Infanteri TNI AD Bersiap Adopsi Battlefield Management System

Selain satuan kavaleri, satuan infanteri TNI AD kedepan juga akan dimaksimalkan kemampuan operasi tempurnya dengan mengadopsi Battlefield Management System (BMS). Merujuk instruksi dari KSAD Jenderal TNI Mulyono, BMS CY-16H yang kini telah digunakan pada ratusan ranpur Anoa 6×6, MBT Leopard dan IFV Marder 1A3, juga akan diarahkan penerapannya pada level Batalyon Infanteri, khususnya untuk Infanteri Raider.
BMS CY (Carati Yudha)-16H untuk infanteri yang dikembangkan PT Hariff Daya Tunggal Engineering (DTE), perusahaan swasta nasional yang ber-homebase di Bandung, Jawa Barat, saat ini terus melakukan serangkaian uji coba untuk mendapatkan sertifikasi dari Dislitbangad.
Bila dibandingkan versi pada kavaleri, prajurit tidak perlu menenteng konsol berukuran tablet yang relatif berat, namun termimal yang diusung berupa smartphone Android dengan spesifikasi outdoor yang tahan banting dan anti air. Bekal smartphone ini disematkan di lengan prajurit menggunakan armband. Data visual yang ditampilkan pun serupa dengan unit terminal K230 yang ada di ranpur.
https://www.youtube.com/watch?v=Avw2C-bRdQ4
“Nantinya konsol seperti smartphone akan diarahkan penggunaanya untuk komandan regu yang dapat beragam update data dan visual dari pos komando, sementara pasukan lainnya dipersiapkan menggunakan konsol semacam smartwatch,” ujar Muhamad Uco Isnaini, General Manager PT Hariff DTE kepada Indomiliter.com.
Meski smartphone punya kemampuan koneksi 3G dan 4G, namun koneksi smartphone dalam konsep BMS hanya menggunakan jalur WiFi (Wireless Fidelity), dalam artian koneksi dari smartphone tetap harus ke unit kontrol via WiFi. Bedanya dalam infanteri, unit kontrol dirancang dengan model manpack ala radio taktis. Dalam live demo di kantor pusat PT Hariff DTE pada Desember 2015, konsol yang diperlihatkan adalah smartphone Caterpillar B15Q dengan OS Android 4.4.2. (Haryo Adjie)


