Jarang Ada yang Tahu, Pembom Strategis Tu-16 Ternyata Punya Varian SAR

Siapa yang tak kenal dengan pembom strategis Tu-16 Badger, jenis alutsista yang pernah menjadikan TNI AU (d/h AURI) di dekade 60-an sebagai kekuatan udara terbesar di belahan Asia Selatan. Saking sangarnya pembom ini, bahkan Cina pun belum bisa move on dari pesona Tu-16, dibuktikan dengan ‘diteruskannya’ produksi Tu-16 versi Cina yang disebut Xian H-6 dan hingga kini menjadi andalan Beijing dalam ekspansi militernya di laut Cina Selatan.

Baca juga: Seandainya Ada Tu-16N, Maka Jangkauan Pembom Strategis Tu-16 AURI Bisa Mencapai Sydney

Oleh Tupolev, Tu-16 sedari awal sudah dirancang dalam berbagai varian, seperti TNI AU yang pernah mengoperasikan Tu-16 varian bomber (Badger A) yang masuk dalam Skadron 41 dan Tu-16 KS-1 varian anti kapal (Badger B) yang masuk dalam Skadron 42 Wing 003 Lanud Iswahjudi. Bahkan ada Tu-16N, yakni varian tanker udara yang debutnya jarang terungkap ke publik. Total ada belasan varian Tu-16 yang pernah dirilis di era Uni Soviet dan rinciannya dapat Anda lihat di wikipedia.org. Namun, ada satu versi Tu-16 yang tidak ada dalam daftar di wikipedia.org, bahkan identitas dan peran versi Tu-16 ini nyaris tak diketahui netizen.

Yang dimaksud adalah Tu-16S, ini merupakan versi khusus yang dirancang untuk perang search and rescue (SAR) di lautan. Tu-16S sendiri tak bisa dibilang varian yang dirilis belakangan, lantaran pengembangan Tu-16S sudah dimulai sejak tahun 1955.

Dikutip dari buku “Soviet Strategic Bombers: The Hammer in the Hammer and The Sickle” karya Jason Nicholas Moore, disebutkan ada sekitar 14 unit Tu-16T yang dikonversi menjadi Tu-16S. Sebagai informasi Tu-16T adalah versi serang maritim (maritime strike version). Tu-16T dioperasikan oleh AL Uni Soviet dan dirancang membawa torpedo, bom laut (depth charges) dan ranjau. Total ada 76 unit Tu-16T yang pernah dibuat untuk kebutuhan AL Uni Soviet.

Kembali ke Tu-16S, program konversi ini berjalan mulai tahun 1965, konkritnya dengan instalasi perahu penyelamat (lifeboat) berukuran besar, yang ditempatkan di bawah central fuselage. Lifeboat yang diberi label fregate ini dapat dilepaskan dari udara lewat parasut (droppable). Yang unik, lifeboat ini bukan sekedar perahu penyelamat, melainkan aktivasi mesin para perahu ini dapat dikendalikan lewat radio, dan kendali perahu dapat dilakukan lewat televisual control, sehingga memudahkan proses evakuasi oleh tim SAR.

Baca juga: Rudal Bloodhound – Penangkal ‘Ancaman’ Pembom Tu-16 Badger AURI, Aktif Hingga 1990

Bagi yang belum tahu label S pada Tu-16S adalah “Spasatel’niy,” atau dalam bahasa Inggris artinya “Rescue.” Tidak ada catatan tentang penggunaan T-16S dan lifeboat fregate, namun dari informasi yang dihimpun, Tu-16S dioperasikan oleh Armada Laut Utara hingga akhir 1980. (Haryo Adjie)

6 Comments