Citra Satelit Konfirmasi Kehancuran Radar THAAD AS di Yordania akibat Serangan Iran

Sebuah babak baru yang mencekam terungkap melalui bidikan lensa dari luar angkasa. Berdasarkan analisis terbaru terhadap citra satelit yang disediakan oleh Airbus Defence and Space dan dipublikasikan oleh CNN, sistem pertahanan udara paling canggih milik Amerika Serikat di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, dilaporkan telah berhasil ditembus.
Komponen paling krusial dari baterai THAAD (Terminal High Altitude Area Defense), yaitu radar AN/TPY-2, terlihat hancur total setelah dihantam oleh apa yang diduga kuat sebagai serangan drone atau rudal presisi milik Iran.
Insiden ini memicu kegemparan di kalangan pengamat militer global, mengingat radar tersebut adalah jantung dari perisai pelindung aset-aset AS di kawasan tersebut. Meskipun pejabat resmi di Washington sempat mengeluarkan bantahan mengenai tingkat kerusakan yang terjadi, bukti visual satelit menunjukkan fakta yang sulit dikesampingkan. Titik di mana radar raksasa senilai hingga US$1 miliar itu berada, kini hanya menyisakan puing dan jejak kehancuran yang mengonfirmasi klaim serangan dari pihak Teheran.
New satellite imagery released by Airbus confirms that the AN/TPY-2 THAAD radar at Muwaffaq Salti Base in Jordan was destroyed by Iran.
The U.S. openly denied this. pic.twitter.com/rOuMDsTA1p
— ayden (@squatsons) March 5, 2026
AN/TPY-2, produksi Raytheon, bukanlah radar biasa. AN/TPY-2 dikenal sebagai salah satu radar mobile paling kuat di dunia yang beroperasi pada frekuensi X-band. Dengan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA), radar ini mampu membedakan objek sekecil bola tenis dari jarak ribuan kilometer.
Kehebatannya terletak pada kemampuannya untuk mendeteksi, melacak, dan mengklasifikasikan rudal balistik saat masih berada di luar angkasa (ekso-atmosfer). Dalam mode deteksi jauh, radar ini memiliki jangkauan fantastis yang mampu mengawasi wilayah hingga 4.700 kilometer, memberikan waktu peringatan dini yang sangat berharga bagi sistem pertahanan Amerika Serikat.

Kehancuran radar ini memiliki dampak sistemik yang luar biasa. Dalam arsitektur pertahanan THAAD, radar adalah pemberi instruksi tunggal bagi rudal pencegat. Tanpa “mata” dari AN/TPY-2, seluruh baterai THAAD di pangkalan Muwaffaq Salti menjadi buta dan tidak berfungsi, membiarkan gerbang udara Jordania terbuka lebar bagi serangan susulan. Biayanya yang setara dengan satu unit kapal perusak modern membuat kehilangan ini menjadi salah satu kerugian materiil paling menyakitkan bagi militer AS dalam dekade terakhir.
Lebih dari sekadar angka kerugian, insiden ini meruntuhkan mitos tak terkalahkan dari perisai udara Barat di hadapan taktik perang asimetris. Keberhasilan Iran dalam melumpuhkan sistem yang dirancang untuk menangkal rudal balistik canggih—diduga menggunakan drone kamikaze yang terbang rendah—menunjukkan adanya celah fatal dalam deteksi radar jarak jauh yang sering kali kesulitan melacak objek kecil di ketinggian rendah. (Gilang Perdana)



Inilah pentingnya menaruh arhanud titik seperti oerlikon skyshield, zu-23, S-60 di setiap pangkalan. Bahkan rudal jarak menengah dan jarak jauh masih butuh pelindung seperti artileri anti serangan udara objek kecil seperti kamikaze drone. Oleh sebab itu mari kita borong S-60 dari seluruh dunia (kalo masih ada dan yang punya bersedia menjualnya). Kita butuh sebarkan di 200 lokasi.