Aselsan CENK 350-N di Fregat Merah Putih: Radar Kedua dengan Antena Sudut Tetap di Kapal Perang TNI AL

Setelah fregat KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321- PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class, maka Fregat Merah Putih (FMP) yang saat ini tengah dibangun oleh PT PAL Indonesia, bakal menjadi jenis kapal perang kedua TNI AL yang dilengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) dengan antena sudut tetap.
Leonardo Kronos Dual Band – Radar Pertama dengan Antena Sudut Tetap di Kapal Perang TNI AL
Bila fregat PPA class menggunakan radar Leonardo Kronos Dual Band, maka Fregat Merah Putih yang mengadopsi desain Arrowhead 140 dilengkapi radar buatan Aselsan, yakni CENK 350-N. Foto Fregat Merah Putih dengan persiapan untuk pemasangan radar AESA CENK 350-N pada tiang menara utama kapal, telah beredar di media sosial.
Mengutip turdef.com, keberadaan CENK 350-N terungkap bersamaan dengan informasi detail peralatan Fregat Merah Putih. Kemudian, saat peresmian radar di IDEF 2025, disebutkan bahwa kontrak ekspor pertama CENK 350-N telah ditandatangani.
Radar buatan Aselsan yang termasuk dalam kontrak utama adalah radar AESA CENK 200-N 4D X-band dengan jangkauan 100 km, yang juga berfungsi sebagai radar pendukung helikopter (telah terpasang di KCR KRI Belati 622), radar AESA CENK 400-N S-band tipe putar juga kemungkinan akan disertakan dengan jangkauan yang lebih jauh dibandingkan dengan CENK 350-N. Khusus CENK 200-N, kabarnya akan dipasang sebagai secondary radar di Fregat Merah Putih.
Aselsan Cenk-350N fixed AESA radar on Indonesia Arrowhead frigate pic.twitter.com/ifTX27kpg0
— TR_tech (@T_Nblty) December 2, 2025
CENK 350-N adalah sistem radar AESA dengan antena sudut tetap (fixed-array), yang merupakan terobosan besar bagi Aselsan.
CENK-350N mengadopsi arsitektur yang dikenal sebagai radar multifungsi fixed-array., seperti antena sudut tetap (Fixed AESA). Radar ini tidak memiliki mekanisme putar mekanis seperti radar konvensional. Sebaliknya, sistem ini terdiri dari empat panel antena yang dipasang secara permanen pada mast (tiang) kapal. Setiap panel dirancang untuk menutupi sekitar 90 derajat azimuth. Ketika keempat panel bekerja bersama, mereka memberikan cakupan pengawasan 360 derajat secara terus-menerus dan simultan.
ASELSAN, savaş gemileri için 300km menzilli sabit AESA radar CENK-N’i geliştirdi. pic.twitter.com/emORdD7hoQ
— Avionot (@avionot) July 31, 2025
Karena tidak ada bagian (antena) yang bergerak, pemindaian (scanning) dan pelacakan dilakukan murni secara elektronik. Ini memungkinkan balok radar (radar beam) dialihkan ke arah target apa pun dalam hitungan milidetik, memberikan tingkat pembaruan (refresh rate) data yang jauh lebih tinggi dibandingkan radar berputar.
CENK 350-N dikembangkan dengan fokus pada kapal perang berukuran fregat yang membutuhkan kemampuan pengawasan dan pengendalian tembakan yang tangguh. Dengan teknologi AESA berbasis Gallium Nitride (GaN), maka dapat memberikan efisiensi daya dan kinerja yang lebih tinggi.
Aselsan’s CENK‑350N AESA radar delivers 360° coverage for naval vessels, tracking air & surface targets up to 250 km.
Compact, GaN‑powered, multifunctional, and perfect for next‑gen frigates & corvettes. #NavalDefense #Aselsan https://t.co/H0RDedhXIr pic.twitter.com/Kn3OjxGBE3
— International Defence Analysis (@Defence_IDA) December 2, 2025
CENK 350-N beroperasi pada X-Band, frekuensi ini optimal untuk pelacakan resolusi tinggi, identifikasi target, dan pengendalian tembakan rudal. Kemampuan pelacakan radar ini adalah 4D Tracking (Jarak, Azimuth, Elevasi, dan Kecepatan) dengan jangkauan deteksi mencapai lebih dari 250 km
CENK 350-N dirancang untuk mengisi kekosongan kemampuan di antara sistem radar yang sudah ada (seperti CENK-400N berputar yang dipasang pada fregat Istanbul class/MILGEM Batch 2) dan sistem yang lebih besar (seperti ÇAFRAD dual-band untuk Destroyer TF-2000). CENK 350-N sangat cocok untuk fregat karena ukurannya yang relatif lebih ringkas namun menyediakan cakupan 360 derajat secara konstan. (Gilang Perdana)
Jelang Peluncuran, Beredar Foto Tampilan ‘Polos’ Buritan Fregat Merah Putih



Tak ape, Range nya cuma beda 150km doang sama yg lain, dikiit😁
Lebih memilih radar buatan Turki daripada Thales SMART-L yg jangkauannya lebih jauh jelas sebuah kemunduran kecuali Indonesia juga mendapatkan lisensi pembuatan radar AESA tersebut lewat PT.LEN.
yg ngomong ALP-300G itu radar MOBILE GROUND RADAR YA OI.
Dan cukup dah pakai barang KELINCI PERCOBAAN macam ini… Banyak radar lain
pelor pelorannya gimana min? apa sudah ada yang dikontrak, SAPAN misalnya
Perbedaannya 100+ km, sama punya Leonardo, tapi ga tau nih perbandingan harga kontraknya, yang pasti punya Leonardo lebih gemuk radarnya
amerika punya radar lbh gede di dalamnya di kubah kapal perangnya.. jangkauannya 400km. kl cina jg 400km.. Turki nya itu ALP-300G, lbh jauh lg..
“Khusus CENK 200-N, kabarnya akan dipasang sebagai secondary radar di Fregat Merah Putih.”
Jadi, selain primary radar CENK 350-N juga ada secondary yang terpasang dan terintegrasi pada FMP secara bersamaan min atau ‘khusus’ untuk unit FMP kedua? 🤔
“seperti CENK-400N berputar yang dipasang pada fregat Istanbul class/MILGEM Batch 2”
Istif pesanan kita (2 unit senilai 1,1 miliar USD) apakah akan dipasangi jenis radar yang sama?
Apabila proyek FMP ini berhasil dan PT PAL nantinya mulai membuat destroyer, radar ALP -300G bisa jadi pilihan utama, mengingat sistem radar peringatan dini jarak jauh pita-S (S-band) tersebut juga dapat diintegrasikan ke dalam kapal perang untuk pertahanan udara dan rudal maritim. ÇAFRAD dual-band radar bisa jadi opsi keduanya 👍
betul..tapi kalau dimodif ke kapal perang terbaik Indonesia. radar gede itu ditempatkan satu persatu 4 sudut berbeda. jangkauan dijamin lbh jauh.. mengarahkan rudal jarak jauh … bakal menakutkan bagi berbagai pesawat tempur asing yg lbh canggih..
bagaimana dengan radar AESA buatan turki ALP-300G itu paling jauh 500km ? first see shoot first..
Iya itu ground based radar – https://www.indomiliter.com/aselsan-alp%E2%80%91300g-radar-hanud-3d-early-warning-dan-tracking-jarak-jauh-dengan-teknologi-aesa/