Shahed Drone SeriesKlik di Atas

FP-7: Rudal Balistik Baru Ukraina, ‘Kloning’ S-400 dengan Teknologi Komposit

Industri pertahanan Ukraina kembali mencatatkan sejarah, perusahaan pertahanan domestik, Fire Point, secara resmi mengumumkan keberhasilan uji coba peluncuran rudal balistik darat-ke-darat terbaru mereka yang diberi sandi FP-7. Kehadiran rudal ini menandai ambisi besar Ukraina untuk memiliki sistem serangan presisi jarak menengah yang dikembangkan sepenuhnya di dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada pasokan senjata jarak jauh dari negara-negara Barat.

Baca juga: Ukraina Umumkan Dimulainya Produksi Massal Rudal Balistik Taktis Hrim-2 (Sapsan), Punya Jangkauan 500 Km

Rudal FP-7 ini dikembangkan dengan pendekatan desain yang sangat cerdik namun provokatif. Secara eksternal, Fire Point mengakui bahwa mereka mengadopsi struktur aerodinamis dari rudal 48N6 yang biasanya digunakan pada sistem pertahanan udara (hanud) S-400 milik Rusia.

Namun, kesamaan itu hanya sebatas bentuk luar. Di balik cangkangnya, FP-7 adalah senjata yang sepenuhnya berbeda karena menggunakan struktur komposit penuh yang secara signifikan lebih ringan daripada materi aslinya. Penggunaan material komposit ini memberikan efisiensi luar biasa, memungkinkan rudal meluncur lebih jauh dan lebih cepat dengan beban material yang minimal.

Seluruh sistem pemandu, perangkat lunak kontrol penerbangan, hingga sistem elektronik di dalamnya merupakan hasil rekayasa murni teknisi Ukraina yang dirancang khusus untuk mampu menembus gangguan electronic warfare (EW) lawan.

Dalam hal performa, FP-7 menawarkan spesifikasi yang sangat kompetitif untuk kelas rudal balistik taktis. Rudal ini mampu menjangkau target pada jarak hingga 200 kilometer, sebuah jangkauan yang sangat krusial untuk menghantam pusat komando atau gudang amunisi di garis belakang musuh. Untuk mencapai target tersebut, FP-7 dapat dipacu hingga kecepatan maksimal 1.500 meter per detik atau setara dengan Mach 4.4, dengan kecepatan rata-rata selama penerbangan berada di angka 800 meter per detik.

Dengan durasi penerbangan maksimal mencapai 250 detik, rudal ini diklaim sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional karena kecepatannya yang hipersonik di fase tertentu.

Daya hancur FP-7 juga tidak bisa diremehkan, rudal ini menggotong hulu ledak seberat 150 kilogram yang dikombinasikan dengan tingkat akurasi tinggi. Berdasarkan data uji coba, rudal ini memiliki Circular Error Probable (CEP) atau tingkat penyimpangan hanya sebesar 14 meter, menjadikannya senjata presisi yang sangat mematikan.

Fleksibilitas operasionalnya pun terjamin karena FP-7 diluncurkan dari platform peluncur darat bergerak, memungkinkan pasukan untuk menerapkan taktik serangan kilat dan segera berpindah posisi sebelum terdeteksi oleh radar lawan.

Keberhasilan uji coba FP-7 ini hanyalah pembuka dari peta jalan jangka panjang Fire Point. Saat ini, perusahaan tengah mempercepat proses kodifikasi resmi agar rudal ini dapat segera diproduksi secara massal untuk kebutuhan militer Ukraina. Di saat yang sama, tim teknis mereka juga dikabarkan sedang mengembangkan varian yang jauh lebih kuat, yakni FP-9, yang diproyeksikan memiliki jangkauan fantastis hingga 855 kilometer dengan daya ledak hulu ledak mencapai 800 kilogram.

Dengan munculnya FP-7, Ukraina tidak hanya menunjukkan kemampuan bertahan, tetapi juga membuktikan lompatan besar dalam teknologi rudal balistik yang akan mengubah perimbangan kekuatan di kawasan. (Gilang Perdana)

Serang ke Wilayah Rusia, Ukraina ‘Bangkitkan’ Rudal Hanud S-200 Jadi Rudal Balistik