AD Australia Umumkan Uji Coba Peluncuran AIM-9X Sidewinder dari Plafform Hawkei NASAMS HML

Sungguh beruntung awak sistem pertahanan udara (hanud) NASAMS Angkatan Darat Australia, dengan basis rudal udara ke udara yang terbilang mahal, mereka bisa menjajal uji coba penembakan secara lansgsung. Setelah menguji coba peluncuran AIM-120 AMRAAM pada tahun 2023, kini ada kabar terbaru yang menyebut Angkatan Darat Australia telah menembakkan rudal AIM-9X Sidewinder dalam plarform NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System).

Baca juga: Didukung Kongsberg, Ukraina Kembangkan Rudal Sendiri untuk Sistem Hanud NASAMS

Mengutip dari Defence.gov.au (1/7/2025), untuk pertama kalinya di dunia, pasukan Angkatan Darat Australia menembakkan salah satu rudal udara-ke-udara yang paling teruji dan mematikan dari NASAMS Hawkei High Mobility Launcher di Woomera Test Range pada bulan Mei lalu.

Australia adalah satu dari tiga negara yang telah meluncurkan AIM-9X Sidewinder dari NASAMS dan menjadi satu-satunya negara yang menembakkannya dari High Mobility Launcher (HML).

Sebagai catatan, High Mobility Launcher (HML) adalah varian peluncur dalam sistem hanud NASAMS yang dirancang agar lebih mobile, fleksibel, dan cepat dikerahkan, khususnya untuk kebutuhan medan tempur yang dinamis.NASAMS HML umumnya dipasang pada platform kendaraan taktis 4×4 atau 6×6. Sebagai contoh, Ukraina menerima NASAMS HML berbasis HMMWV yang sangat berguna di garis depan dan kota-kota yang butuh perlindungan dari serangan drone atau rudal jelajah.

Hawkei NASAMS HML

Selain HML, peluncur dalam sistem pertahanan udara NASAMS memiliki beberapa varian lain yang dikena, seperti CL (Canister Launcher) – peluncur standar/statis – yang digunakan oleh TNI AU di Teluk Naga, kemudian ada Mobile Launcher (ML) versi truk berat dan Containerized Launcher/Shelterized Launcher, yaitu peluncur NASAMS dalam bentuk kontainer standar ISO

HML dari Resimen ke-16, mengadopsi dari platform rantis (kendaraan taktis) Hawkei 4×4 yang dimodifikasi, yang dalam posisi tempur mampu membawa hingga enam unit rudal Sidewinder atau AIM-120 AMRAAM .Sidewinder lebih mudah bermanuver di udara dibandingkan dengan AMRAAM tetapi memiliki jangkauan yang lebih pendek.

NASAMS CL (Canister Launcher) –

Aktivitas tersebut juga merupakan pertama kalinya peluncur tabung (canister) dan High Mobility Launcher (HML) menembaki target yang sama, yang disebut “ripple fire”.

Uji coba yang sukses dilakukan setelah resimen tersebut melakukan uji coba NASAMS pertama Angkatan Darat menggunakan AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile) pada tahun 2023.

Gelombang Perdana Peluncur NASAMS Tiba di Australia

Ini merupakan yang pertama bagi banyak prajurit resimen di Woomera, dan menjadi puncak dari pelatihan selama 18 bulan.

Komandan detasemen HML Baterai (Kompi) 111, Bombardier Luke Dunbar mengatakan tim mudanya telah berlatih mengoperasikan NASAMS sejak hari pertama di unit pertahanan udara berbasis darat Adelaide. “Terdapat senyum lebar,” kata Bombardier Dunbar saat rudal pertama diluncurkan.

AD Australia Uji Sertifikasi Sistem Hanud NASAMS, Kemampuan Operasional Penuh di Tahun 2026

Digambarkan sebagai terobosan dan mutakhir oleh para prajurit yang terlibat, setiap unit NASAMS dapat terdiri dari kombinasi HML dan peluncur tabung yang dikendalikan melalui Fire Distribution Centre (FDC). Di dalam FDC, perwira kontrol taktis dan asisten yang melacak target yang menempuh jarak beberapa kilometer.

Kecepatan, ketinggian, dan pola penerbangan membantu operator menentukan jenis target, baik itu rudal jelajah musuh, drone, atau pesawat jet. FDC nantinya akan merekomendasikan amunisi dan peluncur terbaik untuk digunakan. (Bayu Pamungkas)

Mengenal Fire Distribution Center – Jantung Pengendali Sistem Hanud NASAMS