsur Satkor Koarmabar untuk mendukung kesiapan operasional kapal dalam menghadapi berbagai tindak kejahatan dan aksi terorisme di laut serta segala kemungkinan kontijensi yang terjadi. Dalam aksi VBSS KRI Layang 635 di Perairan Talaud, Sulawesi Utara, empat awak yang diterjunkan ke Kapal Nurhana dibekali dua pucuk senjata laras panjang, empat magasin, dan 60 butir amunisi tajam. (Sam)

3 Comments