Top Speed 55 Knots: USV Kraken K3 Masuk Jalur Produksi, Jawaban Rheinmetall untuk Perang Masa Depan

Raksasa pertahanan Jerman, Rheinmetall, resmi mengumumkan dimulainya produksi serial wahana permukaan laut nirawak (Unmanned Surface Vessel – USV) Kraken K3 Scout. Melalui anak perusahaan baru, Rheinmetall Kraken GmbH, langkah ini menandai transformasi industri pertahanan Eropa dalam merespons kebutuhan mendesak akan platform otonom yang murah, masif, dan mematikan.
Baca juga: Masuk ke Bisnis Kapal Perang, Rheinmetall Borong Mayoritas Saham Lürssen Defence
Produksi ini dipusatkan di galangan kapal Blohm+Voss, Hamburg, yang kini diproyeksikan menjadi pusat teknologi sistem maritim otonom terkemuka di Jerman.
Berdasarkan pengumuman resmi pada 20 April 2026, Rheinmetall menetapkan kapasitas produksi awal sebesar 200 unit per tahun. Namun, CEO Divisi Naval Systems Rheinmetall, Tim Wagner, menegaskan bahwa skala produksi dapat ditingkatkan hingga 1.000 unit per tahun tergantung pada permintaan pasar global. Skalabilitas ini mencerminkan pergeseran strategi angkatan laut modern menuju konsep distributed lethality, di mana kuantitas dan integrasi jaringan menjadi kunci untuk menetralisir armada konvensional yang jauh lebih mahal.
Secara teknis, Kraken K3 Scout adalah salah satu USV taktis tercepat di kelasnya. Dengan panjang 8,4 meter, drone laut ini mampu melesat hingga kecepatan 55 knots (102 km/jam). Platform ini mengusung arsitektur modular yang memungkinkannya membawa berbagai beban misi (payload), mulai dari sistem intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR), peperangan elektronik (EW), hingga paket senjata presisi.
🇩🇪
Rheinmetall заявила о начале серийного производства безэкипажного катера Kraken K3 Scout
Катера предназначены для выполнения различного рода задач, в том числе защиты критических объектов, разведки, нанесения ударов
Длина БЭК составляет 8,4 м, водоизмещение — 2500 л, масса pic.twitter.com/H5L7ZVbqKn— миллиард казахстанцев (@S8gy2AEgVRHyS2Q) April 22, 2026
Desain tersebut memungkinkan Kraken K3 berperan ganda: sebagai sensor jarak jauh yang memberikan kesadaran situasional real-time, maupun sebagai “eksekutor” dalam misi serangan permukaan.
Relevansi operasional Kraken K3 sangat dipengaruhi oleh pelajaran dari perang di Ukraina. Penggunaan USV berbiaya rendah oleh Ukraina terbukti efektif dalam melumpuhkan aset bernilai tinggi di Armada Laut Hitam Rusia. Rheinmetall mengadopsi konsep ini dengan menawarkan platform yang attritable (relatif murah jika hancur) namun mampu melakukan serangan swarm (kawanan) untuk menjenuhkan sistem pertahanan lawan. Dengan beroperasi secara otonom, Kraken K3 mengurangi risiko bagi personel sekaligus meningkatkan kehadiran permanen di wilayah perairan yang diperebutkan (contested waters).
Bersiap Perang Asimetris dengan Cina, Taiwan Luncurkan USV Kamikaze FJ-002 Mirip ‘punya’ Ukraina
Kerja sama ini menggabungkan skala industri dan keahlian integrasi angkatan laut Rheinmetall dengan kelincahan Kraken Technology Group dalam merancang sistem nirawak performa tinggi.
Bagi negara-negara NATO dan mitra global, Kraken K3 diposisikan sebagai force multiplier yang hemat biaya untuk melindungi infrastruktur kritis bawah laut serta memperkuat deterjensi maritim. Dengan dimulainya produksi massal ini, Jerman secara tegas memimpin evolusi peperangan laut masa depan yang didominasi oleh sistem otonom dan integrasi jaringan network-centric warfare. (Gilang Perdana)
Related Posts
-
Andalkan Radar AESA, MBDA Umumkan Uji Peluncuran Perdana Rudal Anti Kapal Teseo MK2E ‘Evo’
2 Comments | Nov 5, 2024 -
Kavaleri Australia Gunakan Sepeda Listrik untuk Tugas Intai, “More Stealth and Healthy”
18 Comments | Oct 9, 2021 -
Bila Indonesia Beli Typhoon Bekas Pakai Austria, Bagaimana Nasib ToT?
65 Comments | Jul 19, 2020 -
Setelah Kanon Lawas 2M3 25mm Twin, Ranpur MT-LB Rusia Kini Dipasangi Naval MLRS A-22 Ogon
2 Comments | Jun 11, 2023


