Radar EL/M-2080S “Super Green Pine”: Jadi Mata dan Otak Sistem Rudal Hanud Arrow 3 Jerman

Ada yang menarik perhatian pada peresmian satuan tugas (satgas) pengawak sistem rudal pertahanan udara (hanud) Arrow 3 di Jerman, pada 3 Desember 2025, yaitu pada latar acara terlihat bangunan di atas bukit berupa kubah besar berwarna hijau, yang sepintas mengingatkan pada desain kubah planetarium. Namun, yang dimaksud adalah radome, alias kubah radar EL/M-2080S “Super Green Pine”.

Baca juga: Cemas Serangan Rudal Balistik, Jerman Resmi Bentuk Satgas Operasi Sistem Rudal Hanud Arrow 3

Radar Super Green Pine (ELM-2080S) bukan sekadar sistem radar biasa; radar ini adalah mata dan otak dari sistem pertahanan rudal balistik Arrow Israel. Pengembangan radar ini adalah respons langsung terhadap dinamika ancaman rudal balistik yang berkembang pesat di Timur Tengah, khususnya dari Iran.

Dikembangkan oleh Israel Aerospace Industries (IAI), perjalanan sistem ini dimulai dari radar Green Pine (ELM-2080) generasi pertama. Green Pine dirancang untuk mendeteksi dan melacak rudal balistik jarak jauh yang terbang di atas atmosfer, menjadi komponen fundamental dalam sistem Arrow 2.

Namun, seiring dengan evolusi ancaman yang semakin cepat, sulit dilacak, dan dilengkapi dengan umpan (decoy), IAI meluncurkan program peningkatan intensif. Hasilnya adalah Super Green Pine (ELM-2080S), sebuah loncatan teknologi yang secara signifikan memperluas kemampuan sistem pertahanan rudal Israel.

Varian “Super” ini secara efektif menjadi tulang punggung bagi sistem pencegat Arrow 3, yang dirancang untuk menembak jatuh rudal di luar atmosfer Bumi (exo-atmospheric).

Super Green Pine adalah salah satu radar militer yang paling canggih di dunia. Keunggulannya tidak hanya terletak pada jangkauan, tetapi juga pada kecerdasan pemrosesannya.

Perbedaan utama Super Green Pine dari pendahulunya adalah daya transmisi yang jauh lebih tinggi, yang dilaporkan berlipat ganda. Peningkatan kekuatan ini memperluas jangkauan deteksi radar secara dramatis—diperkirakan mencapai 900 kilometer atau lebih—dibandingkan jangkauan standar Green Pine. Jangkauan yang lebih jauh berarti waktu peringatan yang lebih panjang, memberikan waktu yang lebih krusial bagi rudal pencegat Arrow untuk bersiap dan diluncurkan.

Super Green Pine menggunakan teknologi Active Electronically Scanned Array (AESA) dengan antena tetap (fixed). Sebagai radar AESA, ia mengarahkan sinyal radar secara elektronik, bukan mekanis. Hal ini memungkinkan pemindaian area yang luas, pelacakan puluhan target secara simultan, dan penyegaran data yang sangat cepat.

Dalam pertahanan rudal balistik, tantangan terbesar adalah membedakan hulu ledak yang sebenarnya dari puing-puing, bagian rudal yang terlepas, atau umpan yang dirancang untuk membingungkan sistem radar. Super Green Pine memiliki kemampuan pemrosesan dan resolusi yang jauh lebih tinggi, memungkinkannya mengidentifikasi dan melacak hulu ledak asli dengan akurasi ekstrem dari jarak yang sangat jauh.

Sebagai “pasangan” sempurna untuk Arrow 3, radar ini mampu memberikan panduan mid-course yang sangat akurat ke rudal pencegat hingga Arrow 3 mengaktifkan kepala pencari inframerahnya sendiri. Kombinasi ini memastikan bahwa intersepsi dapat terjadi jauh dari wilayah yang dilindungi, membuat sistem ini sangat menarik bagi mitra internasional, seperti Jerman.

Di dalam satu kubah (radome) yang menaungi radar, terdapat satu unit antena utama radar Super Green Pine (ELM-2080S) yang terpasang.

Antena ini berbentuk panel datar persegi panjang yang sangat besar. Karena ia menggunakan teknologi AESA, antena ini adalah antena tetap (fixed) dan tidak perlu berputar secara fisik. Kubah tersebut dirancang untuk melindungi satu panel tunggal ini.

Jika sistem pertahanan udara membutuhkan cakupan 360 derajat, mereka akan menempatkan tiga hingga empat unit Radome (yang masing-masing berisi satu antena) di lokasi yang berbeda untuk memastikan tumpang tindih area pemindaian.

Jerman telah membeli sistem pertahanan rudal Arrow 3 (termasuk radar Super Green Pine) sebagai bagian dari inisiatif European Sky Shield Initiative (ESSI). Meskipun pengiriman sistem penuh baru dijadwalkan selesai sekitar 2027/2028, Jerman adalah pembeli dan operator terkonfirmasi dari sistem radar canggih ini.

Secara umum, karena sifatnya yang sangat sensitif dan merupakan bagian penting dari arsitektur pertahanan rudal anti-balistik, teknologi Super Green Pine tidak diekspor secara luas. (Gilang Perdana)

Antisipasi Serangan Rudal Balistik Hipersonik, Inilah yang Dilakoni Negara-negara Eropa Barat

i

 

One Comment