Pesawat tempur siluman Lockheed Martin F-35 Lightning II sering disebut sebagai proyek senjata termahal dalam sejarah manusia, dengan total biaya program yang diproyeksikan melebihi $1,7 triliun. Meskipun teknologi canggihnya tak tertandingi, program ini diselimuti oleh serangkaian kontroversi biaya, terutama yang berkaitan dengan biaya operasional dan pemeliharaan jangka panjang. Inti dari permasalahan finansial yang terus membengkak ini terletak pada mesinnya, Pratt & Whitney F135, yang menjadi contoh sempurna dari pepatah “hemat di awal, boros di akhir”.
‘Peremajaan’ armada perang Kerajaan Inggris hingga saat ini masih terus dilakukan, dan baru-baru ini, mereka baru saja mencatatkan tonggak penting yang bersejarah. Kapal selam serang nuklir terbaru Angkatan Laut Kerajaan, HMS Agamemnon (S124), sukses menyelesaikan penyelaman pertamanya pada pertengahan Oktober 2025 kemarin. Peristiwa penting ini berlangsung di fasilitas BAE Systems di Barrow-in-Furness, Cumbria.
Dua raksasa udara generasi kelima, Sukhoi Su-57 dari Rusia dan Lockheed Martin F-22 Raptor dari AS, merupakan simbol kemajuan teknologi penerbangan militer di masing-masing negara. Kedua jet tempur ini dirancang untuk mencapai dominasi udara, namun filosofi desain dan prioritas misi mereka menghasilkan sejumlah perbedaan signifikan.
Cina mengerahkan sejumlah pasukan keamanan maritim, pelampung (buoys) dan jet tempur ke perairan sekitar Scarborough Shoal di Laut Cina Selatan. Tindakan yang dilakukan pada minggu kedua bulan Oktober 2025 ini dilakukan pihak Cina untuk menegaskan klaim teritorialnya atas wilayah sengketa tersebut.
Miramar Air Show 2025 di AS seolah menjadi titik awal promosi Ragnarok Low-Cost Cruise Missile (LCCM), sebuah sistem rudal jelajah baru berbiaya rendah yang dirancang untuk serangan presisi jarak jauh. Rudal ini dikembangkan oleh Kratos Defense & Security Solutions, sebuah perusahaan pertahanan asal AS, yang dikenal dengan produk-produk nirawak canggih.
Apa yang sedang dikembangkan Cina telah menarik perhatian dunia: sebuah teknologi revolusioner yang dikenal sebagai Quantum Radar. Sistem radar ini menggunakan prinsip-prinsip fisika kuantum yang canggih, seperti belitan kuantum dan deteksi foton tunggal, untuk mengatasi keterbatasan radar konvensional. Klaim utamanya adalah kemampuannya untuk mendeteksi dan melacak pesawat tempur siluman (stealth fighters), seperti F-22 dan F-35 AS, yang selama ini dianggap tak terlihat. Inovasi ini menandai pergeseran signifikan dalam teknologi pertahanan udara modern.
Namanya mungkin terdengar asing untuk sebagian orang, namun tidak bagi para pengamat sejarah serta beberapa saksi hidup salah satu kejadian pembelotan terbesar sepanjang sejarah. Adalah Kapten Aleksandr Mikhailovich Zuyev, seorang pilot asal Soviet yang terkenal karena tindakan pembelotannya yang berani pada tanggal 20 Mei 1989, menjelang runtuhnya Uni Soviet.
Dalam beberapa waktu ke belakang, Angkatan Darat AS (U.S. Army) telah memperbarui sejumlah unit tempurnya sebagai bagian dari program modernisasi besar-besaran. Program tersebut digambarkan sebagai reorganisasi dan program modernisasi terbesar dalam beberapa dekade, terutama setelah pembentukan Army Futures Command (AFC).
Setelah beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan soal pembetukan “Su-30 Forum” antara TNI AU dengan Indian Air Force (IAF) pada Oktober 2025 kemarin, warganet kini mulai memusatkan perhatian pada program modernisasi ambisius India melalui program “Super Sukhoi” untuk menjaga jet tempur andalan mereka tetap relevan di tengah persaingan teknologi, serta upaya kerja sama internasional.
Sebagai salah satu upaya untuk terus mengejar modernisasi militer yang dipercepat dengan target menjadi kekuatan militer “kelas dunia” pada tahun 2049, Cina ‘ogah ngerem’. Belakangan, Cina baru saja memperkenalkan tank tempur utama generasi baru yang sangat canggih, Type 100.